5 Kesalahan Pemimpin Bisnis yang Sering Dilakukan dan Merugikan Usaha Kamu!

Like

2. Sistem Operasional yang Berbelit-Belit Alias Tidak To The Point

Kedua adalah kesalahan yang berkaitan langsung dengan standar operasional prosedur. Di mana kebanyakan pemimpin tidak sadar bahwa mereka telah menciptakan sistem kerja yang berbelit-belit.

Hal ini umum terjadi terlebih pada perusahaan yang memiliki kepala cabangnya tersendiri.

Misalnya kamu adalah seorang designer yang mendapatkan proyek untuk desain konten atau banner tertentu.

Baca Juga: Selalu Laris, Ini dia Strategi Bisnis ala Mie Gacoan!

Kamu telah mendapatkan restu dari kepala cabang terkait hasil desain yang telah dikerjakan. Eh, dilalah hasil desain yang tinggal diupload atau menunggu antrian percetakkan tersebut malah mendapatkan komentar negatif dari pemimpin tertinggi perusahaan.


Ini tentu saja akan menghambat kinerja daripada designer tersebut dan revisi berulang kali dapat "memotivasi" dirinya untuk resign.

Solusi dari permasalahan ini adalah memastikan kepala cabang atau orang-orang yang kamu tunjuk untuk menjadi supervisi, memahami dengan baik nilai dan visi misi perusahaan.

Sesuai seperti apa yang kamu, pemimpin perusahaan, inginkan.
 


3. Pemberian Kelas atau Pelatihan Tambahan yang Tidak Tepat

Kesalahan pemimpin berikutnya adalah dengan memberikan kelas atau pelatihan tambahan yang tidak tepat.

Memberikan kelas atau pelatihan tambahan kepada karyawan sendiri adalah teknik yang tepat untuk dapat meningkatkan kualitas kinerja karyawan.

Untuk karyawan, mereka jadi lebih punya banyak sudut pandang yang baik terhadap jenjang karirnya. Sayangnya, tidak banyak pemimpin yang peka atau mengerti bagaimana cara memilih kelas atau pelatihan tambahan yang tepat.

Kebanyakan dari pemimpin bisnis lebih suka untuk berjudi atau bertaruh dengan mengikutsertakan karyawannya pada kelas atau pelatihan yang berbeda jauh dari ranah pekerjaannya sekarang.

Hal ini dilakukan dengan harapan dapat membuka potensi tersembunyi dari karyawan tersebut.

Hal ini tentu saja bisa menjadi boomerang, terlebih jika kamu, sebagai pemimpin, tidak melakukan riset yang mendalam dan bertanya langsung kepada karyawan terkait.

Cara yang paling aman dan mudah untuk ini, adalah dengan langsung memberikan kelas atau pelatihan tambahan yang relevan dengan pekerjaan karyawan tersebut.


 

4. Bad Hiring dan Tidak Mengerti Akan Jobdesk

Berikutnya adalah bad hiring. Bad hiring sendiri adalah kondisi ketika karyawan yang direkrut ternyata tidak memenuhi standar yang dimiliki perusahaan.

Hal ini wajar saja terjadi, dan bahkan sering terjadi pada perusahaan atau sistem bisnis yang tidak memiliki human resource profesionalnya tersendiri.

Baca Juga: Kisah Sukses Rafif Adhikara yang Bangun 100 Cabang Bisnis Photomatics di Indonesia

Hal ini bisa saja semakin diperparah, apabila pemimpin tersebut tidak mengerti jobdesc dari pekerjaan yang ditawarkan.

Percayalah, tingkat turnover pada perusahaan tersebut akan meningkat dengan drastis.

 

5. Kurangnya Sistem Reward

Terakhir, adalah kurang sistem reward. Reward yang dimaksud di sini bukan hanya berbentuk bonus gaji, tetapi juga dalam bentuk lain yakni kenaikan jabatan dan penambahan tanggung jawab. 

Reward juga dapat diberikan dengan hal yang paling sederhana, yakni dengan memuji kinerja karyawan tersebut.

Baca Juga: Investasi Mata Uang Asing: Alternatif Strategis untuk Meningkatkan Portofolio Bisnis

Hal ini akan membantu kamu untuk menjaga hubungan yang baik antar karyawan. Inilah penjelasan lengkap mengenai beberapa kesalahan pemimpin bisnis yang sering dilakukan. Semoga bermanfaat, dapat menambah ilmu pengetahuan kamu semua.


-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Punya opini atau tulisan untuk dibagikan juga? Segera tulis opini dan pengalaman terkait investasi, wirausaha, keuangan, lifestyle, atau apapun yang mau kamu bagikan. Submit tulisan dengan klik "Mulai Menulis".
 
Submit artikelnya, kumpulkan poinnya, dan dapatkan hadiahnya!
 
Gabung juga yuk di komunitas Telegram kami! Klik di sini untuk bergabung