Banyak Emiten Mulai Bagi Dividen Interim, Ini Hal-hal yang Perlu Kamu Ketahui 

Think - Canva

Like

Bukan rahasia lagi, sejumlah emiten telah mengalami tekanan kinerja akibat adanya pandemi Covid-19.

Meski begitu, di penghujung tahun 2020, sejumlah emiten juga diketahui bakal membagikan dividen interim nih, Be-emers! Wuih, asyik!

Diketahui, emiten seperti Unilever (UNVR) menjadi emiten paling royal dalam membagikan dividen interim, yakni sebesar Rp3,31 triliun. Kemudian yang terbaru, ada BCA (BBCA) yang diketahui bakal membagikan dividen interim tunai senilai Rp98 per saham.

Pembagian dividen, bagi investor, tentunya jadi hal yang paling ditunggu-tunggu oleh para investor. Meski begitu, dilansir dari Bisnis, ada sejumlah hal nih yang perlu kamu ketahui soal dividen.

Baca Juga: Di Tengah Pandemi, Unilever (UNVR) Bakal Bagi Dividen Interim 91,6 Persen dari Laba Bersih!


Perlu kamu ketahui, dividen merupakan bagian atas keuntungan emiten atau perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang diberikan kepada seluruh pemilik saham berdasarkan porsi saham yang dimiliki.

Adapun, pembagian tersebut bakal mengurangi laba yang tersedia dan ditahan perusahaan. Selain itu, dividen juga terdiri dari beberapa jenis nih, Be-emers.

Dividen yang paling umum dan seringkali jadi incaran investor yakni dividen tunai, yang mana dibagikan dalam bentuk tunai dan ditransfer ke rekening dana nasabah (RDN).

Sementara Itu, dalam praktiknya, suatu emiten bakal membuat pengumuman periode pembagian dividen lewat keterbukaan informasi di BEI dan melalui media massa.

Nah, dalam pengumuman tersebut, terdapat anggal resmi pembagian dividen oleh emiten dan juga tanggal pencatatan pemegang saham yang berhak atas pembagian dividen yang direncanakan.

Enggak cuma itu, ada juga  tanggal cum-dividen atau tanggal terakhir aktivitas perdagangan saham untuk ikut dihitung haknya untuk mendapatkan dividen, serta tanggal ex-dividend atau tanggal ketika sudah tidak berhak masuk dalam perhitungan pembagian dividen.

Selain itu, emiten juga akan menyertakan tanggal pembayaran atau hari pembayaran dividen oleh emiten kepada investor yang berhak. 

Kemudian, nilai dividen yang akan dibagikan kepada para pemegang saham dalam satu periode ditentukan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Nantinya, setiap investor akan menerima sesuai jatahnya secara otomatis.

Adapun, jumlah yang diterima etiap investor dihitung berdasarkan tiga komponen, yaitu laba bersih perusahaan, rasio pembayaran dividen, dan jumlah saham yang beredar di pasar modal.

Perlu diperhatikan juga, dividen ini sering jadi  indikator kesehatan yang digunakan investor sebelum belanja saham lho!

Gimana, mau pilih emiten yang royal bagi dividen interim atau enggak nih, Be-emers?

Baca Juga: Dividen Bebas Pajak, Enaknya Pilih Instrumen Investasi Apa Ya?