Startup Edutech Dinilai Makin Cuan Tahun Ini, Berikut Pemicu dan Tantangannya

Student - Canva

Like

Perusahaan rintisan di sektor education technology (edutech) di Indonesia enggak bisa dipandang sebelah mata nih, Be-emers.

Di dalam negeri sendiri, berdasarkan data dari konsultan bisnis Grant Thornton Indonesia, jumlah pemain edutech sudah mencapai 44 startup. Jumlah itu pun diprediksi bakal terus bertambah lho.

Apalagi, di masa pandemi, kegiatan belajar dilakukan dengan jarak jauh (PJJ). Hal itu tentunya menjadi angin segar bagi para pelaku perusahaan rintisan di sektor edutech.

Menurut Koordinator Pusat Inovasi dan Inkubator Bisnis Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Dianta Sebayang, dikutip dari Bisnis, startup edutech bakal cuan dengan keputusan tersebut.

Para pemain di sektor tersebut bisa mendulang potensi pengguna-pengguna baru. Meski begitu, dia menekankan, pertumbuhan akan berfokus di daerah dan tidak lagi perkotaan.


Perlu diketahui, pemerintah telah memutuskan agar pembelajaran tatap muka di sekolah ditentukan oleh masing-masing pemerintah daerah (pemda) dinilai memberikan ruang bertumbuh bagi perusahaan rintisan di bidang pendidikan.

Nah, menurut Dianta, bakal ada pertumbuhan hingga 10 persen, terutama d luar kota besar. Hal itu terjadi karena sudah membaiknya jaringan di sejumlah daerah.

Sementara itu, guru dan murid sudah terbiasa dengan pola pembelajaran jarak jauh. Untuk itu, startup edukasi telah jadi penunjang dan bisa memberikan materi tambahan kepada para siswa.

Baca JugaPandemi, Startup Edutech Makin Bersinar Nih!
 

Strategi & Tantangan

Meski diprediksi bakal punya prospek cerah, tapi startup edukasi juga dinilai tetap harus mengupayakan strategi berkolaborasi dengan institusi pendidikan.

Soalnya, hal ini jadi peluang besar yang harus dimanfaatkan, dibanding harus bersaing secara manual untuk memperebutkan pelanggan melalui diskon, promo, dan program lainnya.

Selain itu, ada tantangan juga nih buat startup edutech. Tantangan tersebut, menurut Dianta, yakni adanya upaya startup edutech untuk memberikan layanan gratis pada pelajar dan mahasiswa.

Sehingga, perlu ada kolaborasi dengan pihak lain atau menggunakan model bisnis yang sesuai seperti freemium agar tetap bisa mendapatkan cuan. Terakhir, strategi yang dinilai perlu digencarkan yaitu bagaimana caranya agar startup edukasi  lebih menyenangkan daripada sekolah online.

Baca Juga: PJJ Selama Sembilan Bulan, Efektif Kah?