Ini Deretan Startup Milik Softbank yang Mau dan Baru IPO

IPO - Pinterest

Like

Belum lama, heboh berita mengenai dua start up asal Indonesia yaitu Gojek dan Tokopedia yang akhirnya Merger dan dikabarkan akan segera IPO. Dua perusahaan tersebut merupakan startup unicorn asal indonesia yang didukung oleh Softbank lho

Sepeti yang kita ketahui, Softbank merupakan perusahaan induk konglomerat multinasional Jepang yang berkantor pusat di Minato, Tokyo. SoftBank memiliki saham di banyak perusahaan teknologi, energi, dan keuangan. 

Ada beberapa perusahaan lain yang didukung Softbak untuk segera dan baru saja IPO. Berikut adalah beberapa perusahaan tersebut: 

1. Tokopedia dan Gojek.

Setelah lama di kabarkan akan merger, tokopedia dan grab akhirnya dikabarkan telah menandatangani CSPA terkait merger. selanjutnya, yang dinanti nanti adalah IPO dua perusahaan softbank ini.

IPO atau initial public offering adalah tahap ketika sebuah perusahaan menawarkan sahamnya kepada publik untuk pertama kalinya. Gojek-Tokopedia dikabarkan akan segera dual listing IPO di bursa efek indonesia dan luar negri pada kuartal ke 4 tahun 2021 atau sekitar bulan Oktober hingga Desember. 

Baca Juga: Menuju Merger & IPO, Gojek-Tokopedia Teken CSPA Nih

2. Coupang

Perusahaan asal korea ini baru saja resmi terbuka untuk publik mulai tanggal 11 maret 2021 dibawah ticker CPNG. Menurut Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) Coupang menjual saham dengan harga antara US$32 dan US$34 per saham.


Saham Coupang akan diperdagangkan di Bursa Efek New York dan Pendiri sekaligus CEO Coupang Bom Suk Kim sendiri akan memegang semua saham Kelas B dari saham CPNG dan memiliki 76,7 persen kepemilikan setelah IPO.

Coupang adalah perusahaan e-commerce berasal dari korea selatan. Dijuluki Amazon-nya Korea Selatan, menawarkan produk dan pengiriman kepada pelanggan yang memenuhi syarat untuk opsi pengiriman satu hari.

3. Grab 

Perusahaan yang didirikan tahun 2012 ini dikabarkan akan IPO juga tahun ini melalui merger dengan perusahaan akuisisi bertujuan khusus (SPAC, Special Purpose Acquisition Company) di bursa Wall Street AS.

Langkah yang didukung softbank ini diperkirakan memiliki valuasi senilai hampir US$40 miliar atau setara dengan Rp560 triliun (kurs Rp14.000/US$). Hal tersebut akan menjadi merger SPAC terbesar yang pernah tercatat, lho!

4. Didi Chuxing 

Menurut Reuters, Perusahaan yang berbasis di Beijing ini kemungkinan akan membuka sahamnya untuk public pada paruh awal tahun 2021. Dari LatePost, target valuasi perusahaan ini antara US$ 60 miliar dan US$ 80 miliar. Didi sendiri memilih akan membuka sahamnya di Hong Kong daripada New York karena meningkatnya ketegangan perdagangan China-AS.

Namun, perusahaan ini belum mengeluarkan harga saham untuk publik dimana sebenarnya langkah tesebut adalah langkah akhir sebelum debut saham. Dalam IPO tersebut, bank akan membantu Didi menentukan harga dan menjual sahamnya kepada investor terakreditasi sebelum saham tersebut masuk ke pasar publik.

Pendukung perusahaan ini termasuk Softbank Group, e-commerce raksasa Alibaba Group Holding dan Tencent Holdings.

Didi Chuxing adalah perusahaan ride-hailing Tiongkok yang didirikan pada 2012 dan berkantor pusat di Beijing. Dengan hampir 600 juta pengendara dan puluhan juta pengemudi. Didi adalah penyedia layanan pemesanan kendaraan terkemuka di China. Pada 2016, Uber menjual operasinya di China kepada Didi dengan imbalan 17,5 persen saham di Didi.

5. Auto1 Group

Platform perdagangan mobil online Jerman Auto1 mengumumkan rencananya untuk mendaftar di Bursa Efek Frankfurt pada kuartal pertama 2021. Perusahaan yang didukung softbank sejak tahun 2018 ini mengumpulkan sekitar 1,8 miliar euro dari saham yang baru diterbitkan di IPO.

Dari press release nya, mereka menetapkan kisaran harga saham antara 32.00 euro sampai dengan 38.00 euro. Periode penawaran dimulai pada 26 Januari 2021 dan berakhir pada 02 Februari 2021.

Dari laporan Bloomberg, Dealer online tersebut menjual sekitar 650.000 mobil di lebih dari 30 negara Eropa dan mencatat pendapatan 3,5 miliar euro pada 2019. Pada kuartal ketiga tahun lalu, penjualan naik 90% menjadi 769 juta euro dan perusahaan melaporkan pendapatan 16 juta euro belum termasuk bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi.

Baca Juga: Shunji Sugaya, Penolak Tawaran Softbank dengan Kekayaan 990 Juta dolar AS