Big Cap vs Small Cap, Pilih Mana?

Sumber: pexels

Like

Pasti anda sering mendengar saham big cap alias saham blue chip dan small cap alias saham ‘gorengan’. Sering kali muncul pertanyaan untuk pilih saham big cap atau small cap ya?

Mana yang lebih baik? Masing masing tentu saja punya kelebihan dan kekurangan.

Namun, jika dilihat lebih detail, mana sih yang lebih menguntungkan? Apakah saham big cap yang likuiditasnya besar namun kurang lincah, atau small cap yang likuiditasnya kecil namun lincah?

Saham big cap atau saham blue chip adalah saham saham yang kapitalisasinya besar. Emiten big cap memiliki kapitalisasi pasar lebih besar dari Rp100 Triliun. Disebut sebagai blue chip karena disamakan dengan chip yang ada di kasino.

Chip yang nominalnya paling besar adalah berwarna biru. Maka disebutnya blue chip. 10 contoh big cap indonesia adalah BBCA, BBRI, TLKM, UNVR, BMRI, HMSP, ASII, TPIA, BRPT, dan ICBP.


Sedangkan, kebalikannya adalah small cap atau sering disebut saham ’gorengan’ dengan kapitalisasi pasar kurang dari Rp 1 triliun. Saham berkapitalisasi kecil ini sebenarnya bisa mendatangkan keuntungan.

Ciri-ciri small cap adalah pergerakan yang lincah dan cepat. Mudah naik, namun likuiditasnya kecil. 

Untuk mengetahui lebih lanjut, yuk simak ulasan kelebihan dan kekurangan tentang small cap dan big cap berikut: 

Kelebihan Big Cap

Pergerakan saham lebih lambat dan stabil
Saham saham big cap memiliki kapitalisasi pasar besar sehingga saham saham ini lebih ramai transaksikan trader. Saham yang ramai dan likuid memiliki pergerakan yang lebih stabil. Sehingga saham saham big cap tidak mudah naik dan turun dalam waktu yang sangat cepat dan tiba tiba.

Lebih rendah resiko
Karena pergerakannya yang lambat, maka saham saham big cap adalah tipe saham low risk karena naik turunnya relatif lebih stabil sehingga bisa menghindari fluktuatif saham yang terlalu tinggi

Likuiditas tinggi
Saham dengan kapitalisasi pasar yang tinggi biasanya memiliki likuiditas yang besar pula. Jika di saham big cap Anda bisa beli sebesar apapun yang kamu mau karena ramai diperdagangkan. Jadi ketika Anda beli Rp 1M, maka ada juga yang jual sebanyak itu.
 

Kelemahan Big Cap

Pilihan saham big cap yang sedikit
Di bursa efek, tidak banyak perusahaan big cap yang terdaftar. Dari ratusan jumlah saham, hanya 11 sampai 15 saham dengan market capital lebih dari 100 triliun. 

Harga sahamnya relatif mahal
Emiten big cap merupakan market leader dan saham yang ramai transaksinya. Sehingga harga sahamnya relatif mahal secara nominal.
 

Kelebihan Small Cap

Harganya relatif murah
Kebanyakan harga saham small cap murah. Umumnya harga saham small caps hanya di kisaran Rp50 sampai Rp500 per saham. Maka dengan modal Rp100 ribu anda sudah bisa mendapat jumlah lot yang banyak. 

Bisa naik puluhan persen
Likuiditas saham yang rendah membuat saham saham small cap mudah naik puluhan persen dalam waktu singkat. Saham saham yang bisa naik drastis dalam waktu singkat ini bisa dimanfaatkan trader untuk melakukan scalping, yaitu meraup profit menitan di market.

 

Kelemahan Small Cap

Pergerakannya tidak stabil
Pergerakan saham small cap sulit diprediksi dan tidak stabil. Meskipun saham sahamnya bisa naik puluhan persen, bukan berarti setiap hari saham saham small cap akan naik secepat itu.

Selain bisa naik dengan cepat, namun sahamnya juga bisa turun puluhan persen dalam waktu singkat pula. Maka resiko membeli saham small cap tinggi. 

Likuiditas yang minim
Saham small cap memiliki harga yang murah, namun saham yang beredar juga relatif minim. Likuiditasnya rendah, sehingga transaksi saham small cap tidak selalu ramai setiap hari. Jadi jika membeli terlalu besar saham yang tidak likuid, ada risiko sulit menjualnya jika likuiditas saham tersebut sedang sepi.

Lalu, mana yang lebih baik?
Saham big cap maupun small cap memiliki kelebihan dan kekurangan masing masing. Sebaiknya disesuaikan dengan gaya investasi masing masing. Saham big cap direkomendasikan untuk para pemula maupun investor dengan profil risiko rendah karena menawarkan stabilitas dan profitabilitas yang lebih konkret.

Dengan begitu, saham blue chip ini juga sangat cocok untuk investasi jangka panjang. 

Sedangkan saham small cap cocok dan lebih terjangkau bagi investor bermodal kecil. Beberapa growth stock favorit saat ini mencangkup saham small cap yang bergerak di bidang teknologi ramah lingkungan dan high tech. Tapi small cap membawa konsekuensi risiko lumayan besar. 

Investor yang memiliki target jangka panjang atau pemburu dividen akan lebih cocok dengan saham big cap. Sedangkan growth investor dan trader jangka pendek dapat memilih emiten small cap yang dinilai punya prospek pertumbuhan lebih baik. 

Jadi, kamu pilih blue chip atau saham gorengan?