Dikenal Sebagai "Wolf of Wall Street", Begini Saran Investasi dari Jordan Belfort

Saran Investasi dari Jordan Belfort Illustration Web Bisnis Muda - Pinterest

Like

Film Wolf of Wall Street yang rilis tahun 2013 memang meledak di pasaran. Lalu, sebenarnya gimana sih cara berinvestasi sosok asli Wolf of Wall Street, Jordan Belfort?

Nama Jordan Belfort menjadi salah satu stockbroker paling terkenal sejagat Wall Street. Setelah sukses dengan investasi, buku, hingga film Wolf of Wall Street yang terinspirasi dari kisahnya, kini Jordan Belfort punya film dokumenter baru untuk layanan streaming Discovery+ lho, Be-emers.

Film dokumenter Jordan Belfort tersebut menceritakan tentang naik-turunnya saham GameStop secara liar, yang notabene juga bikin heboh banyak pihak saat itu. Hayoo, masih pada ingat enggak sama lonjakan saham GameStop?

Dilansir dari New York Post, Jordan Belfort pun menyoroti soal kekuatan investor ritel dan peluang cuannya dalam berinvestasi. Nah, apa aja sih saran yang diberikan Jordan Belfort dalam hal investasi?
 

Tetap Berhati-hati

Belajar dari kasus GameStop, yang mana banyak investor ritel hingga yang masih amatir begitu memburu saham tersebut, Belfort justru menyarankan untuk lebih berhati-hati.

Misalnya, ada sebuah saham yang diperdagangkan 20 kali lipat tanpa alasan, ia menilai, hal itu mungkin enggak akan berakhir dengan baik. Menurutnya, jika kamu bermain dalam permainan seperti itu, hal tersebut lebih seperti berjudi daripada berinvestasi.


Ia pun mengungkapkan, kekhawatiran terbesarnya adalah jika semua orang berpikir ini hanya cara termudah untuk menjadi kaya. Apalagi jika setiap orang memasukkan semua uang mereka dan itu bisa menjadi sangat buruk.
 

Short Selling yang Tepat

Menurut Belfort, salah satu mitos terbesar bagi kebanyakan orang adalah mereka enggak bisa membedakan short selling dan short funds.

Di satu sisi, Belfort enggak berpikir pasar bisa berjalan tanpa short selling. Masalahnya adalah, enggak kayak investasi jangka panjang, sebenarnya cukup mahal untuk melakukan short selling secara relatif.

Baca Juga: Ramai Pro-Kontra Transaksi Short Selling, Apa Itu?

Makanya, jika ingin melakukan short selling, Belfort menyarankan agar harus tepat pada waktu yang tepat. Soalnya, aksi short selling sendiri juga bisa mempercepat jatuhnya saham.

 

Melek Finansial

Belfort menilai, satu hal yang bisa bikin kamu malu ketika sudah terlanjur terjun ke dalam dunia investasi yakni enggak melek finansial! Padahal, pengetahuan soal finansial itu penting banget kamu miliki lho, Be-emers.

Apalagi, kini internet bisa memberikan banyak informasi terkait finansial. Setidaknya, Belfort mengatakan kamu perlu memahami apa yang akan kamu beli, mengapa barang-barang terus berjalan, mengapa barang-barang turun, dan sebagainya.

Kamu harus mendidik diri sendiri dan ketahui apa yang diinvestasikan, mengapa hal-hal naik, mengapa turun. Selain itu, Belfort juga berkata, pelajari hal-hal gaya Warren Buffet.

Baginya, enggak masalah saat kamu berusia 20-an, kamu kehilangan semuanya dan mungkin bisa membuatnya kembali lagi. Namun, hal itu mulai berubah pada usia 30-an, dan kamu membangun keluarga.

Di usia yang makin matang, kamu akan semakin memikirkan keuangan yang lebih matang. Belfort pun berpikir, ada banyak hal baik yang datang dari investasi, selama hal itu disesuaikan dengan penelitian dan diversifikasi.

Baca Juga: Ini Rahasia Warren Buffet Sukses Berinvestasi Sejak Umur 11 Tahun