Cerita Saham Sepekan: Persiapan Bursa Sambut Startup Unicorn

Persiapan Bursa Sambut IPO Unicorn Illustration Web Bisnis Muda - Canva

Like

Pergerakan bursa dalam negeri memang masih cukup fluktuatif. Namun, kehadiran startup unicorn dinilai akan jadi sentimen baru yang bisa membangkitkan pergerakan bursa.

Berdasarkan data RTI Business, selama tiga bulan belakangan, Indeks Harga Saham Gabungan telah terkoreksi hingga -6,04 persen nih, Be-emers. Bahkan, sepanjang sepekan terakhir, IHSG yang bergerak fluktuatif masih turun tipis yakni sebesar -0,40 persen.

Menariknya nih, dikutip Bisnis, Head of Equity Research BNI Sekuritas Kim Kwie Sjamsudin memprediksi kalau bursa akan lebih baik di pertengahan semester II/2021 seiring dengan adanya sentimen positif dari rencana IPO perusahan unicorn.

Kehadiran startup unicorn dinilai bisa berpotensi mendorong IHSG untuk lebih agresif karena bakal memperbesar eksposur sektor digital hingga 15 persen nih, Be-emers.

 

Persiapan Bursa Sambut IPO Unicorn Illustration Web Bisnis Muda - Canva




Kabar Initial Public Offering (IPO) dari sejumlah startup unicorn seperti entitas merger Gojek-Tokopedia (GoTo) dan Bukalapak memang sudah tersiar kencang sejak awal tahun 2021 ini.

Rencana startup unicorn untuk melantai di bursa rupanya enggak main-main. Sejak awal Juni 2021, Bursa Efek Indonesia (BEI) pun sudah mengkonfirmasi kalau ada satu perusahaan unicorn di sektor e-commerce yang telah mendaftarkan diri untuk melantai di BEI.

Diketahui dari laman Bisnis, Bukalapak diprediksi bakal jalani masa bookbuilding dan roadshow pada 28 Juni 2021.

Sementara itu, IPO Bukalapak di bursa dalam negeri direncanakan pada 29 Juli 2021 mendatang dengan kode saham BUKA dan melepas sebanyak-banyaknya 25 persen dari total modal yang disetor dan ditempatkan nih, Be-emers.

Baca Juga: Wah, Jadwal IPO Bukalapak Terungkap!
 

Persiapan Bursa

Seiring dengan makin banyaknya startup unicorn yang mau IPO, BEO pun dikabarkan tengah melakukan sejumlah penyesuaian kebijakan nih, Be-emers. 

Dilansir informasi dari laman Bisnis, Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna menuturkan kalau saat ini BEI tengah melakukan revisi Peraturan BEI No.1-A untu mengakomodasi IPO unicorn.

Di peraturan tersebut, disebutkan kalau calon emiten wajib membukukan laba usaha, paling tidak setahun terakhir dan punya Net Tangible Asset (NTA) minimal Rp100 miliar.

Nah, menyambut unicorn di bursa, regulasi tersebut akan disesuaikan dengan mencantumkan liam alternatif, antara lain:
  • NTA dan Laba usaha
  • Agregat laba sebelum pajak 2 tahun terakhir dan nilai kapitalisasi pasar
  • Pendapatan dan nilai kapitalisasi pasar
  • Total aset dan nilai kapitalisasi pasar
  • Arus kas kumulatif 2 tahun terakhir dan nilai kapitalisasi pasar
  •  
  • Adapun, alternatif persyaratan tersebut dikabarkan bakal disesuaikan dengan best practice yang sebelumnya sudah pernah diterapkan di bursa lain nih, Be-emers.

Jadi, kamu bakal tertarik untuk koleksi saham unicorn belum nih, Be-emers?