Kini, Mall Cuma Boleh Buka Hingga Pukul 5 Sore Lho!

Mall Illustration Web Bisnis Muda - Canva

Like

Di tengah lonjakan kasus Covid-19, pemerintah kembali memperketat aktivitas masyarakat dengan beberapa aturan baru, nih. Salah satunya yang diterapkan pada pusat perbelanjaan dan restoran.

Waktu operasi pusat perbelanjaan dibatasi hanya hingga pukul 17.00 dan restoran hanya diizinkan untuk melayani pesanan take away (bawa pulang) hingga pukul 20.00 setiap harinya.

Alphonsus Widjaja, Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), menjelaskan bahwa pembatasan tersebut tidak akan efektif kalau hanya berlaku pada fasilitas yang memiliki kemampuan dan telah menerapkan protokol kesehatan dengan ketat, disiplin, dan konsisten seperti pusat perbelanjaan.

Padahal, saat ini tingkat penyebaran tertinggi berasal dari lingkungan dan komunitas yang lebih kecil, lho. Jadi, pembatasan juga harus dilakukan berbasis mikro dan ditegakkan hingga tingkat paling kecil di lingkungan masyarakat.

Baca Juga: Lockdown vs PPKM Mikro, Mana yang Lebih Oke untuk Indonesia?


Dengan diberlakukannya aturan tersebut, diperkirakan gerak perekonomian akan terdampak besar. Dunia usaha pun akan kembali terpukul dan akhirnya terpuruk.

Menurut Alphonsus, kebijakan atas lonjakan kasus Covid-19 yang diputuskan tidak efektif hanya akan menyia-nyiakan pengorbanan besar di bidang ekonomi.

Namun, ia dan APPBI menjelaskan bahwa mereka akan mendukung setiap kebijakan yang diambil oleh pemerintah, selama dirasa efektif untuk menekan laju peningkatan kasus positif Covid-19 ini.

Saat ini, tingkat kunjungan masyarakat ke pusat perbelanjaan masih berada di angka 70 hingga 80 persen. Dengan adanya kebijakan pembatasan waktu operasional pusat perbelanjaan, tingkat kunjungan masyarakat diperkirakan akan turun ke angka 10 persen saja.

Namun, pemerintah tetap harus mengkaji ulang efektivitas dari kebijakan pembatasan pusat perbelanjaan ini terhadap jumlah kasus Covid-19.

Be-emers, tetap patuhi protokol kesehatan dan tetap di rumah saja jika tidak ada kebutuhan mendesak, ya!

Baca Juga: Ilmuwan Asing Terakhir di Lab Wuhan Ini Ungkap Sejumlah Hal Soal Covid-19