Siap Sambut Raksasa Startup GoTo dan Bukalapak, Ini yang Dilakukan BEI

Persiapan Bursa Sambut Bukalapak dan GoTo Illustration Bisnis Muda - Image: Bukalapak & Gojek

Like

Sebentar lagi, bursa dalam negeri bakal kedatangan dua raksasa startup, apalagi kalau bukan GoTo dan Bukalapak. Sudah sejauh mana persiapan Bursa Efek Indonesia (BEI)?

BEI dikabarkan hampir menyelesaikan perombakan besar-besaran aturan listing untuk membuka jalan bagi raksasa startup Asia Tenggara dari Bukalapak dan entitas merger Gojek-Tokopedia yakni GoTo.

Dari catatan bursa, Bukalapak diketahui bakal Initial Public Offering (IPO) pada 29 Juli 2021. dan sudah menjalani masa bookbuilding dan roadshow mulai 28 Juni 2021. Sementara itu, GoTo kabarnya sih akan mulai IPO pada Agustus 2021 nih, Be-emers.

Baca Juga: Wah, Jadwal IPO Bukalapak Terungkap!

 

Persiapan Bursa Sambut Bukalapak dan GoTo Illustration Bisnis Muda - Image: Gojek


Persiapan Peraturan Sambut IPO Startup Unicorn

Menurut Komisaris BEI Pandu Sjahrir, BEI kini sedang menyelesaikan rincian peraturan baru yang akan memungkinkan perusahaan untuk go public dengan beberapa kelas saham dengan hak suara yang berbeda.


Dilansir Bloomberg, pihak BEI juga bakal melonggarkan pembatasan pada perusahaan yang merugi, di antara perubahan lainnya. Nah, dengan begitu, Bukalapak nanti bakal jadi unicorn pertama yang memanfaatkan peraturan baru BEI.

Bloomberg mencatat, Indonesia bergabung dengan bursa-bursa lainnya dalam melonggarkan peraturan untuk menarik perusahaan rintisan yang sering merugi, tetapi sangat dicari oleh perusahaan rintisan dengan pertumbuhan cepat.

Indonesia, yang nilai pasar sahamnya senilai US$450 miliar melampaui Singapura, memang sedang menuju tahun yang luar biasa. Enggak cuma persiapan menyambut startup unicorn, bursa juga kedatangan 22 perusahaan yang IPO sepanjang tahun berjalan.

Bahkan, selain Bukalapak dan GoTo, masih ada tiga perusahaan lokal lainnya dengan nilai gabungan sekitar US$2 miliar yang siap tampil. Adapun, Bukalapak yang kini didukung Microsoft Corp dapat mengumpulkan setidaknya US$ 500 juta dalam IPO.

Data yang dikumpulkan oleh Bloomberg menunjukkan, semua hal tersebut bisa mendorong perolehan IPO tahun ini hingga di atas US$ 1,02 miliar, yang tercatat di sepanjang 2019. Dengan begitu, hal tersebut bakal menjadikan tahun 2021 sebagai salah satu tahun terbaik untuk IPO Indonesia dalam satu dekade terakhir!

Adapun, Pandu menilai, bursa dan regulator keuangan memandang IPO teknologi sebagai “game changer” yang bakal menarik lebih banyak investor ritel.

Kalau Bukalapak dan GoTo sudah IPO, mana yang sahamnya bakal kamu koleksi?

Baca Juga: Gimana Sih Cara Beli Saham IPO?