Mengenal Apa Itu Yield dalam Obligasi

Apa Itu Yield dalam Obligasi Illustration Web Bisnis Muda - Image: Canva

Like

Salah satu tujuan sekaligus manfaat dari obligasi adalah membawa keuntungan. Dalam obligasi, keuntungan atau imbal hasil yang didapat oleh investor dikenal dengan istilah yield

Secara umum, yield merupakan keuntungan yang diharapkan oleh investor dalam persentase per tahun. Dikutip Investopedia, arti yield sendiri sebenarnya mengacu pada pendapatan yang dihasilkan dan direalisasikan pada investasi selama periode waktu tertentu.

Yield pun dinyatakan sebagai persentase berdasarkan jumlah yang diinvestasikan, nilai pasar saat ini, atau nilai nominal sekuritas. Oh iya, yield juga termasuk bunga yang diperoleh atau dividen yang diterima lho.

Nah, dilansir dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), investor dapat memperoleh tiga macam yield, seperti Current Yield, Yield to Maturity, dan Capital Gain.

Yuk, kita cari tahu, yield dalam obligasi!


Baca juga: Yuk, Kenali Apa Itu Obligasi?

 

Current Yield

Istilah ini merujuk pada keuntungan yang diperoleh dari pembayaran kupon. Dalam kata lain, yield tersebut dihitung berdasarkan jumlah kupon yang diterima selama satu tahun dari harga obligasi.

Untuk menghitung Current Yield, nilai nominal dari kupon (bunga) tahunan yang diterima investor dibagi dengan harga obligasi. Hasil dari Current Yield tersebut merupakan imbal hasil atau keuntungan Be-emers sebagai investor selama 1 tahun.

 

Apa Itu Yield dalam Obligasi Illustration Web Bisnis Muda - Image: Canva

 

Yield to Maturity (YTM)

Time to Maturity atau jatuh tempo menjadi salah satu faktor penting dalam obligasi. Jatuh tempo sendiri merupakan jangka waktu pokok dari obligasi yang harus dilunasi.

Jika Be-emers sebagai investor memegang obligasi sampai waktu jatuh tempo, besar kemungkinan Be-emers akan mendapatkan keuntungan berupa Yield to Maturity (YTM).
 

Capital Gain

Sebagai salah satu jenis obligasi, ORI atau Obligasi Ritel Indonesia--yang biasa disebut juga sebagai Obligasi Negara Ritel--merupakan jenis obligasi yang diterbitkan dengan cara penawaran terbuka bagi publik.

Selain itu, ORI dapat memberikan keuntungan berupa kupon atau imbal hasil tetap (fixed rate). Keuntungan lain sekaligus menjadi karakteristik dari ORI adalah obligasi jenis ini bisa diperdagangkan kembali di pasar sekunder bursa (tradeable).

Dari pasar sekunder itu lah investor obligasi akan mendapatkan imbal hasil yang kemudian disebut Capital Gain. Menurut OJK, Capital Gain merupakan keuntungan yang diperoleh dari selisih harga beli dengan harga jual sebuah obligasi.

Imbal hasil atau yield dalam obligasi sangat tergantung juga pada harga obligasi di pasar. Oleh karena itu, sejumlah faktor seperti suku bunga acuan hingga nilai tukar rupiah dapat mempengaruhi harga obligasi dan tentunya keuntungan yang akan diperoleh Be-emers sebagai investor.

Penting pula bagi investor untuk selalu memantau keadaan ekonomi hingga jenis obligasi sebelum memutuskan untuk membeli dan berinvestasi obligasi.

Baca juga: Ketahui Manfaat dan Risiko dari Obligasi