Kenapa Harus PHK?

sumber :republika.co.id

Like

Pandemi COVID-19 memiliki dampak sangat besar terhadap perekonomian negara. Bahkan, dampaknya dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, terutama karyawan-karyawan swasta.

Perusahaan banyak yang harus memilih PHK sebagai solusi agar dapat menyelamatkan perusahaan dari kebangkrutan. Pemimpin perusahaan tentunya memiliki karakter yang berbeda, contohnya pemimpin perusahaan saya. Saya akan sedikit bercerita kenapa beliau saya anggap sebagai salah satu pemimpin perusahaan yang memenuhi syarat sebagai local heroes dan sociopreneur yang mengagumkan.

Perusahaan tempat saya bekerja adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang bakery di Surabaya. Seperti kita ketahui bersama, bahwa Surabaya merupakan salah satu kota dengan kasus positif tertinggi di Indonesia. Dengan imbas dari pandemi ini, sangat mempengaruhi omzet dari perusahaan bakery tempatku bekerja.

Lalu, apa yang dilakukan oleh pimpinan saya? Apakah melakukan PHK secara besar-besaran seperti banyak tempat kerja lain? Tentu tidak. Inilah kebijakan-kebijakan luar biasa yang diambil oleh pimpinan perusahaan saya :
 

1.Pengurangan jam kerja

Langkah ini diambil agar karyawan tetap bisa bekerja tanpa harus di-PHK. Pengurangan jam kerja dari 9 jam menjadi 7 jam kerja, tentunya berpengaruh juga dengan persentase gaji yang diterima. Meskipun ada pemotongan gaji, setidaknya masih saling menguntungkan antara karyawan dan juga perusahaan.
 

2.Penambahan sistem pengiriman dan penerapan protokol kesehatan yang ketat

Sesuai anjuran pemerintah mengenai ketentuan protokol kesehatan selama pandemi COVID-19, seluruh usaha makan tidak diperbolehkan memberikan fasilitas makan ditempat. Sehingga, sistem pengiriman sangatlah perlu dalam masa pandemi seperti ini.


Perusahaan menambahkan armada pengiriman dan juga kuota pengiriman setiap harinya agar customer tidak perlu lagi repot-repot untuk datang ke store. Selain itu, protokol kesehatan juga diterapkan dengan sangat ketat di lingkungan karyawan, seperti wajib menggunakan masker, menjaga jarak antar pekerja minimal 1 meter, dan sering melakukan cuci tangan.

Semua ini dilakukan agar tidak sampai mendapatkan sanksi penutupan seperti yang terjadi pada tempat-tempat lain yang tidak menerapakan protokol kesehatan (contoh berita pada Bisnis.com 19 juni 2020: penulis Peni Widarti,  tetang penutupan tempat hiburan karena tidak menerapakan protokol kesehatan)
 

3.Fasilitas dan kemudahan khusus kepada karyawan

Selama masa pandemi, seluruh karyawan mendapatkan masker dan juga multivitamin setiap hari. Karyawan hamil diberi waktu rehat dengan tetap digaji. Karyawan yang sakit juga akan mendapatkan waktu rehat, sekaligus biaya berobat dan bantuan sembako.
 

4.Penambahan promo khusus

Produk yang dijual pun mengikuti kebutuhan selama masa pandemi. Promo khusus dalam sistem order online pun diberikan promo yang menarik, sehingga tetap banyak customer yang melakukan pemesan via online.
 

5.Tetap Berbagi

Ini poin penting yang membuat saya harus kagum kepada pimpinan saya. Meskipun kondisi keuangan mungkin tidak sebaik kondisi normal, pimpinan saya tetap menyisihkan dana khusus untuk membantu sesama.

Contohnya, dengan cara membagikan sembako gratis secara rutin dengan kuota khusus kepada driver ojol dan orang-orang yang membutuhkan di sekitar store, seperti pemulung, tukang becak, dan penjual warung kecil.

Khusus promo pemesanan via Grabfood dan GoFood, perusahaan akan langsung memberikan free 2 pcs roti untuk para driver sebagai bonus untuk mereka. Selain itu, perusahaan juga memberikan supply roti gratis untuk konsumsi beberapa tenaga medis di beberapa rumah sakit yang khusus menangani kasus COVID-19.

Pemimpin kami, selama masa pandemi ini, banyak meminta pendapat kepada kami para karyawan untuk memberikan ide atau solusi bersama agar bisa melalu kondisi pendemi ini, Beliau selalu berkata, “kita berada pada satu kapal yang sama, jadi agar kapal ini tetap kokoh, kita harus berjalan bersama-sama,"