Mengenal Uptrend dan Downtrend pada Saham

Mengenal Uptrend dan Downtrend pada Saham Illustration Web Bisnis Muda - Image: Canva

Like

Jika kamu mendalami dunia saham, pasti istilah uptrend dan downtrend sudah tidak terdengar asing lagi kan, Be-emers? Menganalisis kedua hal tersebut merupakan hal yang penting dan menjadi kunci dalam mengidentifikasi dan menganalisa suatu tren.

Seperti yang kita tau, harga saham pada pasar modal pasti selalu mengalami naik turun atau fluktuasi. Pasar modal juga memiliki dasar untuk memberikan acuan dalam menentukan harga pasar. Hal tersebut memunculkan pola pergerakan saham, bisa naik, turun, ataupun datar.
 

Uptrend

Menurut Investopedia, uptrend menggambarkan pergerakan harga saham ketika naik secara keseluruhan. Harga saham bisa dikatakan mengalami uptrend jika mengalami sederetan peak atau puncak dan trough atau lembah yang bergerak naik. Semakin banyak puncak dan lembah, maka semakin kuat sinyal dari uptrend tersebut.
 

Grafik Uptrend Illustration Web Bisnis Muda - Image: mql5


Nah, kondisi uptrend sendiri dapat berakhir jika terjadi lembah yang lebih rendah dibandingkan lembah yang sebelumnya. Kondisi lembah akan cenderung terlihat naik ketika dilihat dalam periode yang lebih panjang.

Saat harga saham mengalami uptrend, sebagai investor dan trader, kamu bisa membeli saham saat trend tersebut telah berlangsung lama dan menunjukkan nilai yang stabil. Sebaiknya, kamu tidak buru-buru membeli saham saat uptrend baru berlangsung karena dikhawatirkan tidak stabil dan harga cepat jatuh.
 

Downtrend

Kebalikan dari uptrend, kondisi downtrend menggambarkan harga saham yang cenderung mengalami penurunan. Dilansir dari Edusaham, downtrend harus mengalami peak dan trough yang kian menurun.
 

Grafik Downtrend Illustration Web Bisnis Muda - Image: mql5



Menurut Babypips yang merupakan seorang trader, ketika harga saham mengalami downtrend, ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan.

Kamu bisa melakukan short selling. Nah, short selling sendiri merupakan kegiatan meminjam saham dan langsung menjualnya kembali, namun, kamu harus berjanji dan berkomitmen untuk membeli kembali saham yang kamu jual tersebut. 

Biasanya, cara ini dilakukan oleh investor yang sudah berpengalaman, Be-emers. Kalau tren-nya menurun terus, kamu tetap akan mendapatkan untung berupa selisih harga jual saham dengan harga beli di kemudian hari.

Selain itu, kamu juga bisa melakukan perhitungan moving average dari harga saham. Kamu bisa menganalisis kondisi harga saham di masa depan, apakah akan terus menurun atau tidak. Jika menurun, maka kamu bisa menjual saham milikmu sebelum harganya anjlok.

Jadi gimana, udah tau kan apa yang harus dilakukan saat terjadi uptrend dan downtrend saham?