Sempat Tren, Apa Perbedaan Startup dan Perusahaan Konvensional?

Perbedaan Startup dan Perusahaan Konvensional. (Ilustrasi: Canva)

Like

Dunia kerja terus berkembang dan sektornya semakin beragam. Muncul istilah baru yaitu perusahaan startup. Apa bedanya dengan korporasi?

Startup mulai ramai dan dikenal masyarakat luas di Indonesia pada sekitar tahun 2015. Sementara itu, startup sendiri sudah berkembang sejak lama di luar negeri.

Sesuai namanya, startup adalah perusahaan yang masih merintis. Dengan kata lain perusahaan ini baru saja berdiri.

Kini startup diidentikkan dengan perusahaan teknologi karena kebanyakan startup menggunakan aplikasi. Padahal startup tidak selalu perusahaan teknologi.

Startup menambah keragaman dunia kerja, di tengah sulitnya mendapatkan pekerjaan di perusahaan konvensional atau korporasi.
 

Perbedaan Startup dan Perusahaan Konvensional



Perusahaan konvensional atau korporasi menjadi prioritas utama banyak orang dalam mencari pekerjaan. Dengan munculnya perusahaan startup, banyak yang beralih bekerja di perusahaan startup.

Apa perbedaan antara perusahaan startup dan perusahaan konvensional atau korporasi?
 

1. Sistem Perusahaan 


Seperti namanya yang berarti perusahaan rintisan, startup bisa dibilang masih mencari jati diri. Seseorang yang masih mencari jati diri berarti belum mengenal dirinya.

Dengan kata lain, jika diaplikasikan dalam perusahaan berarti belum memiliki sistem dan model bisnis yang jelas. Mereka masih mencari dengan eksperimen.

Berbeda dengan korporasi, karena sudah lama berdiri pasti sudah memiliki sistem yang jelas. Model bisnisnya juga sudah berjalan dengan baik.

Lama waktu berdiri juga bisa menjadi penanda bahwa sistem yang dijalankan oleh korporasi tersebut cukup baik. 

Baca Juga: Semakin Berkembang, Dari Mana Sumber Pendanaan Startup?
 

2. Ritme dan Budaya Kerja


Ritme dan budaya kerja startup dan korporasi sangat berbeda. Startup dikenal dengan ritme kerja yang cepat karena banyak melakukan eksperimen.

Startup juga belum memiliki sistem yang tetap sehingga dalam bekerja dituntut serba cepat. Itu juga yang mempengaruhi budaya kerja di startup.

Sedangkan di korporasi yang semuanya sudah tersistem dengan baik lebih terorganisir. Semua sudah ada skemanya sehingga bisa lebih santai atau slow-paced.

Budaya kerja di korporasi juga berbeda, disini meski lebih santai pekerjaan harus tetap diutamakan sesuai dengan sistem. Selain itu hubungan antar karyawan sedikit lebih teratur dan saling menghormati.
 

3. Koordinasi Lintas Jabatan


Startup dituntut serba cepat untuk segala hal, maka dari itu pula membutuhkan koordinasi yang cepat apalagi jika lintas divisi. 

Bahkan di startup jabatan tidak terlalu penting dalam koordinasi pekerjaan. Kamu bisa langsung berdiskusi dengan CEO tanpa melalui sistem tertentu.

Berbeda dengan korporasi yang memiliki sistem dan hierarki tertentu. Di korporasi tidak bisa sembarangan koordinasi atau set meeting dengan direktur.

Koordinasi lintas jabatan dapat dilakukan jika memiliki jabatan yang bersinggungan langsung atau melapor ke board of director.
 

4. Pendanaan


Perusahaan startup yang masih merintis juga masih berusaha dalam pendanaannya. Startup mengandalkan pendanaan dari investor.

Pendanaan tersebut bisa tidak pasti setiap periodenya. Jika tidak ada investor yang tidak mau mendanai maka perusahaan tidak akan bisa jalan.

Baca Juga: Sebelum Kerja Di Startup, Pertimbangkan 5 Hal Ini!
 

5. Jam Kerja


Di korporasi, jam kerjanya terikat selama 8 jam dan dengan waktu yang sudah ditentukan. Biasanya dari pukul 8 pagi hingga 5 sore.

Sedangkan startup jam kerjanya lebih fleksibel dan bisa jadi berbeda antara satu orang dengan yang lainnya. Apalagi banyak startup saat ini sudah menerapkan WFA atau work from anywhere.

Meski sama-sama harus memenuhi 8 jam kerja, startup tidak mengatur waktu pasti kerjanya. Bisa jadi A mulai kerja pukul 8 pagi, tapi B baru mulai kerja pukul 10 pagi.

Mau tulisanmu dimuat juga di Bisnis Muda? Kamu juga bisa tulis pengalamanmu terkait investasi, wirausaha, keuangan, hingga lifestyle di Bisnis Muda dengan klik “Mulai Menulis”.

Submit artikelnya, kumpulkan poinnya, dan dapatkan hadiahnya!

Gabung juga yuk di komunitas Telegram kami! Klik di sini untuk bergabung.