Cara-cara Mengatur Keuangan Keluarga di Masa Pandemi

Mencatat pemasukan dan pengeluaran (Sumber gambar: Pixabay)

Like
Siapa yang menyangka jika keadaan akan seperti sekarang. Kebutuhan tetap harus dipenuhi, sementara ekonomi mengalami kelesuan. Tak hanya dirasakan para pelaku wirausaha, bahkan pegawai yang punya gaji saja keteteran. Jadinya, untuk menyiasatinya, semua harus pandai-pandai mengatur keuangan.

Begitu juga dengan saya. Berawal dari bulan Ramadhan lalu hingga sekarang, sebisa mungkin, saya dan suami mengatur keuangan dengan lebih ketat lagi daripada biasanya. Dan sebisa mungkin juga, kami tidak mencairkan investasi apa pun yang kami punya.

Sebab kami yakin, keadaan pandemi ini masih akan berlangsung lama. Mungkin sampai akhir tahun 2021. Atau malah bisa lebih. Padahal, kami punya 4 anak yang masih perlu biaya. Terutama biaya pendidikannya.

Berikut ini beberapa cara yang saya dan suami lakukan dalam hal mengatur keuangan di masa pandemi sekarang ini.
  1. Mencatat Sekecil Apa Pun Uang Pemasukan dan Pengeluaran. Suami saya adalah pegawai swasta yang penghasilannya tetap. Tapi sejak pandemi, karena bekerjanya tak selalu tiap hari di kantor, dan ada bagian kerja dari rumah, gajinya jadi tidak sebesar biasanya. Ada pun saya adalah seorang freelancer. Penghasilan saya tidak tetap. Dan sejak pandemi, penghasilan saya lumayan turun. Mencatat sekecil apa pun uang yang kami terima dan kami keluarkan membuat kami bisa tahu secara tepat berapa pemasukan dan pengeluaran per bulannya. 
  2. Sering-sering Mengecek Keuangan. Setelah punya catatan pemasukan dan pengeluaran uang, saya dan suami jadi gampang mengecek kondisi keuangan rumah tangga kami. Jadinya, jika nanti terjadi pengeluaran yang lebih besar di suatu bulan, kami bisa mengecek di pos apa uang yang terhambur itu. Jika memungkinkan, misalnya pengeluaran yang bengkak itu termasuk yang sifatnya konsumtif, itu menjadi bahan koreksi di bulan berikutnya. Bahkan jika catatan keuangan mulus pun, kami tetap mengeceknya.
  3. Membelanjakan Uang Berdasarkan Skala Prioritas. Langkah ini pasti dilakukan semua keluarga. Belanja berdasarkan skala prioritas. Yaitu menggolongkan barang atau jasa yang akan dibeli mulai dari yang paling dibutuhkan hingga yang paling tidak dibutuhkan. Berdiam di rumah aja bisa menjadi cara paling ampuh di dalam menjalankan langkah ketiga ini. Kita jadi hanya fokus pada kebutuhan pokok. Tak perlu beli makanan dan minuman mahal. Dan tak tergoda belanja hal lain yang sifatnya konsumtif. Di samping tentunya kita juga membantu pemerintah dalam menurunkan angka penularan Covid19. Ah ya, di sini juga saya dan suami sangat menekan pengeluaran yang sifatnya latte factor. Hal-hal kecil yang terlihat sepele, tapi jika dijumlahkan jadi lumayan besar. Contohnya ngambil uang di ATM yang beda bank. Karena jaraknya yang lebih dekat, misalnya. Biaya charge-nya mungkin cuma 7 ribu rupiah. Tapi jika ini dilakukan terus, lumayan juga kan?! 
  4. Tetap Menabung Meski Sedikit. Susah memang untuk menabung di masa ekonomi lesu seperti sekarang. Penghasilan kita banyak berkurang. Sementara kebutuhan susah untuk ditekan. Saya dan suami tetap menabung, walopun itu cuma 100 ribu rupiah per bulan, misalnya. Kita tidak tahu juga kan kapan pandemi berakhir. Jadi walau pun hanya 100 ribu per bulan, jika pandemi berjalan setahun saja, lumayan kan tabungan nambah 1,2 juta rupiah. Menabung ini juga sebagai upaya meneruskan kebiasaan baik. Jika di masa pandemi ini kebiasaan menabung terhenti, kami takut nantinya jadi terbiasa tidak menabung. 
  5. Tidak Stres dan Tetap EnjoyIni tak kalah penting. Kita mengatur uang dengan baik, tapi kitanya gak enjoy, rasanya percuma. Kita malah stres. Untuk hal ini, sesekali memanjakan diri dan keluarga itu perlu. Tapi perlu diingat. Sekarang sedang masa pandemi. Budget untuk memanjakan diri dan keluarga tidak bisa sebesar dan sesering di masa sebelumnya. Sebisa mungkin juga dilakukannya di rumah saja. Saya dan keluarga begitu. Karena keluarga suka pizza, memanjakan diri dan keluarganya dilakukan dengan cara saya masak pizza sendiri. Di bulan yang lainnya, kami makan siang dengan cara beli makanan secara online. Tapi tentu, semua diberi budget terbatas.

Itu dia beberapa cara yang saya lakukan di dalam mengatur keuangan di masa pandemi ini. Alhamdulillah, sejauh ini berjalan baik. Semoga bermanfaat.