Jenis-Jenis Saham Berdasarkan Kualitasnya

Running trade saham : Sumber. google images

Like

Saham adalah salah satu instrumen investasi yang populer di pasar modal. Saham dapat diklasifikasikan berdasarkan kualitasnya.

Nah, berikut 8 jenis saham yang bisa dilihat dan kamu pertimbangkan berdasarkan kualitiasnya.
 

1. Saham Blue Chip

Saham blue chip merupakan saham dari perusahaan besar dan terkenal dengan reputasi baik dan kinerja yang stabil.

Perusahaan-perusahaan yang menerbitkan saham blue chip umumnya sudah beroperasi selama bertahun-tahun dan memiliki keuntungan yang konsisten. Saham blue chip cenderung menjadi investasi jangka panjang yang stabil dan likuid.

Baca Juga: Apakah Saham Indeks LQ45 Semuanya Masuk Kategori Blue Chip?
 

2. Saham Growth

Saham ini memiliki potensi pertumbuhan yang lebih cepat dari rata-rata industri. Perusahaan-perusahaan yang menerbitkan saham growth biasanya berada di masa pertumbuhan dan memiliki potensi laba yang tinggi.


Di satu sisi, saham growth lebih berisiko daripada saham blue chip karena pertumbuhan perusahaan belum teruji. Namun, saham growth memiliki potensi keuntungan yang lebih besar.
 

3. Saham Value

Saham ini memiliki fundamental baik. Namun, belum mendapatkan pengakuan yang seharusnya dari pasar.

Saham value biasanya diperdagangkan dengan harga lebih rendah dibandingkan dengan nilai intrinsiknya. Investasi di saham value dapat memberikan potensi keuntungan yang besar, tetapi juga memiliki risiko yang cukup tinggi.
 

4. Saham Income

Saham income memberikan deviden stabil kepada pemegang sahamnya. Perusahaan-perusahaan yang menerbitkan saham income umumnya memiliki kinerja keuangan yang stabil.

Oleh karena itu, saham value umunya memberikan deviden secara teratur kepada pemegang sahamnya.
 

5. Saham Cyclical

Saham jenis ini kinerjanya dipengaruhi oleh siklus ekonomi. Perusahaan-perusahaan yang menerbitkan saham ini umumnya terkait dengan sektor industri tertentu, seperti properti atau keuangan.

Saham cyclical dapat memberikan potensi keuntungan yang besar ketika siklus ekonomi sedang naik. Namun, risikonya cukup tinggi saat kondisi ekonomi sedang lesu.
 

6. Saham Defensive

Saham ini kinerjanya kurang dipengaruhi oleh perubahan ekonomi dan seringkali dianggap sebagai investasi yang stabil dan aman.

Perusahaan-perusahaan yang menerbitkan saham defensive biasanya berada di sektor yang bersifat defensif, seperti makanan dan minuman, kesehatan, dan utilitas. Saham defensive umumnya dianggap sebagai salah satu jenis investasi yang paling stabil.
 

7. Saham Penny (Saham Gorengan)

Saham "gorengan" alias saham penny adalah saham dengan harga rendah dan kapitalisasi pasar yang kecil. Saham ini seringkali dianggap sebagai investasi spekulatif karena memiliki risiko yang cukup tinggi dan likuiditas yang rendah.

Baca Juga: Hati-Hati, Ini Ciri-Ciri Saham Gorengan yang Perlu Dihindari!

Investasi di saham penny atau saham "gorengan" dapat memberikan keuntungan yang besar. Namun, sahman ini juga memiliki risiko yang sangat tinggi.

Jadi, harus waspada, ya!
 

8. Saham IPO

Saham ini diterbitkan oleh perusahaan yang baru saja melakukan Initial Public Offering (IPO) atau perusahaan-baru saja terdaftar di bursa saham.

Saham IPO dapat memberikan potensi keuntungan yang besar. Namun, saham ini juga memiliki risiko yang tinggi karena kurangnya data fundamental yang tersedia untuk perusahaan tersebut.

Di satu sisi, perlu diingat bahwa klasifikasi saham berdasarkan kualitasnya bersifat dinamis dan bisa berubah seiring dengan perubahan kondisi pasar dan fundamental perusahaan.