Hati-Hati, Ini Ciri-Ciri Saham Gorengan yang Perlu Dihindari!

Gorengan maknyos tapi bikin pusing investor. (sumber: canva)

Gorengan maknyos tapi bikin pusing investor. (sumber: canva)

Like

Investasi saham merupakan salah satu cara yang umum digunakan oleh masyarakat untuk mendapatkan keuntungan finansial. Namun, di dunia pasar saham terdapat jenis saham yang harus dihindari, yaitu saham gorengan.

Saham gorengan merupakan saham yang harganya di-manipulasi oleh para pelaku pasar, sehingga harganya naik dengan cepat namun tidak berdasarkan nilai fundamental yang sebenarnya.

Saham gorengan ini biasanya digunakan oleh para spekulan untuk mendapatkan keuntungan dalam waktu singkat. Itulah mengapa saham gorengan sebaiknya dihindari oleh para investor.
 

Ciri-Ciri Saham Gorengan


Berikut adalah ciri-ciri saham gorengan yang harus dihindari:
 

1. Harga Saham Naik dengan Cepat


Saham gorengan biasanya memiliki tren kenaikan harga yang sangat cepat dan signifikan dalam waktu singkat. Hal ini terjadi karena adanya aksi pembelian besar-besaran oleh para pelaku pasar, termasuk spekulan.


Baca Juga: Apa Itu Saham Gorengan?

Namun, kenaikan harga ini tidak dibarengi dengan fundamental perusahaan yang sebenarnya. Oleh karena itu, investasi pada saham gorengan dapat sangat berbahaya karena harga saham dapat turun dengan cepat dan tanpa peringatan.
 

2. Volume Perdagangan yang Tinggi


Volume perdagangan yang tinggi pada saham gorengan dapat menjadi pertanda bahwa banyak pelaku pasar yang tertarik dengan saham tersebut.

Namun, volume perdagangan tinggi juga dapat disebabkan oleh para spekulan yang memanipulasi harga saham agar terlihat menarik bagi investor. Oleh karena itu, investor harus sangat hati-hati dalam memilih saham yang akan diinvestasikan.
 

3. Berita Positif yang Berlebihan


Saham gorengan biasanya didukung oleh berita positif yang berlebihan dan tidak realistis. Berita positif yang berlebihan ini dapat mencakup pengumuman merger atau akuisisi perusahaan, rencana ekspansi, atau keuntungan yang fantastis yang dihasilkan perusahaan.

Namun, berita positif tersebut seringkali tidak didukung oleh data fundamental yang kuat. Oleh karena itu, investor harus mengambil tindakan hati-hati dan tidak terjebak dalam isu berita yang belum pasti kebenarannya.
 

4. Volatilitas yang Tinggi


Saham gorengan cenderung memiliki volatilitas yang tinggi, artinya harganya dapat berubah dengan cepat dan tajam dalam waktu singkat.

Baca Juga: Aksi Goreng Saham Sudah Berkurang? Ini Buktinya

Hal ini disebabkan oleh aksi jual beli besar-besaran oleh para pelaku pasar. Volatilitas yang tinggi ini dapat sangat berbahaya bagi investor, terutama jika investor tidak memiliki pengalaman dan pengetahuan yang cukup mengenai pasar saham.


5. Tidak Didukung oleh Fundamental Perusahaan yang Kuat


Saham gorengan biasanya tidak didukung oleh fundamental perusahaan yang kuat. Hal ini berarti bahwa kenaikan harga saham tidak didasarkan pada kinerja perusahaan yang sebenarnya, tetapi hanya karena adanya spekulasi dan manipulasi harga.

Oleh karena itu, investor harus berhati-hati dalam memilih saham yang akan diinvestasikan, dan selalu melakukan analisis fundamental yang matang sebelum melakukan investasi.

Kesimpulannya, saham gorengan memiliki ciri-ciri yang berpotensi merugikan investor. Oleh karena itu, sebaiknya hindari untuk berinvestasi dalam saham gorengan.

Harus lebih bijak lagi dalam melakukan analisa saham, jangan cepat tergiur dengan keuntungan yang tinggi. Lebih baik kehilangan peluang dari pada kehilangan modal. 

Punya opini atau tulisan untuk dibagikan juga? Segera tulis opini dan pengalaman terkait investasi, wirausaha, keuangan, lifestyle, atau apapun yang mau kamu bagikan. Submit tulisan dengan klik "Mulai Menulis".
 
Submit artikelnya, kumpulkan poinnya, dan dapatkan hadiahnya!
 
Gabung juga yuk di komunitas Telegram kami! Klik di sini untuk bergabung.