Konflik Iran-Israel: Potensi Ancaman Serius dalam Perekonomian Indonesia

Konflik Timur Tengah berpotensi memberikan dampak perekonomian Indonesia (Sumber gambar: iStockphoto/Vladimir Gnedin)

Like

Belakangan ini, publik tengah dihebohkan oleh kasus konflik yang terjadi antara Iran dan Israel. Konflik tersebut terjadi akibat Iran melakukan penyerangan terhadap Israel dengan meluncurkan 300 rudal dan pesawat tanpa awak pada Sabtu (13/4) lalu.

Aksi serangan udara tersebut diketahui sebagai bentuk balas dendam Iran kepada Israel. Melansir dari aljazeera.com, Iran membombardir negara Zionis tersebut karena telah melakukan tindakan pembunuhan terhadap 7 jenderal Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) pada Senin (1/4).

Iran mengklaim bahwa bentuk penyerangan balik kepada Israel ini sesuai dengan Pasal 51 Piagam PBB yaitu sebagai hak pembelaan diri. 

Dalam pernyataan resmi yang dirilis oleh perwakilan Iran di PBB melalui platform X bernama @iran_un, dijelaskan bahwa Iran ingin memanfaatkan kesempatan tersebut kepada PBB untuk melindungi kepentingan kedaulatan negaranya dari tindakan ancaman ilegal militer yang agresif. 

Baca Juga: Novel Terbaru Melangkah Karya J.S. Khairen: Petualangan Epik dengan Sentuhan Pahlawan


Konflik antara Iran dengan Israel ini pun menuai kontroversi dari sejumlah pejabat negara di dunia. Akibatnya bahkan muncul spekulasi yang dapat memicu terjadinya Perang Dunia III karena menyeret negara-negara besar di dalamnya.

Tak hanya itu, apabila ketegangan tersebut kian memanas bisa membuat dampak yang serius bagi perekonomian dunia, khususnya Indonesia.

 

Dampak Konflik Timur Tengah Terhadap Perekonomian RI

Beberapa dampak ekonomi RI yang bisa timbul dari aksi gencatan Iran-Israel, sebagai berikut:


1. Potensi Tekanan Inflasi yang Tinggi

Serangan Iran terhadap Israel bisa memicu inflasi di Indonesia mengalami peningkatan. Hal ini disebabkan karena melonjaknya harga minyak di Iran.

Lalu lintas produksi dan perdagangan minyak di Timur Tengah jadi terhambat. Apalagi melihat permintaan pasokan minyak akan terus berjalan setiap harinya.

Baca Juga: Berlatar Budaya, 5 Film Ini Refleksikan Cara Hadapi Konflik Keluarga

Kondisi tersebut yang membuat pemerintah dapat menaikkan harga subsidi BBM. Naiknya harga BBM ini bisa membuat harga komoditi pangan jadi semakin meroket.

Sebab, daya beli masyarakat akan semakin besar yang mampu menelan biaya produksi lebih tinggi. Terlebih lagi rantai pasokan ekspor impor ikut terganggu karena perang tersebut.