Pilah-Pilih Reksa Dana di Tengah Pandemi, Ini Tips Investasinya

Choose - Canva

Choose - Canva

Like

Pandemi Covid-19 memang memberikan pengaruh yang cukup signifikan pada sejumlah instrumen investasi. Tak terkecuali instrumen reksa dana.

Menurut Direktur Infovesta Utama Parto Kawito, dilansir dari Bisnis, potensi kerugian enggak hanya terjadi di reksa dana berbasis saham. Jenis reksa dana lain, seperti reksa dana pendapatan tetap juga mengalami fase naik-turun seiring pergerakan harga obligasi yang menjadi underlying-nya.

Meski begitu, reksa dana sempat mengalami pasang-surut kinerja selama pandemi ini lho, Be-emers. Meski sempat mengalami penurunan kinerja, tapi berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan, dana kelolaan reksa dana meningkat 3,34 persen hingga Agustus 2020.

Baca juga: Kinerja Mulai Bangkit, Tertarik Investasi di Reksa Dana?

Namun, di tengah ekonomi yang masih belum stabil, ditambah adanya bayang-bayang resesi, apa yang harus dilakukan investor?
 

Jangan Panik

Hal pertama yang harus kamu lakukan adalah jangan panik! Semakin kamu panik, semakin sulit untuk kamu dapat berpikir jernih.


Menurut Parto, pada situasi saat ini sebaiknya investor enggak panik atau melakukan redemption reksa dananya. Soalnya, selama unit penyertaan masih ada di rekening investor, penurunan aset reksa dana yang terjadi baru menciptakan potensi kerugian.
 

Justru Jadi Peluang

Selain itu, momen krisi ini justru jadi memberikan peluang investasi karena nilai unit investasi menjadi terdiskon. Hal ini menjadi kesempatan buat investor untuk top up.

Menurut Parto, top up akan membuat harga rata-ratanya semakin baik. Bisa jadi, ini jadi waktu yang tepat untuk membalikkan kerugian.

Di sisi lain, strategi average down membuat harga pembelian rata-rata menjadi turun. Dengan begitu, ketika kondisi pasar mulai membaik, serta posisi untung lebih mudah dicapai dibandingkan dengan tanpa melakukan average down.

Baca Juga: Ini Reksa Dana yang Dinilai Cuan di Tengah Bayang Resesi

 

Fluktuasi Itu Hal Biasa

Perlu kamu sadari kalau fluktuasi nilai investasi di reksa dana itu sebenarnya adalah hal yang biasa lho! Kok gitu?

Soalnya, reksa dana adalah salah satu sektor yang sangat teregulasi. Parto mencontohkan, ketika investor mulai memasukan dananya, setiap manajer investasi akan menjalankan kebijakan know to your customer (KYC) untuk mengetahui asal usul dana investasi.
 

Setiap Produk Investasi Punya Risiko

Ingat, setiap produk investasi itu tentunya punya risiko. Tak terkecuali reksa dana.

Makanya, berinvestasi di reksa dana pun dapat diatur sesuai tujuan investasi, profil risiko, jangka waktu dan nilai investasi dari pemilik dana. Dengan begitu, investor pun diharapkan dapat mencapai target investasinya secara optimal.