Ketika Dapat THR dan Bingung Investasi Emas atau Instrumen Lainnya, Ini Tipsnya!


Kunci dalam Investasi

Agar investasi bisa efektif, maka tidak boleh asal-asalan. Harus butuh perencanaan yang matang.

Meskipun kamu sering ke warmindo dan pesan telur setengah matang, untuk investasi tetap harus matang. Apalagi jika penjual warmindo seorang yang paham segala hal tentang investasi, wuih

Selain itu, yang tidak kalah pentingnya adalah komunikasi yang tulus dengan pasangan jika saat ini kamu sudah punya pasangan. Orang yang punya pasangan berarti tandanya sudah laku. Alhamdulillah. 

Jangan sampai, investasi yang kamu lakukan menjadi bermasalah karena ketahuan tanpa komunikasi terlebih dahulu dengan pasangan. Bukankah dalam sebuah rumah tangga itu mesti seiring sejalan?

Bukankah dalam sebuah rumah tangga itu harus selalu komunikasi dan transparansi? Bukanlah rumah tangga itu terdiri dari dua kata, yaitu: rumah dan tangga? Kalau yang terakhir ini jelang dos, eh, jelas dong! 


Tidak hanya dalam urusan investasi, terkait pola pengeluaran juga perlu dikomunikasikan. Misalnya, itu tadi, kembali ke awal tulisan ini. Coba dibaca dari judulnya, masih sama bukan? Terus, masalahnya apa, ya? 

Biasanya, seorang istri itu ingin menggunakan uang THR dari suami untuk hal-hal yang konsumtif. Seorang suami perlu bijak. Jika memang pengeluaran konsumtif, maka sewajarnya saja. 

Ini berlaku jika uangnya memang sedang mepet. Artinya, uang yang ada belum bisa memenuhi semua kebutuhan hidup. Kata lainnya adalah pas-pasan. 

Maka, pembagian uang THR itu mesti dengan proyeksi di masa depan juga. Apakah barang-barang yang dibeli secara konsumtif itu bisa menambah nilai di dalam keluarga? 

Jangan sampai, membeli barang hanya karena gengsi. Kadang, gengsi ini lebih berbahaya daripada geng motor. Soalnya, gengsi lebih menjurus ke rasa ketidakbahagiaan yang bertubi-tubi. Teletubis? Tinky Winky, Dipsy, Lala, Po?

Ada yang memang seperti itu dan rasanya cukup banyak juga. Termasuk keluarga menengah, tetapi ingin bergaya seperti keluarga atas. Akhirnya, uang dibelanjakan untuk terlihat kaya. Terlihat sukses. Terlihat berhasil.

Padahal, sukses dan keberhasilan itu bukan ditentukan oleh pakaian, rumah, maupun kendaraan, melainkan isi otaknya. Jalan pikirannya, kecerdasan, dan kemampuan memecahkan masalah. 

Mengacu dari hal tersebut, okelah, bisa mungkin ke investasi emas. Harga emas sekarang sudah mencapai tiga juta rupiah. Beli untuk investasi, beli untuk mengamankan nilai uang kita. 

Bila memang tidak mampu, maka tidak harus investasi emas. Boleh juga investasi dari yang kecil dulu, reksadana misalnya. Kan reksadana dapat dimulai dari seratus ribu rupiah saja. 

Sebenarnya, investasi yang penting itu adalah konsistensinya kok. Apa gunanya sekali uang dipakai investasi, besoknya tidak lagi. Investasi itu perlu bertumbuh, perlu kesabaran, perlu waktu. 

Baca Juga: THR Mulai Cair, 5 Jurus Membelanjakan Emas di Tengah Situasi Krisis
 

Jika Memang Mau Lain daripada yang Lain

Ada yang sudah berinvestasi emas. Ada juga yang sudah rutin investasi reksadana atau instrumen keuangan lainnya. Terus, sekarang dapat THR. Mau investasi apalagi ini? 

Saran sebagaimana pakar motivasi dan pengembangan diri, adalah dengan investasi leher ke atas. Tentu saja ini bukan investasi beli skincare, lipstik, anting-anting, obat jerawat maupun semir rambut hitam, biar menutupi uban begitu? 

Hal yang dimaksud investasi leher ke atas adalah mengisi otak dengan ilmu-ilmu yang bermanfaat. Bukankah otak letaknya di atas leher?

Memang ada orang yang terbalik? Oh, berarti dia sedang disuruh guru olahraganya untuk mencoba sikap lilin. 

Investasi ilmu bisa meliputi beli buku, mengikuti kursus online atau ecourse, hadir di seminar, ikut webinar, mendengarkan audio motivasi, apapun, yang penting berisi ilmu yang nantinya masuk ke dalam otak. 

Soalnya begini, investasi berupa barang memang bisa hilang. Investasi emas, bisa tiba-tiba diambil orang. Namun, kalau investasi ilmu, siapa yang bisa ambil? Siapa yang bisa merampasnya? Tidak ada bukan? 

Bila investasi llmu dan hasilnya selalu dibawa ke mana-mana, maka investasi leher ke atas termasuk bentuk investasi terbaik. Bahkan investasi mahal. 

Lho, kok bisa? Ya, sebabnya tidak semua mau menempuh susahnya proses belajar. Juga merasa sudah bukan lagi anak sekolah, jadi tidak wajib belajar lagi. 

Dan, yang terakhir, jangan asal investasi. Begitu dapat THR langsung bersemangat investasi. Tanpa tahu ilmu, tanpa tahu triknya, akhirnya investasi itu menjadi boncos. 

Kamu tahu, boncos itu lebih pedas, panas, dan menggigit daripada bon yang pakai cabe. Selain itu, kalau tahu ilmunya bisa menghindari yang namanya investasi bodong. 

Padahal, bodong itu sebenarnya positif saja sebenarnya, apalagi kalau untuk bayi yang baru lahir. Pakai sarung, tujuannya agar bayi terasa hangat, kaki dan tangannya tidak leluasa bergerak. Apa itu namanya, ya? 

#Mon-FridayRamadan2026 #RamadanWritingChallenge






---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Punya opini atau tulisan untuk dibagikan juga? Segera tulis opini dan pengalaman terkait investasi, wirausaha, keuangan, lifestyle, atau apapun yang mau kamu bagikan. Submit tulisan dengan klik "Mulai Menulis".
 
Submit artikelnya, kumpulkan poinnya, dan dapatkan hadiahnya!
 
Gabung juga yuk di komunitas Whatsapp Group kami! Klik di sini untuk bergabung