Di Tengah Volatilitas Pasar, Ini Opsi Cuan untuk Reksa Dana

Finance - Canva

Finance - Canva

Like

Beberapa waktu belakangan ini, pasar masih mengalami volatilitas. Apalagi, pada perdagangan pekan lalu, dimana Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat amblas hingga meninggalkan level psikologis 5.000.

Diketahui, pada perdagangan Kamis (10/9), IHSG anjlok hingga 5,01 persen. Adapun, seiring dengan terkoreksinya pasar, kinerja mayoritas reksa dana juga ikut menurun.

Baca Juga: Imbal Hasil Reksa Dana Turun, Ini Produk yang Tetap Cuan

Meski begitu, dilansir dari laman Bisnis, ada sejumlah opsi cuan yang dinilai sejumlah analis bisa menopang kinerja reksa dana. Ada apa aja ya?
 

Sektor Perbankan

Menurut Head of Market Research Infovesta Utama Wawan Hendrayana, saham di sektor perbankan bisa menjadi salah satu yang menarik untuk dikoleksi. Apalagi, di saat pasar tengah mengalami koreksi.

Soalnya, sektor perbankan dinilai punya prospek yang sangat baik untuk jangka panjang dan dapat menjadi penopang kinerja reksa dana. Belum lagi, valuasinya sekarang sangat murah.


Ingat, sektor ini cocoknya sama kamu yang punya tujuan investasi jangka panjang. Nah, untuk yang jangka menengah, menurut Wawan, sektor yang cenderung bertahan seperti barang konsumsi dapat jadi pilihan lho!

Meski begitu, hal tersebut tergantung pada horizon investasi masing-masing manajer investasi.

Baca Juga: Penerbitan Produk Baru Reksa Dana Turun, Kok Bisa?
 

Obligasi Pemerintah

Buat kamu yang berinvestasi di reksa dana pendapatan tetap (RDPT), obligasi pemerintah masih menjadi opsi yang dinilai paling aman nih, Be-emers. Yah meskipun, obligasi korporasi juga bisa menjadi alternatif untuk mengejar imbal hasil yang lebih tinggi.

Wawan menilai, salah satu aset dasar yang menarik dan memenuhi kriteria tersebut adalah sukuk. Soalnya, surat utang berbasis syariah tersebut punya jaminan aset.

Terlebih pada sukuk ijarah, yakni sukuk yang diterbitkan dengan menjual atau menyewakan hak manfaat atas suatu aset kepada pihak lain berdasarkan harga sewa dan periode sewa yang disepakati, serta tanpa diikuti dengan pemindahan kepemilikan aset itu.

Terakhir, Wawan menyarankan supaya para investor tetap berpegang pada skema 5-3-2 dalam berinvestasi, yaitu 50 persen alokasi kepada instrumen berbasis pendapatan tetap, 30 persen pada pasar uang, dan 20 persen pada saham.

Baca Juga: Apa Itu Pola 5-3-2 dalam Investasi Reksa Dana?