Asyik, Prospek Investasi Obligasi Pemerintah Dinilai Masih Cerah Hingga Akhir 2020!

Yeay - Canva

Yeay - Canva

Like

Obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah jadi salah satu instrumen investasi yang berisiko rendah nih, Be-emers. Enggak cuma itu, instrumen ini juga dinilai cocok lho buat para investor pemula?

Nah, ada kabar baik nih untuk kamu yang cenderung berinvestasi di instrumen obligasi pemerintah.

Soalnya, diketahui dari laman Bisnis, prospek investasi obligasi pemerintah masih cerah hingga akhir tahun 2020 ini, Be-emers. Yah, walaupun, hal itu sempat kembali volatil sih.

Menurut CIO Fixed Income Manulife Aset Manajemen Indonesia Ezra Nazula, pasar obligasi memang cenderung volatil tahun ini. Bahkan, selama beberapa pekan belakangan ini, pasar juga cenderung datar hingga sempat lemah.

Namun, dirinya menilai kalau sentimen negatif di pasar obligasi sudah lewat kok. Sentimen tersebut salah satunya yakni kekhawatiran akan rencana amandemen UU Bank Indonesia yang akan merusak independensi Bank Sentral.


Baca Juga: ORI018 Dinilai Bakal Laris, Ini Pemicu dan Cara Belinya
 

Didukung Sentimen Positif

Hal serupa juga diyakini oleh Head of Fixed Income BNI Sekuritas Ariawan, yang memprediksi kalau volatilitas pasar obligasi bakal reda usai Pemilu AS. Selain itu, investor asing juga masih banyak yang wait and see di pasar obligasi,

Selain itu, masih banyak lagi sentimen positif yang bakal bikin pasar obligasi cerah hingga akhir tahun ini.

Salah satunya yakni adanya vaksin di akhir tahun termasuk kerja sama antara Indonesia dan sejumlah produsen vaksin asal China, Inggris, dan lainnya diharapkan dapat menjaga pergerakan pasar.

Ekonomi Indonesia juga dinilai mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan nih, Be-emers. Hal itu terlihat dari hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) yang mengindikasikan bahwa kegiatan dunia usaha membaik pada kuartal III/2020.

Bahkan, neraca keuangan pemerintah per akhir September 2020 diketahui juga mengalami kinerja positif dengan mencatat surplus hingga US$2,44 miliar. Nah menurut =Head of Economic Research Pefindo Fikri C. Permana, kalau APBN sudah mulai terjaga, suplai SBN pun bisa terjaga.

Adapun, Fikri juga memprediksi, tambahan suplai SBN yang akan terbit dan ditawarkan hingga akhir tahun masih bisa diserap pasar. Hal itu tentunya bakal jadi katalis positif bagi pasar obligasi karena likuiditas akan terus terjaga sehingga bisa mendorong penurunan yield lebih lanjut.

Baca Juga: Mau Belajar Saham ?? Ada  5 Rekomendasi  Buku  Bagus  Tentang Saham Yang Perlu Kamu Baca