Kinerja Emiten: Di Tengah Sentimen Tarif Cukai, Emiten Rokok HMSP Masih Cuan Hingga Rp6,9 Triliun!

Cigarette - Canva

Cigarette - Canva

Penetapan kenaikan tarif cukai hasil tembakau tahun depan memang masih dalam proses “tarik-menarik” nih, Be-emers.

Hal itu pun dinilai bisa menyebabkan ketidakpastian terhadap proyeksi pendapatan para emiten produsen rokok.

Namun, ternyata emiten rokok  PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk. atau HM Samperna masih bisa mencatatkan perbaikan kinerjanya nih di kuartal ketiga 2020. Emiten dengan kode saham HMSP ini pun berhasil cuan!

Berdasarkan laporan keuangan HMSP per September 2020, yang dilansir dari laman Bisnis, penjualan bersih perseroan memang turun 12,55 persen dibanding periode yang sama di tahun 2019. Adapun, jumlah penjualan bersih yang diraih yakni Rp67,78 triliun.

Hal itu jelas berpengaruh sama perolehan labanya. HMSP mencetak penurunan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk 32,25 persen menjadi Rp6,91 triliun

Meski begitu, kalau dilihat secara kuartal, kinerja HMSP masih membaik lho! Di kuartal ketiga 2020, pendapatan bersih HMSP bahkan naik hampir 10 persen dibanding kuartal kedua tahun ini.

Baca Juga: Kinerja Belum Cemerlang, Gudang Garam (GGRM) Justru Asyik Ekspansi Bandara & Tol

Alhasil, secara kuartal, laba bersih HMSP juga meningkat cukup pesat nih. Cuan yang diperoleh HMSP bahkan naik 29,37 persen, menjadi Rp2,02 triliun selama kuartal III/2020.

Kok bisa, sih?

Dominasi Penjualan Segmen Kretek
Kalau dilihat berdasarkan segmen produknya, pemasukan dari penjualan sigaret kretek mesin di pasar lokal masih menjadi penopang bisnis HMSP nih, Be-emers.

Diketahui, penjualan sigaret kretek tersebut tumbuh hingga 66,81 persen dari seluruh pendapatan, bahkan hingga sembilan bulan pertama tahun 2020. Sedangkan secara tahunan, penjualan lokal terhadap sigaret kretek juga tumbuh 9,76 persen.

Sekedar informasi, kontribusi penjualan yang diraih HMSP hingga bulan September 2020 yakni sebesar Rp15,37 triliun. Hal itu mencakup 22,67 persen dari total penjualan.

Sementara itu, berdasarkan posisi keuangan, liabilitas HMSP meningkat dari posisi akhir tahun menjadi Rp16,09 triliun. Namun, hal tersebut diikuti dengan ekuitas perseroan yang menurun dibandingkan pos yang sama pada Desember 2019, menjadi Rp28,66 triliun.

Alhasil, aset perseroan pun menurun dari posisi Rp50,9 triliun pada akhir tahun 2019,  menjadi Rp44,74 triliun pada September 2020. Begitu juga dengan kas dan setara kas di akhir periode, yang menurun hingga 27,48 persen secara tahunan.

Meski begitu, dari awal hingga akhir penutupan bursa hari ini (19/11), saham HMSP melonjak cukup signifikan lho! Hingga akhir perdagangan, saham HMSP berhasil melonjak 5,05 persen dan parkir di level Rp1.560.

Baca Juga: Kinerja Emiten: WIKA Masih Dinilai Tangguh Sepanjang Pandemi, Ini Pemicunya