Berbagai Sentimen Positif Jadi Sinyal Kuat January Effect, Apa Itu?

Curious - Canva

Curious - Canva

Di hari pertama perdagangan bursa di 2021, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bergerak bullish dengan kenaikan hingga 2,1 persen dan parkir di level 6.104,89.

Sepanjang perdagangan kemarin (4/1), tercatat ada 299 saham yang menguat. Selain itu, nilai transaksi perdagangan bursa mencapai Rp14,52 triliun.

Di sisi lain, berbagai sentimen positif, seperti pemulihan ekonomi di 2021, sudah mulai mewarnai pasar modal nih, Be-emers. Nah, hal itu disinyalir bakal melanggengkan fenomena January Effect di pasar modal lho!
 

Sebenarnya, apa sih January Effect itu?

Sebelumnya, di akhir tahun, pasar modal juga sempat dibayangi sama fenomena window dressing. Namun, memasuki awal tahun, pasar modal justru identik sama fenomena January Effect nih, Be-emers.

Baca Juga: Ramai Window Dressing Jelang Akhir Tahun, Apa Itu?

Diketahui dari laman Bisnis, January Effect merupakan fenomena tahunan di pasar modal, yang mana harga saham-saham membukukan kinerja positif di bulan pertama tersebut.

Meski begitu, ternyata fenomena tersebut enggak selalu terjadi lho. Misalnya nih, berdasarkan catatan Bisnis, dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, IHSG pernah gagal mencetak kinerja positif di awal bulan yakni pada Januari 2011 (-7,95 persen) dan Januari 2017 (-0,05 persen).

Sementara itu, kinerja bulanan tertinggi IHSG di bulan Januari, yakni terjadi tahun 2018 dengan penguatan hingga 3,93 persen.

Akankah fenomena January Effect bakal terjadi di 2021?

Menurut Kepala Riset Praus Capital Alfred Nainggolan, IHSG besar kemungkinan bisa mencetak kinerja yang cemerlang hingga akhir januari 2021 lho. Soalnya, menurut Alfred, sentimen-sentimen di awal tahun ini cenderung positif.

Sentimen-sentimen tersebut antara lain:
  • Tren harga mayoritas komoditas yang masih bertahan cukup tinggi di awal 2021, mulai dari batubara hingga minyak sawit atau crude palm oil (CPO).
  • Penguatan rupiah yang pada sesi perdagangan pertama tahun ini mampu menembus level psikologis Rp14.000.
  • Sentimen Omnibus Law, recovery ekonomi global, suku bunga rendah.
  • ksi beli bersih yang dilakukan investor asing pada hari pertama perdagangan pertama bursa di 2021.

Adapun, dari sisi teknikal, ia juga menilai kalau masih tersedia banyak ruang untuk indeks komposit menguat ke sekitar level 6200. Dengan kata lain, IHSG di[rediksi bisa naik 2-4 persen sepanjang Januari 2021 ini lho, Be-emers!

Wah, sudah siap cuan di 2021?

Baca Juga: 3 Perusahaan Ini Siap IPO di Awal 2021, Incar Dana Hingga Rp1 Triliun