Diprediksi Ramai Tahun Ini, Apa yang Membuat MTN Menarik bagi Investor?

Investment - Canva

Investment - Canva

Kamu pernah dengar tentang MTN dalam dunia investasi?

MTN atau Medium Term Notes merupakan salah satu jenis dari surat utang lho. Sesuai namanya, MTN ini memiliki jangka waktu pendek atau menengah.

Dengan jangka waktu yang biasanya berkisar antara lima hingga sepuluh tahun, MTN diterbitkan oleh suatu perusahaan. Sama seperti surat utang pada umumnya, MTN juga disertai dengan pengembalian bunga dalam tingkat tertentu nih, Be-emers.

Nah, diketahui dari laman Bisnis, penerbitan MTN diprediksi bakal ramai lho di tahun 2021 ini. Kalau berdasarkan data PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) 18 Januari 2021 sih, rencana emisi melalui MTN mencapai Rp8,12 triliun.

Jumlah tersebut jadi yang kedua terbesar lho. Soalnya, di tahun 2020, realisasi emisi MTN hanya sebesar Rp6,75 triliun.

Memang sih, 1-2 tahun belakangan, penerbitan MTN oleh sejumlah korporasi terbilang sepi. Hal itu dipicu oleh pandemi yang melanda dan munculnya kebijakan baru dari Otoritas Jasa Keuangan, yakni adanya kewajiban laporan dokumen penerbitan ke OJK dan adanya rating di setiap MTN.

Meski begitu, tahun ini, tren pemulihan ekonomi dinilai bakal memicu kembali korporasi menerbitkan surat utang. Apalagi, bakal banyak perusahaan yang mulai melanjutkan rencana ekspansi atau butuh refinancing.

Terus, apa sih yang bikin MTN menarik buat investor?

Menurut Ekonom pefindo Fikri Permana, MTN bisa menjadi pilihan alternatif di tengah pasar yang masih dibayangi ketidakpastian. Bahkan, surat utang jangka pendek cenderung bakal lebih digemari pasar.

Tak hanya itu, MTN juga menjadi pembuka jalan untuk penerbitan obligasi dengan tenor lebih panjang.

Fikri juga menilai, minat masyarakat terhadap instrumen MTN masih potensial. Untuk itu, dari sisi investor, bisa jadi kondisi tersebut menguntungkan karena MTN akan menawarkan potensi imbal hasil yang cukup kompetitif.

Selain itu, pencairan MTN juga cenderung jauh lebih cepat dibanding obligasi.

Perlu diingat juga nih, jika dibandingkan dengan surat utang lainnya, risiko MTN memang cenderung lebih tinggi. Salah satunya, jika perusahaan yang menerbitkan MTN mengalami gagal bayar.

Baca Juga: Bukan Sekedar Tren, Ini Alasan Anak Muda Wajib Investasi