Polemik Kasus Asabri: Kronologi dan Berapa sih Hasil Investasinya?

Like

Mafia Illustration - Canva

Mafia Illustration - Canva

 

Hasil Investasi dan Saham yang Dimiliki Asabri

Bikin negara rugi sampai Rp23,7 triliun rupiah, sebenarnya saham dan hasil investasi Asabri juga kerap dipertanyakan nih, Be-emers,

Kalau berdasarkan data yang dihimpun Harian Bisnis Indonesia, hingga 29 Januari 2020, Asabri diketahui punya lebih dari 5 persen saham di sejumlah emiten.

Terkait kasus korupsi yang melibatkan Heru, Bentjok, dan Lukman, Asabri punya kepemilikan lebih dari 5 persen di sejumlah saham dari emiten afiliasi Bentjok dan Heru.
 
Saham Afiliasi Benny Tjokrosaputro Saham Afiliasi Heru Hidayat
  • PT Hanson International Tbk. (MYRX) 10,85 persen
  • PT Armidian Karyatama Tbk. (ARMY) 9,7 persen
  • PT Rimo International Lestari Tbk. (RIMO) 5,45 persen.
  • PT SMR Utama Tbk. (SMRU) 8,11 persen
  • PT Inti Agri Resources Tbk. (IIKP) 12,32 persen.



Sisanya, sepanjang 2019, perusahaan asuransi pelat merah ini melakukan investasi di sejumlah saham seperti:
  • PT Alfa Energi Investama Tbk (FIRE) 15,57 persen
  • PT Pool Advista Finance Tbk (POLA) 7,65 persen
  • PT Indofarma Tbk (INAF) 13,91 persen
  • PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL) 10,3 persen
  • PT Prima Cakrawala Abadi Tbk (PCAR) 25,13 persen
  • PT PP Properti Tbk (PPRO) 5,33 persen 
  • PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) 5,26 persen
  • PT Island Concepts Indonesia Tbk (ICON) 5,02 persen
  • Bank Neo Commerce (BBYB) 20,13 persen
  • PT Sidomulyo Selaras Tbk (SDMU) 18,06 persen

Adapun, di pergantian tahun 2020, data KSEI mencatat kalau Asabri menambah kepemilikan sahamnya di PT Asuransi Jasa Tania Tbk. (ASJT) menjadi sebesar 5,07 persen.


Di satu sisi, lucunya nih, kalau berdasarkan info di laman resminya, annual report atau laporan tahunan Asabri yang dipublikasi cuma sampai tahun 2017 doang. Sedangkan untuk laporan keuangannya, hanya sampai tahun 2018.

Untuk laporan keuangan Asabri tahun 2019, dilansir dari Bisnis, proses auditnya saja baru dimulai Juni 2020 kemarin lho! Padahal kan, umumnya, audit itu berlangsung setelah perusahaan tutup buku di akhir tahun atau di awal tahun!

Haduh~

Berdasarkan laporan keuangannya, pendapatan premi dari hasil investasi Asabri di tahun 2017 yakni sebesar Rp1.85 miliar. Sedangkan hasil investasi Asabri di tahun 2017 yaitu mencapai Rp3,075 miliar.

Hasil investasi di tahun 2017 tersebut lebih rendah dari tahun sebelumnya. Tercatat di tahun 2016, hasil investasi Asabri yakni sebesar Rp3,647 miliar.

Buanyak juga yaaa.

Eits, tapi, audit dari BPKP menyebutkan kalau pada akhir 2018, transaksi pembelian saham yang terafiliasi dengan Heru dan Bentjok bikin Asabri rugi hingga Rp2,1 triliun!

Lebih rincinya, kerugian akibat semua investasi yang terafiliasi dengan Heru mencapai Rp 9,7 triliun dan yang terafiliasi dengan Bentjok sebesar Rp859 miliar.

Oh iya, enggak cuma Heru, Bentjok, dan Lukman lho yang terlibat dalam mega kasus Asabri ini, Be-emers. Bahkan, pihak Kejagung pun baru saja menetapkan delapan orang tersangka terhadap perkara dugaan tindak pidana korupsi dana investasi Asabri tersebut.

Siapa aja mereka? Lihat di halaman selanjutnya yaa