Pertanian! Sektor yang Dilupakan Namun Sangat Menjanjikan Bagi Millennials Selama Pandemi Covid-19

Salah satu komoditas unggulan sektor pertanian yaitu tomat ( Sumber gambar : Dokumentasi Pribadi )

Salah satu komoditas unggulan sektor pertanian yaitu tomat ( Sumber gambar : Dokumentasi Pribadi )

Like

Semenjak pandemi Covid-19 melanda hampir seluruh dunia termasuk Indonesia, banyak sekali perubahan yang terjadi dalam setiap lini kehidupan manusia. Sektor yang sangat berpengaruh adalah sektor ekonomi. Banyak dinamika dan problematika yang timbul imbas dari pandemi Covid-19.

Perekonomian yang lesu, menyebabkan perusahaan-perusahaan mengalami kerugian yang berujung pada pemutusan hubungan kerja (PHK) untuk mengurangi beban perusahaan. Selain itu, pola pembelian konsumen yang berubah akibat dari kebijakan Social Distancing. Hal ini dilakukan demi memutus rantai penyebaran Covid-19.

Banyak sektor perekonomian yang mengalami keterpurukan sejak wabah pendemi ini hadir. Mulai dari sektor real estate yang sepi pembeli, sektor hiburan yang mengalami pemberhentian sementara, sektor barang dan jasa yang mengalami penurunan permintaan, dan masih banyak lainnya.

Namun tanpa kita sadari, ada salah satu sektor dari sekian sektor lainnya yang tidak mengalami kerugian. Bahkan dapat dikatakan untung akibat dari pandemi Covid-19 yaitu sektor pertanian.

Lantas, bagaimana sektor pertanian tetap mampu bertahan dan terus berjalanan selama pandemi Covid-19?


Jawabannya sangat sederhana, yakni "dengan keadaan apapun, manusia akan tetap mempertahankan kebutuhan pangan masing-masing". Menurut penulis, hal tersebutlah yang sangat mendasar sehingga sektor pertanian tidak mengalami pengaruh dan berubahan yang cukup berarti pada kondisi pandemi Covid-19.

Hasil dari produk sektor pertanian adalah sayuran dan buah-buahan, yang dimana kedua produk tersebut terus mengalami permintaan yang sangat signifikan sejak wabah pandemi virus corona melanda. Selain dikarenakan himbauan dari pemerintah untuk mencegah penyebaran Covid-19 dengan mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan.

Secara ilmah memang benar dikatakan bahwa vitamin yang terkandung dalam sayur dan buah, yakni vitamin A, C, B kompleks, E, dan K, kemudian mineral-mineral utama yang baik bagi tubuh (seperti magnesium, asam folat, zat besi, kalsium, sodium, dan potassium serta kandungan lainnya) yang akan membantu Anda dan keluarga dalam meningkatkan sistem imun sebagai pencegahan penularan virus corona.

Hal besar yang menjadi tantangan tersendiri bagi sektor pertanian di Indonesia adalah regenerasi petani. Semua terjadi akibat dari terdapatnya stigma negatif terhadap sektor petanian, terutama untuk menjadi petani pada kalangan Millennials. Padahal dengan keadaan geografis Indonesia yang memiliki bentang wilayah tanah subur seharusya mampu memotivasi Millenials untuk terus mengembangkan pertanian di Indonesia.

 

Smart Farming 4.0 ( Sumber Gambar : https://ditjenpdt.kemendesa.go.id/ )

Smart Farming 4.0 ( Sumber Gambar : https://ditjenpdt.kemendesa.go.id/ )


Sekarang pertanian Indonesia tengah mengalami fase Smart Farming 4.0, yaitu metode pertanian cerdas berbasis teknologi. Teknologi yang digunakan dalam Smart Farming 4.0 diantaranya Agri Drone Sprayer (Drone penyemprot pestisida dan pupuk cair), Drone Surveillance (Drone untuk pemetaan lahan) serta Soil and Weather Sensor (Sensor tanah dan cuaca).

Dengan kondisi tersebut, bertani bukanlah suatu hal yang dapat dikatakan ketinggalan jaman. Melainkan dengan perkembangan teknologi yang ada, bertani tentu dapat disetarakan dengan sektor-sektor lainnya yang turut gandrungi oleh kaum Millennials.

Pada tahun 2020 banyak sekali metode-metode yang dapat dilakukan dalam bertani, Salah satunya adalah metode Urban Farming. Metode ini adalah memanfaatkan ruang terbuka yang ada secara maksimal. Metode inilah yang sangat cocok untuk dilakukan Millennials dalam mencoba peruntukan dalam bisnis pertanian karena tidak membutuhkan lahan yang besar, namun tetap mampu untuk memproduksi produk pertanian secara maksimal.

Dengan potensi sumber daya alam Indonesia yang memadai sangat disayangkan jika kaum Millennials melewati kesempatan ini dan seharusnya memanfaatkan dengan sebaik mungkin serta bertanggung jawab. Berbagai peluang dan keuntungan yang  diperoleh dari sektor pertanian, sudah sepatutnya kaum Millennials  harus mampu membaca dan menganalisa segala bentuk potensi yang ada pada sektor pertanian.

Selain itu, dengan bertani, kita turut ambil bagian dalam mempertahankan ketahanan pangan Indonesia. Jangan sampai akibat ketidakpedulian kaum Millennials terhadap sekor pertanian menyebabkan ketahanan pangan kita dipengaruhi oleh Asing. Jaya petani jaya Indonesia!