Jadi Pilihan Investasi bagi Pemula, Kenali Sejarah Reksa Dana Yuk!

Investment - Canva

Investment - Canva

Selain instrumen investasi saham, reksa dana juga jadi salah satu instrumen yang cukup banyak digemari lho. Apalagi, reksa dana juga dikenal sebagai pilihan instrumen investasi yang cocok buat pemula.

Kalau berdasarkan UU Pasar Modal No. 8 Tahun 1995, reksa dana merupakan sebuah wadah yang digunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal, untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek yang dikelola oleh manajer investasi.

Kenapa cocok buat pemula?

Soalnya, instrumen reksa dana, menurut  Bursa Efek Indonesia (BEI) merupakan salah satu instrumen investasi yang memang dirancang sebagai sarana himpunan dana dari masyarakat yang memiliki modal kecil serta punya keterbatasan waktu dan pengetahuan dalam mengelola investasinya.

Baca Juga: Dikenal Cocok untuk Investor Pemula, Apa itu Reksa Dana?
 

Sejarah Reksa Dana

Berdasarkan catatan The History of Mutual Funds, The Investment Funds Institute of Canada, banyak yang mengatakan kalau pembuatan reksa dana pertama kembali yakni dilakukan oleh seorang pedagang Belanda bernama Adriaan Van Ketwich.

Pada tahun 1774. Van Ketwich memperkenalkan reksa dana tersebut dengan nama Eendragt Maakt Magt.

Saat itu, hal tersebut memungkinkan calon investor untuk membeli saham di reksa dana tersebut sampai semua 2.000 unit yang tersedia terjual. Nantinya, setelah dana penuh, satu-satunya cara untuk mendapatkan akses ke kepemilikan dana adalah dengan membeli unit dari pemegang saham yang ada.

Berdasarkan catatan Todd Lofton, dalam Getting Started in Exchange Traded Funds, model penghimpunan dana tersebut kemudian mulai mendapatkan popularitas di Eropa sepanjang akhir tahun 1700-an hingga 1.800an.

Bahkan, penghimpunan dana telah populer di Amerika pada 1893, dan dibentuk oleh Boston Personal Property Trust. Beda dengan Van Ketwich, reksa dana ini lebih berbasis real estat, dan strukturnya lebih mirip dengan apa yang disebut saat ini sebagai dana lindung nilai.

Di tahun 1924, reksa dana modern (seperti yang kita kenal saat ini) pertama kali muncul di Boston. Hal itu ditandai dengan diperkenalkannya Massachusetts Investors 'Trust, yakni reksa dana pertama dengan kapitalisasi ujung terbuka, yang memungkinkan dana tersebut untuk terus menerbitkan dan menebus sahamnya.

Reksa dana tersebut cukup populer, menurut Robert A. Robertson, pertumbuhan dana tersebut dari US$50.000 menjadi lebih dari US$390.000. Selain itu, reksa dana tersebut juga yang pertama go public pada tahun 1928 lho!

Berdasarkan catatan Vanguard dalam Remarkable History, di tahun 1929 Wellington Fund memperkenalkan reksa dana yang dimasukan dalam saham dan obligasi, sebagai lawan dari gaya investasi bank pedagang langsung dalam bisnis dan perdagangan.

Nah  di tahun 1907, di Amerika, The Alexander Fund yang datang dari Philadelphia kemudian membuat himpunan dana tersebut menjadi apa yang kita kenal saat ini sebagai reksa dana.

Kemudian, in tahun 1960an, reksa dana mulai populer di kalangan investor “menengah” yang enggak punya banyak modal untuk berinvestasi.

Nah, perkembangan tersebut berlanjut dengan adanya indeks reksa dana pertama di tahun 1971, yakni Wells Fargo. Selanjutnya, di tahun 1976, saham indeks reksa dana pertama ditawarkan kepada investor ritel.

Hingga pada akhirnya, di tahun 1993, dana yang diperdagangkan di bursa muncul. Hal tersebut seperti reksa dana, tetapi dapat diperdagangkan sepanjang hari seperti saham.

Adapun, menariknya nih, popularitas reksa dana di tahun 1774 sebenarnya bukan cuma sebagai gagasan buat mengumpulkan uang investor untuk membeli saham. Terlebih, menurut Investopedia, hal itu jadi awal dari proses yang akan membawa orang biasa ke pasar saham.

Baca Juga: Memulai Investasi Reksa Dana Sejak Muda, Kenapa Enggak?