Say No to Foya-Foya, Say Yes to Investasi: Siapa Bilang Mahasiswa Enggak Bisa Cuan dari Saham?

Saham sebagai salah satu jenis instrumen investasi (Sumber gambar: https://www.idxchannel.com/)

Saham sebagai salah satu jenis instrumen investasi (Sumber gambar: https://www.idxchannel.com/)

Like

“Don’t work for money, make it work for you” Robert Kiyosaki

Investasi saham kini makin dilirik oleh kalangan muda, termasuk mahasiswa. Hal ini terlihat dari perkembangan jumlah investor baru yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Dilansir dari investor.id, sejak awal pandemi Covid-19 hingga Februari 2021, kenaikan investor baru yang berusia 18-25 tahun mencapai 48,7 persen. Kondisi tersebut menjadi bukti bahwa generasi muda pun tak mau kalah dalam berinvestasi saham.

“Emang bisa mahasiswa cuan dari saham?” Pertanyaan ini sering muncul dari orang yang tidak memahami konsep investasi. Mereka berpandangan bahwa mahasiswa hanya fokus terhadap perkuliahan dan tidak memiliki modal serta waktu untuk berinvestasi di saham.

Pandangan ini terkesan meremehkan seorang mahasiswa yang sekaligus merangkap menjadi investor. Namun, memang inilah sudut pandang yang masih tertanam di masyarakat. Ya, saya adalah salah satu orang yang merasakan hal tersebut.

Oleh karena itu, melalui tulisan ini saya berharap bisa berbagi pengalaman dengan Be-emers dan sekaligus menunjukkan bahwa mahasiswa nyatanya juga bisa cuan dari saham.


Sebelum cerita dimulai, perkenankan saya untuk memperkenalkan diri secara singkat. Nama saya Felicia, mahasiswa semester 3 Hubungan Internasional Universitas Diponegoro dan tahun ini saya genap berusia 20 tahun.

Oke, let’s move to the main story..

 

Bagaimana Awalnya Bisa Kenal Investasi Saham?

Investasi adalah pilihan kita (Sumber gambar: https://www.clearview-intelligence.com/)

Investasi adalah pilihan kita (Sumber gambar: https://www.clearview-intelligence.com/)
 

Perjalanan berawal pada tahun 2018 ketika saya kelas 1 SMA. Ketertarikan terhadap saham muncul setelah saya menonton film tentang investasi. Dari sini saya mulai semangat untuk mencari tau lebih banyak.

Namun, ternyata semua tidak semudah yang dibayangkan. Saat itu, saya belum memiliki pengetahuan apapun. Bahkan, saya mengira bahwa segala jenis investasi yang mengandung grafik adalah saham.


Kesalahan konsep menjadi titik balik bagi saya. Internet mengatakan saham merupakan bukti kepemilikan atas perusahaan. Berangkat dari situ, saya mencoba mencari saham di berbagai website yang ternyata tidak sesuai. Ditambah lagi, pandangan orang sekitar yang mengatakan bahwa saya tidak mampu “bermain” saham dan pasti mengalami kerugian karena tidak ada waktu untuk memantaunya.

Hari demi hari saya tetap belum menemukan saham yang dicari. Fokus saat itu adalah perusahaan-perusahaan yang saya tau, seperti BRI dan Telkom. Oiya ini sama sekali tidak ada unsur rekomendasi atau apapun, melainkan pure untuk berbagi pengalaman.

Lanjut, ketika riset, saya tidak sengaja membaca artikel tentang Pak Lo Kheng Hong. Beliau merupakan investor sukses Indonesia yang membuat saya termotivasi. Banyak perbedaan pandangan antara Beliau dengan apa yang orang-orang sekitar katakan.


Dengan tekad kuat, saya lebih semangat untuk mencari tau tentang saham. Saya juga belajar dari pengalaman investor-investor sukses, seperti Benjamin Graham hingga Warren Buffet. Saya memutuskan untuk memperdalam pengetahuan sebelum benar-benar masuk ke dalam investasi saham.
 

Buku pertama yang mengubah pola pikir saya terhadap investasi (Sumber gambar: https://rishalmedia.com/blog/)

Buku pertama yang mengubah pola pikir saya terhadap investasi
(Sumber gambar: https://rishalmedia.com/blog/)

 

Pada tahun 2020, setelah merasa lebih siap, akhirnya saya mantap untuk menjadi seorang investor saham hingga sekarang dan seterusnya. Yapp investor, not trader.
 

 

Terus Bagaimana Cuan dari Sahamnya?

Okee, sabar-sabar, kita sharing di sini yaaa…

Setelah menjadi seorang investor, saya memiliki target dalam menyisihkan uang setiap bulannya untuk dimasukan ke dana investasi. “Loh kan masih mahasiswa, apalagi kuliah online, terus uang darimana?”

Eitss, santai. Jujur, awalnya memang saya merasa sangat minim modal. Maka dari itu, saya mencari solusi dari kendala ini dengan memulai menjadi penulis freelance. Yaa walaupun pendapatan yang diperoleh tidak menentu, tetapi itu sangat membantu aspek finansial saya.

Namun, modal bukanlah satu-satunya faktor yang mendatangkan cuan. Meskipun belum lama berkecimpung di pasar saham, saya pun telah merasakan bagaimana naik turunnya harga, beli di pucuk, pom-pom, panik, cutloss, dan hal sulit lainnya.

Bagi saya, itu adalah hal yang wajar. Yang tidak wajar yaitu justru tidak menjadikan kesalahan sebagai introspeksi untuk kedepannya.

Dengan berbekal kuatnya motivasi, seiring berjalannya waktu saya menjadi pribadi yang lebih sabar dan disiplin dalam mengikuti plan investasi yang telah disiapkan. Hal ini tentu diiringi dengan proses belajar yang tidak pernah berhenti. Kesabaran yang saya pupuk ternyata secara perlahan membuahkan hasil yang nyata.

Investasi membuat uang kita turut bekerja dan bertumbuh (Sumber gambar: https://www.topcu.org/)

Investasi membuat uang kita turut bekerja dan bertumbuh (Sumber gambar: https://www.topcu.org/)


Portofolio yang awalnya hanya bermodalkan 100 ribu sekarang telah tumbuh dengan baik menjadi jutaan bersama dengan kekonsistenan dan kesabaran. Bukan berniat untuk pamer yaa, diambil pesannya aja, hehe.

Meskipun akhir-akhir ini market bergerak sangat fluktuatif dan sering “merah”, itu bukan suatu kekhawatiran karena saya telah memiliki plan. Di samping itu, cuan pun turut datang dari dividen atau pembagian laba.

Seorang investor berhak atas keuntungan yang didapatkan perusahaan meskipun mereka mempunyai kepemilikan sekecil apapun. Dividen yang saya terima juga sangat lumayan dan saya gunakan kembali untuk diinvestasikan saham. 

Tidak berhenti di situ, awal tahun 2021 saya mulai merambah market US sebagai upaya diversifikasi. Pemahaman mudahnya yaitu “Jangan letakkan semua telur pada satu keranjang.” Be-emers pasti paham kan maksudnya.

Saya juga harus belajar dan paham betul terhadap penyesuaian yang harus dilakukan karena adanya perbedaan sistem market. Namun, bukan berarti itu lebih sulit. Puji Tuhan portofolio saya juga tumbuh dengan baik di market yang berbeda. Ditambah lagi, dividen yang dibagikan bahkan ada yang lebih dari satu kali tiap tahunnya.


 

Tipsnya Apa Aja Dong?


Sebelum selesai ada tips nih buat Be-emers, terutama buat yang masih mahasiswa tapi agar tetap bisa cuan maksimal dari investasi saham, cekidott
 

1. Motivasi Kuat untuk Terus Belajar
Ada pepatah mengatakan bahwa investasi terbaik adalah ilmu. Ya, ini tepat. Untuk bisa cuan maksimal dari saham, kita harus mengerti ilmunya.

Tidak ada cuan yang datang hanya berdasarkan feeling. Semua membutuhkan proses belajar. Oleh karena itu, motivasi yang kuat sangat dibutuhkan. Jadi, pastikan sebelum terjun ke dalam investasi saham, pelajari dulu ilmunya dan jangan lupa untuk selalu riset secara mandiri.  


2. Sabar
Yapp, patient is the key. Sabar sebagai faktor psikologis memegang peranan yang sangat penting.

Bahkan, seorang Bapak Investasi, Benjamin Graham berkata, “Jika Anda berinvestasi dengan kesabaran, maka Anda akan mendapat keuntungan stabil bahkan dalam kondisi terburuk pasar.” Inilah nyatanya. Tanpa kesabaran kita akan sangat rawan dikendalikan oleh pasar.  


3. Manfaatkan Bakat dan Hobi
Loh emang ada hubungannya? Ada dong! Sebagai tips untuk mahasiswa yang merasa minim dana untuk investasi, ini jawabannya.

Ikuti lomba, kontes, atau hal lainnya yang berpeluang dapat menambah sumber pendapatan. Dengan cara ini, hobi dan bakat kita dapat tersalurkan sekaligus dapat menghasilkan uang yang dapat dijadikan sebagai modal investasi.


4. No Foya-Foya
Jika ingin cuan dari saham sebaiknya mulai sekarang jauhi foya-foya. Sebagai anak muda pasti banyak godaan untuk nongkrong, belanja, dan mengeluarkan uang untuk hal yang sebenarnya kurang penting.

Biasakan melakukan pengelolaan keuangan dengan baik. Namun, apabila memiliki tekad kuat dalam investasi, percayalah bahwa diri kita pun akan dengan sendirinya membuang kebiasaan-kebiasaan yang buruk.
 

Investasi dapat mewujudkan kebebasan finansial (Sumber gambar: https://pencarian.id/)

Investasi dapat mewujudkan kebebasan finansial (Sumber gambar: https://pencarian.id/)

 

So, inilah sedikit sharing pengalaman saya dari awal mengenal investasi saham hingga pada akhirnya bisa merasakan cuan. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat dan menjadi bukti bahwa mahasiswa ternyata memang bisa cuan dari saham.

“Jangan hanya fokus terhadap perkataan orang lain. Tapi, fokuslah pada diri sendiri untuk membuktikannya kepada mereka”

 

Semangat selalu yaa Be-emers! Apabila ada kritik dan saran, silakan ditulis di kolom komentar. Thank you for reading:)  


#youngcompetitionbisnismudaid #bisnismuda #yangmudayangcuan