Walau Penghasilan Pas-pasan, Ini Tips Menabung Agar Tetap Bisa Investasi

Tips menabung dan berinvestasi dengan penghasilan pas-pasan

Tips menabung dan berinvestasi dengan penghasilan pas-pasan


Sebagian orang sering mendapati penghasilan atau gaji sudah habis sebelum akhir bulan? Ketika penghasilan di rasa pas-pasan, untuk menabung bahkan untuk melakukan investasi menjadi hal yang mustahil, apalagi di tengah gempuran e-commerce yang sangat menggiurkan.
 
Untuk sebagian besar orang, urusan mengatur finansial jadi pembicaraan yang terdengar sangat rumit dan membuat hidup menjadi tidak bebas. Padahal, faktor ini sangat berguna untuk keuangan tetap terjamin dan sehat di masa depan.
 
Meski penghasilan pas-pasan, sebenarnya menyisakan uang untuk di tabung dan investasikan itu masih memungkinkan kok. Kuncinya cuman satu yaitu pengendalian diri. Nah, biar menabung menjadi lebih mudah dan uangnya di kumpulkan untuk melakukan investasi, ini dia beberapa tips yang bisa kamu terapkan sehari-hari!
 
Hal yang perlu kamu lakukan ialah kamu harus pintar mengelola penghasilan atau gaji pokok agar kebutuhan sehari-hari tercukupi, persiapan dana darurat, membayar cicilan hutang, hingga melakukan investasi agar uang kamu bertambah.
 
Kamu belum tahu rumusnya heee…. Ayo kita simak penjelasan berikut ini
 

Rumus Alokasi Gaji 20/30/50

Sebenarnya, masih banyak metode atau alternatif dalam mengatur finansial keuangan. Metode ini yang sering saya lakukan untuk mengatur keuangan. Jadi, gaji bersih setelah di potong pajak di bagi menjadi tiga bagian. Di antara bagian tersebut ada alokasi dana untuk investasi.
 
1. Pisahkan 20 persen dari Gaji atau Penghasilan untuk Investasi dan Tabungan
Berhubung kita masih muda, sangat penting untuk memiliki tabungan dan berinvestasi. Tabungan dapat dijadikan sebagai dana darurat hal ini karena sifatnya mudah di tarik dan di cairkan.

Untuk alokasi tabungan, saya menyisihkan 10?ri penghasilan. Ingat, sebaiknya jangan pakai uang tabungan apabila tidak dalam situasi genting atau darurat. Sebab, tabungan ini dana darurat yang sifatnya untuk jaga-jaga.

Sementara sisanya 10 peren dari gaji di pakai untuk berinvestasi. Investasi adalah jalan untuk meningkatkan penghasilan. Uangmu dapat berkembang menjadi banyak dari return atau imbal yang di hasilkan.

Tidak seperti tabungan yang bunganya relatif lebih kecil, return hasil investasi biasanya selalu di atas inflasi. Jadi, kalau mau kaya raya, kita harus berani berinvestasi.
 
2. Alokasikan Sebesar 30 persen dari Gaji untuk Bayar Utang
Jika masih mempunyai cicilan utang, baik itu kredit kepemilikan rumah, kredit kendaraan bermotor, atau kredit tanpa agunan. Ini adalah satu kewajiban yang harus kita bayar. 


Alokasikan sebesar 30 persen dari gaji atau penghasilan untuk membayar hutang tersebut. Ini adalah angka yang sangat ideal agar finansial keuanganmu tetap baik. Bila lebih dari 30% keuanganmu bisa menjadi tidak aman, gaji atau penghasilan sebulan tersebut tak akan cukup.
 
Oleh karena itu, berhutanglah dengan bijak. Misalnya ketika menggunakan kartu kredit, pakai untuk kondisi darurat ketika tak punya uang di dompet, seperti untuk keperluan berobat, Keperluan pendidikan, keperluan rumah, dan lainnya.
 
3. Sisihkan 50 persen untuk Kebutuhan Sehari-hari
Dari penghasilan setiap bulan, alokasikan 50 persen untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, seperti kebutuhan pokok, makan dan minum, membayar tagihan listrik dan air, kuota internet, ongkos transportasi untuk bekerja, dan lainnya.

Kamu perlu merinci grafik pengeluaran-pengeluaran tersebut agar setiap uang yang di belanjakan sudah tepat sasaran. Dengan merinci grafik pengeluaran kita dapat mengecek pengeluaran mana yang membengkak, dan mana yang masih bisa hemat.
 

Tips Memulai Investasi

Untuk memulai investasi memang sangat sulit dan tidak mudah. Banyak godaan yang datang, seperti ajakan belanja diskon, foya-foya, makan di restoran, minum di café, dan lainnya.
Berikut tips yang sudah saya lakukan untuk memulai investasi
 
• Tentukan Tujuan Investasi
 Untuk melakukan investasi, kita harus tahu dulu apa tujuannya. Jadi gak asal investasi, taruh duit, selesai. Tetapkan tujuan investasimu. Misalnya ingin investasi untuk biaya nikah, biaya DP rumah, biaya kuliah, biaya transportasi, dan lainnya.

Selanjutnya hal yang perlu kita lakukan ialah menentukan jangka waktu, dan memilih instrument investasinya. Apakah mau investasi emas, fintech lending, bermain saham, atau reksadana. Sebagai contoh, investasi untuk biaya kuliah sampai sarjana 3 tahun lagi, Kamu bisa memilih investasi jenis reksadana atau emas.

Kita akan mendapatkan return hasil dari investasi, meskipun hasil yang di dapatkan tidak besar mengingat jangka waktunya pendek. Setidaknya kita dapat mengamankan uang, bahkan membuatnya bertambah, tidak seperti tabungan yang justru diambil inflasi dan biaya administrasi lain.
 
• Pelajari Dan Kelola Resikonya
Selain itu, pelajari setiap instrument investasi yang kita pilih. Mau yang resikonya tinggi, menengah, atau tinggi. Tetap kita harus tahu resiko yang di timbulkan. Dengan demikian, kita dapat mengelola resiko tersebut dengan tepat agar terhindar dari kerugian besar.
 
• Kencangkan Ikat Pinggang
Kalau penghasilanmu kecil tetapi memiliki keinginan investasi, kita harus berani berkorban. Caranya, dengan berhemat meminimalisir pengeluaran supaya bisa menyisihkan uang setiap bulan.

Keluarkan uang hanya untuk membeli kebutuhan dan Menunda keinginan yang sifatnya masih tidak perlu.
 
• Disipilin Menyisihkan Uang
Jangan hanya investasi yang semangat di awal, mandek di tengah jalan. Investasi butuh konsisten, komitmen dan disiplin.

Kamu perlu disiplin menyisihkan sebesar 10 persen setiap bulan dari gaji. Kalau habis dapat tunjangan THR atau bonus apapun, jangan lupa alokasikan untuk investasi.
 
• Investasi Dengan Waktu Jangka Panjang
Walaupun kamu sudah menentukan tenggat waktu investasi jangka pendek, kamu juga harus memikirkan investasi dalam waktu jangka panjang.

Buat apasih kita harus melakukan investasi jangka panjang? Karena investasi jangka panjang akan memberi keuntungan yang lebih maksimal. Contohnya saham, hanya cuan satu sampai tiga digit karena investasi jangka pendek.

Sedangkan jika investasi di biarkan dalam jangka panjang, lebih dari 6 tahun, keuntungannya bisa ribuan bahkan sampai jutaan persen. Investasi jangka panjang sangat di sarankan untuk mempersiapkan keuangan yang lebih baik di masa depan.
 
• Mulai Investasi Sejak Dini
Jika ada keinginan untuk memulai investasi, jangan tunda lagi, segera wujudkan. Sebab banyak godaan di luar sana sehingga dapat membuatmu maju mundur lagi untuk memulai investasi.

Memulai dengan modal kecil itu lebih baik, hasil keuntungan bisa kamu pakai lagi untuk meningkatkan modal investasi. Dengan begitu, masa depan keuanganmu aman tidak akan ada kekurangan hidup.

Nah, dengan melakukan tips di atas, kamu pasti tetap bisa menabung dan berinvestasi untuk masa depan meski gaji atau penghasilan gak seberapa.
Semangat, ya!
 
#YoungCompetitionBisnisMuda #BisnisMuda #YangMudaYangCuan