Sehat Keuangan dan Tambah Cuan Selama Pandemi

Investasi Crypto. Sumber Gambar: Pexels - Alesia Kozik.

Investasi Crypto. Sumber Gambar: Pexels - Alesia Kozik.


Masih ingat banget di awal pandemi tahun lalu (2020), saya sempat kebingungan karena pekerjaan tiba-tiba saja tidak selancar seperti sebelum adanya Covid-19. Di tambah saat itu diberlakukan aturan pembatasan sosial berskala besar atau yang disingkat menjadi PSBB dan sekarang berganti menjadi PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) yang kurang lebih sama.

Kita masih dibatasi untuk enggak boleh kemana-mana dulu untuk mengurangi peningkatan kasus penularan virus Covid-19 yang variannya semakin beragam dan ganas hingga menjadi kekhawatiran kita semua.

Hingga sekarang, kita sudah mulai terbiasa melewati pandemi ini, beradaptasi dengan keadaan dan kondisi yang masih membingungkan dan belum tahu kapan selesainya. Sebab, jika dilihat dari berita-berita yang disiarkan, beberapa kasus Covid-19 ini masih menjadi masalah utama pemerintah dan tentu kekhawatiran kita semua  Dengan kata lain, kita masih belum baik-baik saja. Kita masih harus bertahan untuk survive di masa pandemi.

Namun saya bersyukur, jauh sebelum pandemi Covid-19 memporak porandakan kehidupan kita, saya sudah sedikit mempelajari bagaimana caranya mengelola keuangan yang ada agar tidak kaget ketika harus menghadapi kejadian-kejadian seperti ini, suatu hal yang di luar kendali kita. Tetap saja, jika keadaan ini masih tidak bisa diprediksi kapan akan selesai, tongkat keuangan yang kita pegang lama-lama tidak akan kuat juga menopang kita untuk berjalan.

Yah, siapa sangka, jika di tahun 2020 kemarin kita harus kehilangan pekerjaan, pendapatan atau pemasukan yang menurun dan yang pasti secara finansial ekonomi menjadi tidak stabil. Otomatis beberapa pos keuangan ada yang berubah dan masih berlanjut sampai 2021 sekarang ini.


Tapi pelan-pelan kita mulai terbiasa, kita mencoba untuk move on dan nggak terjebak dengan keadaan. Karena berkurangnya pendapatan oleh beberapa pekerjaan yang terhenti, kita terpaksa harus mencari mencari cara bagaimana agar tabungan tidak terus-terusan berkurang karena kurangnya pemasukan.

Berikut beberapa tips mengelola keuangan yang saya lakukan selama ini. Tips ini saya modifikasi dari yang dishare oleh beberapa pakar perencanaan keuangan yang pernah saya ikuti karena menyesuaikan dengan pekerjaan saya sebagai freelancer jika tidak ingin disebut sebagai pekerja serabutan. Jadi saya harus bijak dan pintar dalam mengelola keuangan untuk berbagai keperluan, terutama di masa pandemi sekarang ini.
 

Sehat Keuangan di Masa Pandemi

Di masa pandemi ini, selain berjuang untuk menjaga kesehatan agar imun tetap kuat dan nggak mudah terpapar virus, kita juga harus berjuang menjaga dapur tetap ngebul alias keuangan juga harus terjaga agar tetap sehat.  Kalau dua-duanya tidak sehat, sudah tentu semuanya akan menjadi berantakan.
 
  • Hal penting dan utama yang saya lakukan ketika menerima uang adalah membuat pos anggaran. Sebab, pekerjaan yang tidak menentu, jadi saya harus bisa membagi setiap uang yang masuk untuk beberapa anggaran wajib setiap bulannya.

    Bayar kontrakan, bayar listrik, air, dan kebutuhan pokok. Jika semuanya sudah terpenuhi, baru bisa dialokasikan untuk yang lainnya.
     
  • Kalau menurut Aidil Akbar (Perencana Keuangan Senior), kunci penting dalam mengatur dan menjaga keuangan tetap stabil itu adalah bisa membedakan mana kebutuhan dan mana keinginan. Jadi, jangan mudah tergoda untuk membeli sesuatu hanya karena tergiur diskon, padahal apa yang kita beli itu nggak terlalu dibutuhkan.

    Jadi, saya sudah mulai mencoba untuk memperhatikan ini. Untuk menghemat pengeluaran, saya juga membatasi jajan di luar, dan lebih rajin masak sendiri.
     
  • Proteksi aset yang kita miliki. Jadi, proteksi aset itu ternyata nggak hanya memproteksi kekayaan yang dimiliki saja, tapi juga mencangkup segala hal.

    Seperti proteksi individu (jiwa dan kesehatan), punya asuransi dan BPJS bisa jadi pertimbangan untuk menghadapi resiko-resiko yang terjadi ke depannya terutama dalam segi kesehatan. Seperti yang terjadi sekarang ini, banyak orang yang kesehatannya terganggu.
     
  • Menabung! Dari kita masih kecil dulu, kita selalu dianjurkan untuk menabung. Jadi, walau pekerjaan sebagai blogger dan freelancer serta pemasukan tidak menentu, saya selalu berusaha menyisihkan sedikit uang untuk ditabung setiap kali mendapat transferan dari invoice yang sudah cair.

    Tabungan ini saya buat terpisah di rekening berbeda, sehingga tidak bisa diotak atik lagi. Kecuali untuk kebutuhan yang mendesak.
     
  • Mempersiapkan dana darurat. Tabungan dan dana darurat dibuat terpisah. Sekarang ini saya punya 3 rekening dari 3 bank yang berbeda.

    Satu untuk keluar masuk uang setiap bulan, 1 untuk tabungan, dan satunya lagi untuk dana darurat. Dana darurat ini penting sekali dan harus ada, untuk kita menghindari kebingungan jika tiba-tiba membutuhkan uang dadakan. Sebab, kita tidak pernah tau apa yang akan terjadi ke depannya.
     
  • Investasi. Untuk bagian ini saya masih berusaha untuk terus mempelajarinya. Sebab menurut banyak perencana keuangan, investasi ini juga sangat penting, tapi investasi juga nggak sekedari berinvestasi.

    Kita juga harus tau apa tujuan kita berinvestasi, dengan begitu kita jadi mudah untuk memilih investasi yang tepat. Sehingga kita bisa menyesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan keuangan kita itu untuk apa.

     

Tambah Cuan Selama Pandemi

Nah, ngomongin investasi, nih. Untuk menambah cuan selama pandemi, sekarang ini banyak sekali yang memilih untuk berinvestasi.

Pilihan investasi pun beragam, seperti saham, reksadana, emas dan Crypto yang mulai popular di Indonesia, yang menawarkan berbagai macam keuntungan yang akan kita dapat ke depannya. Namun, yang selalu ditekankan oleh perencana keuangan adalah, kita harus memahami dulu investasinya itu seperti apa, resiko dan lainnya.

Jadi, jangan cuma ikut-ikutan tren untuk berinvestasi, tapi harus paham dulu kalau nggak mau rugi nantinya. Untuk investasi ini sendiri, saat ini saya lebih memilih untuk investasi dalam bentuk emas, karena hanya itu yang lebih mudah saya lakukan.

Namun, saya mulai tertarik untuk melirik investasi aset Crypto. Sebenarnya lebih ke rasa penasaran dan mencari tau dulu apa itu Crypto. Sebab, akhir-akhir banyak sekali yang membicarakannya bahkan sempat menjadi trending dan mulai diminati banyak orang di dunia termasuk Indonesia untuk menjadi salah satu pilihan instrument investasi.

Mengutip dari berbagai artikel yang saya baca, Crypto atau Cryptocurrency ini sendiri adalah mata uang virtual. Sederhananya, Crypto adalah mata uang yang biasa digunakan untuk bertransaksi oleh orang-orang secara online.

Setiap tahunnya, aktivitas trading cryptocurrency ini terus meningkat. Banyak orang yang sudah berhasil mendapatkan keuntungan di investasi aset Crypto, namun tidak sedikit pula yang mengalami kerugian.

Oleh karenanya, sebelum terjun dan memilih aset Crypto ini, untuk meminimalisir kerugian sebagai investor kita memang harus memahami betul bentuk investasi yang ingin dipilih. Mencari tau kelebihan dan kekurangannya, keamanannya, resikonya, istilah-istilah yang ada di dalamnya supaya tidak bingung.

Pada intinya, menurut pakar digital, jika kita ingin memilih aset investasi Crypto, kita harus memahaminya terlebih dahulu tingkat resiko dan masing-masing produk mata uang crypto yang ditawarkan.

Nah, kalau ingin belajar, jual, beli, investasi bitcoin atau aset Crypto dengan mudah dan aman bisa langusung mengunjuni platform TokoCrypto.com atau menginstall aplikasinya lewat smartphone.

Di sini kita bisa melihat pergerakan nilai jual belinya, market aset Crypto, dan yang lainnya. Karena saya belum paham betul, jadi angka dan grafik yang tertera agak sedikit bingung buat saya. Sebab, buat yang terbiasa dan mempelajarinya, melihat pergerakan ini pasti mudah dimengerti dan tau mana yang harus dilakukan dengan melihat pertukaran sebelum melakukan transaksi.

Namun, kita bisa menonton tutorialnya, karena Tokocypto menyediakan video semua yang berhubungan dengan Cyptocurrency di channel youtube. Ada juga artikel-artikel terupdate yang memaparkan berbagai hal tentang seluk beluk apa itu Bitcoin dan Crypto di tab TokoNews.

Selain itu, melakukan investasi dan belajar mengenai pilihan investasi lainnya di internet. Dilihat dari peluang yang ada. untuk menambah cuan selama pandemi ini saya juga mulai belajar bisnis jualan makanan dan pakaian di internet. Sebab, belum memiliki modal yang banyak untuk memulai usaha, menjadi reseller dan dropshipper menjadi pilihan untuk saat ini, sambil terus mempelajari tren pasar dan mengumpulkan modal.
 
#YoungCompetitionBisnisMuda #BisnisMuda #YangMudaYangCuan