Berawal dari Mimpi Bersama Sahabat, Ciptakan Bisnis Seserahan yang Cuan dan Memikat

Foto Pernikahan Customer Bunch Blossoms di Tengah Hari Bahagianya  (Sumber : Dokumentasi BunchBlossoms)

Foto Pernikahan Customer Bunch Blossoms di Tengah Hari Bahagianya (Sumber : Dokumentasi BunchBlossoms)


Membangun bisnis online menjadi salah satu jalan yang banyak ditempuh oleh generasi muda saat ini untuk memperoleh penghasilan dan juga meningkatkan skill kewirausahan. Hayooo, siapa yang setuju dengan trend bisnis online yang menjamur di kalangan anak muda saat ini?

Namun, membangun bisnis sendirian bukanlah hal yang mudah, apalagi untuk mendapatkan cuan dari bisnis yang tengah kita rintis. Maka dari itu, para entrepreneur muda yang mau dan akan merintis bisnis membutuhkan partner untuk menjalankan bisnis dari nol. Harapan untuk cepat menemukan partner yang cocok karakternya, bisa sharing modal awal, mudah untuk berdiskusi dan dianggap mampu saling support menjadi salah satu alasan mengapa kita menjalankan bisnis bersama teman.

Ya, pendapat ini juga didukung dengan adanya stigma bahwa menjalankan bisnis jauh lebih mudah dan lebih tenang dengan adanya dukungan dari sahabat saat melangkah bersama. Apalagi dengan kondisi kita sudah mengenal sahabat kita bertahun-tahun lamanya. Lalu benarkah demikian? Mari kita simak segelintir pengalamanku berbisnis bersama sahabatku sendiri.

Rintis Bisnis Bersama Sahabat di SMA Biar Cuan? Siapa Takut!
Aku ingin berbagi pengalamanku berbisnis bersama sahabat yang penuh dengan lika-liku di dalamnya. Aku dan mungkin banyak entrepreneur di luar sana, memiliki tekad sama, yakni untuk merealisasikan mimpi dan ide bisnis bersama sahabat yang memiliki visi, misi dan tujuan yang sama.

Dengan kerjasama bersama dengan orang terdekat, aku merasa lebih kuat dalam menghadapi berbagai cobaan walaupun banyak menghadapi suka-duka kehidupan berbisnis online terutama di bidang jasa. Inilah yang aku alami dua tahun belakangan ini menjalankan bisnis jasa hias seserahan, mahar dan ringbox untuk pernikahan bernama Bunch Blossoms.

Semua berawal dari obrolan santai ngalor – ngidul bersama sahabatku

Di tengah percakapan kami membahas kata bijak dari Bong Candra, “Tidak ada mimpi yang terlalu tinggi untuk dicapai, yang ada hanya niat yang terlalu rendah untuk melangkah”. Rasanya relate banget sama hidup kita. Siapa yang setuju dengan pendapat Bong Chandra, salah satu motivator popular di kalangan anak muda tersebut? Aku dan sahabatku sih yes dan setuju banget.

Dari sharing cerita kami berdua, ternyata kami sama-sama meyakini bahwa dalam menjalani kehidupan di dunia, manusia di dunia perlu bermimpi. Dengan memiliki harapan dan mimpi yang besar, kita akan selalu terpacu untuk menjadi seseorang yang besar pula.  
Nah, lanjut dari obrolan kami tersebut, kami mencari tahu ide bisnis apa yang bisa kami jalani berdua. Sampai pada akhirnya kami sepakat mendirikan Bunch Blossoms.

Yap, Bunch Blossoms merupakan usaha bersama sahabat SMA-ku, Dede, sejak April 2019. Aku dan Dede sudah bersahabat selama 11 tahun karena pernah sekelas di tahun pertama kami duduk di bangku SMA sampai dengan saat ini. Sebelum memberanikan diri untuk membuka usaha ini, kami membuat komitmen dan perjanjian secara tertulis untuk tetap profesional dalam menjalankan bisnis dan mengesampingkan ego dan hubungan pribadi kami sebagai sahabat.

Kami saling berkomitmen akan resiko apapun akan kami hadapi secara dewasa dan kekeluargaan. Karena kami tidak ingin jika suatu hari nanti ada masalah besar menerpa, apalagi sampai mengancam langsung hubungan persahabatan kami dan memutus silaturahmi kami yang terjalin belasan tahun lamanya.

Pengalaman Menjalankan Bunch Blossoms Bersama Sohib
Di era yang serba digital ini, berbisnis online sudah tidak bisa lagi dipandang sebelah mata. Cakupan pasar sangat luas dan tersebarnya informasi sangat cepat dalam hitungan detik saja sehingga potensi berbisnis online terutama di bidang jasa yang kami geluti ini sangat besar.

Untuk usaha di bidang kerajinan yang berkaitan dengan pernikahan tak pernah lekang oleh waktu. Maka dari itu, kami tetap berjuang dari setiap cobaan yang datang termasuk pandemi Covid-19 yang masih mendera. Sebab bagi kami, berbagi kebahagiaan dengan karya kami di hari tunangan ataupun perkawinan orang lain, merupakan tugas mulia yang kami emban dan kami bangga dapat produktif menghasilkan karya asli anak bangsa. Apalagi kami berdua memiliki hobi yang sama yaitu menghias dan membuat kerajinan tangan.

 

Karya Bunch Blossoms (Sumber : Dokumentasi Bunch Blossoms)

Karya Bunch Blossoms (Sumber : Dokumentasi Bunch Blossoms)

 

Selama berpartner dengan sahabat sendiri, aku dan Dede sepakat untuk mengamalkan narasi Pancasila terutama sila Ketiga dan Kelima Pancasila merupakan konsepsi dari persatuan Indonesia dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Aku menjunjung tinggi prinsip untuk mengembangkan sikap adil terhadap sesama termasuk partner-ku sendiri. Dan tidak lupa untuk menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.

Dalam keberjalanannya, kami membagi tugas secara adil sesuai dengan kemampuan masing-masing. Aku pun semakin mahir untuk bisa mengurus logistik pengadaan barang, terjun langsung ke produksi mahar serta ringbox dan juga mengurus sosial media. Sedangkan dede yang mengurus keuangan dan marketing serta mengurus jasa hias seserahan.


Agar dapat memaksimalkan SDM yanag terbatas, kami berusaha membangun tim yang solid, saling membantu dan gotong – royong untuk memajukan bisnis kami ini untuk memperoleh target cuan yang sudah kami sepakati. Kami mempelajari banyak hal, termasuk jenis seserahan, cara menghias serta hal-hal detail barang seserahan dan mahar yang menjadi permintaan calon pengantin yang menjadi customer kami.

Nyatanya para pengantin yang menggunakan adat, memiliki kebutuhan barang dan detail seserahan maupun mahar pernikahan yang beragam. Di sinilah kami belajar semakin menghargai kebudayaan bangsa dan perbedaan multikultural di kehidupan bermasyarakat.

Membangun bisnis rintisan ini merupakan salah satu bentuk inisiasi kegiatan positif dimulai dari persahabatan dan prinsip #yangmudayangcuan. Sebagai anak muda yang memiliki karakter yang berbeda, aku dan Dede berusaha meminimalisir miskomunikasi dengan selalu mengutamakan musyawarah untuk mufakat di setiap keputusan yang kami ambil.

Jadi menurut kami, jenis persahabatan kami sangat unik. Selain jadi teman curhat, ternyata bisa juga jadi teman bisnis. Kami mempunyai hubungan friendzone yang menumbuhkan simbiosis mutualisme di kehidupan nyata.

Sungguh tidak kami sangka sama sekali bisa bertumbuh bersama seperti ini. Tak dapat dipungkiri, dalam kurun waktu hampir 2 tahun ini, masalah demi masalah berdatangan, akan tetapi dengan adanya komunikasi, transparansi dan menjaga kepercayaan, kami bisa menghadapinya. Perjalanan kami memang masih jauh dari kata sukses, namun kami terus berusaha memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh customer kami dan secara bertahap kami membesarkan bisnis kami agar semakin berkembang di kemudian hari.

Dan teruntuk teman-teman UMKM dan para pebisnis muda diluar sana, janganlah kalian ragu untuk bermimpi besar. Raihlah dengan semangat juang yang tinggi untuk menggapainya. Walaupun dihadang oleh pandemi yang menggoyahkan perekonomian kita, namun kita lah yang menentukan nasib masa depan kita tanpa harus berhenti di tengah jalan. Tetap optimis dan terus berjuang atau kalah dengan keadaan? Kalian lah yang menentukan.

#youngcompetitionbisnismudaid #bisnismuda #yangmudayangcuan