Identik Bearish, Ini yang Perlu Kamu Ketahui tentang October Effect

October Effect Illustration Web Bisnis Muda - Image: Canva

October Effect Illustration Web Bisnis Muda - Image: Canva


Ternyata, bulan Oktober itu identik banget sama pergerakan bursa yang cenderung bearish lho! Makanya, ada yang istilah yang namanya October Effect nih, Be-emers.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), selama 4-8 Oktober 2021, perdagangan di BEI mayoritas bergerak di teritori positif. Selama sepekan itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat mengalami peningkatan hingga 4,06 persen!

Bahkan, hingga perdagangan Jumat (8/10), IHSG ditutup di level Rp6.481, atau nyaris menyentuh level psikologis Rp6.500. Selain itu, kapitalisasi pasar bursa dalam negeri selama 4-8 Oktober 2021 juga meningkat hingga 3,98 persen, yakni sebesar Rp7.948,39 triliun!

Bisa dibilang, bullish-nya IHSG selama sepekan itu disebut-sebut menandai bangkitnya pergerakan bursa di bulan Oktober 2021. Namun, di tengah bullishnya IHSG, ada bayang-bayang October Effect yang selalu “menghantui” bursa saham nih.

Sebenarnya, apa sih October Effect itu?


Baca Juga: Bukan Bearish dan Bullish, Apa itu Kangaroo Pattern dalam Istilah Bursa?
 

Apa Itu October Effect? Begini Sejarahnya

Di tahun 1907, Amerika Serikat mengalami krisis perbankan dan keuangan jangka pendek. Kejadian itu bermula dari runtuhnya investasi spekulatif yang sangat berpengaruh dan disebarkan oleh kebijakan uang yang dilakukan oleh Departemen Keuangan AS pada tahun-tahun sebelumnya.

Alhasil, hal tersebut menyebabkan bank-bank di New York dan perusahaan-perusahaan perwalian yang telah membiayai investasi berisiko tersebut bangkrut sehingga likuiditas pasar saham menyusut. Soalnya, bank-bank regional yang lebih kecil juga menarik simpanan mereka dari bank-bank New York.

Sementara itu, dilansir dari Federal Reserve History, bursa Dow Jones jatuh hingga 22,6 persen pada 19 Oktober 1987. Peristiwa itu lantas dikenal dengan Black Monday, yang mana krisis keuangan global kontemporer pertama kali terjadi.

Kalau dilihat dari sejarahnya, sejumlah peristiwa seperti The Bank Panic of 1907 hingga Black Monday di tahun 1987, membuat bulan Oktober identik dengan jatuhnya kinerja bursa saham.

Sebenarnya, dilansir Investopedia, October Effect adalah sebuah anomali pasar yang mana saham dirasa cenderung menurun selama bulan Oktober nih, Be-emers.

Dengan kata lain, October Effect dianggap sebagai ekspektasi psikologis ketimbang fenomena aktual yang sedang terjadi. Soalnya, sebagian besar statistik bertentangan dengan teori.

Misalnya, banyak investor hanya khawatir terhadap pergerakan bursa saham karena secara sejarah justru mencatatkan kehancuran pasar yang besar terjadi selama bulan Oktober! Makanya, October Effect juga dikenal dengan istilah Halloween Effect.

 

Apa Itu October Effect  Illustration Web Bisnis Muda - Image: Canva

Apa Itu October Effect Illustration Web Bisnis Muda - Image: Canva

 

Adakah Tanda-Tanda Munculnya October Effect?

Pada dasarnya, pasar saham itu cukup kompleks nih, Be-emers. Selalu ada berbagai sentimen yang bisa memicu naik atau turunnya pergerakan bursa.

Misalnya, pergerakan bursa saham bisa terpengaruh dengan adanya kebijakan pemerintah, kebijakan bursa, kinerja emiten, hingga aksi korporasi emiten. Selain itu, sejumlah mitos-mitos di pasar saham juga bisa mempengaruhi psikologi investor yang berujung pada performa bursa, termasuk mitos October Effect.

Makanya, bisa dibilang, enggak ada tanda-tanda khusus atau sinyal akan munculnya October Effect. Soalnya, bursa saham sendiri punya banyak faktor yang mempengaruhi performanya.

Misalnya pada sepekan pertama Oktober 2021, IHSG cenderung bergerak bullish, jika suatu saat bergerak bearish, hal itu justru bakal jadi perspektif yang menarik nih, Be-emers.

Sejumlah saham yang rentan terkoreksi, misalnya punya fundamental yang jelek, patut diwaspadai untuk menghindari terjadinya cut loss. Di sisi lain, pasar yang cenderung bearish atau juga bisa menciptakan peluang untuk aksi beli lho!

Apalagi, dilihat dari perspektif sejarah, Investopedia mencatat Oktober telah menandai akhir dari banyaknya pergerakan bursa yang cenderung bearish. Nah, hal itu bisa jadi kesempatan kamu untuk mengeruk keuntungan setelah pasar kembali bullish.

Jadi, menurut kamu October Effect sebenarnya jadi peluang atau ketakutan nih?