China Berhasil Ciptakan Rekor Eksperimental Matahari Buatan, Terbit Selama 17 Menit

EAST Artificial Sun Illustration Web Bisnis Muda - Image: ITER

EAST Artificial Sun Illustration Web Bisnis Muda - Image: ITER


Rangkaian langkah konkret dalam menciptakan energi baru terbarukan serta energi bersih memang sudah diimplementasikan oleh berbagai pihak saat ini.

Selain didorong oleh beberapa campaign atas seruan nol emisi karbon, keterbatasan akan sumber daya fosil juga ikut menjadi alasan untuk memacu upaya konkret lainnya.

Sebelumnya, Bill Gates melalui perusahaan pengembang reaktor nuklir miliknya TerraPower yang berdiri sejak tahun 2006 pada November lalu juga telah menginisiasikan atas tenaga terbarukan natrium.

Sejalan dengan itu, China juga baru saja dilaporkan memberikan kontribusi serupa berkat optimalisasi energi fusi yang berhasil diluncurkan lewat matahari buatan, nih, Be-emers!

Baca Juga: Ambisi Bill Gates Memulai Pembangunan Reaktor Nuklir Lewat Perusahaan Miliknya
 

Ciptakan Energi Fusi Untuk Masa Depan

Mengutip dari New York Post, awal tahun ini China melalui Experimental Advanced Superconducting Tokamak (EAST) baru saja memberikan capaian rekor baru atas proyek matahari buatan atau artificial sun miliknya.


Dalam kesempatan ini, matahari buatan yang berhasil diterbitkan di Hefei, Anhui, China Timur mampu menyala selama 1.056 detik atau sekitar 17,6 menit pada suhu plasma tinggi.

Lebih lanjut lagi, EAST juga melaporkan bahwa pada rekor kali ini matahari buatan tersebut mampu mempertahankan 70 juta dejarat celcius atau lima kali lipat lebih besar suhu matahari asli yang hanya berkisar 15 juta derajat celius.

Seorang peneliti dari Institute of Plasma Physics of the Chinese Academy of Sciences (ASIPP) Gong Xianzu juga menyambut baik atas rekor kali ini seirama dengan tonggak yang ditancapkan atas beberapa eksperimen terhadulu.

Pasalnya, pada bulan Mei tahun lalu EAST hanya mampu mempertahankan matahari buatannya untuk terbit selama 101 detik dengan mempertahankan 120 juta derajat celcius.

Gong Xianzu juga menambahkan optimalisasi yang tercipta dari matahari buatan ini mampu memberikan pengaruh atas terciptanya energi fusi yang sangat bermanfaat di masa mendatang.

Energi fusi ialah energi yang berasal dari gas hidrogen dan juga deuterium sebagaimana tenaga yang digunakan pada matahari buatan tersebut yang keberadaannya masih melimpah dan terbilang lebih bersih.

Dengan itu, proyek EAST yang juga merupakan bagian dari Reaktor Eksperimental Termonuklir Internasional (ITER) yang sudah ada sejak tahun 2007 ini memberikan langkah konkret lainnya atas penciptaan energi baru terbarukan dan juga energi bersih.

Gimana tanggapanmu, Be-emers?