Meta Akan Layoff, Ada Apa dengan Perusahaan Teknologi?

Meta Layoff. (Ilustrasi: Canva)

Meta Layoff. (Ilustrasi: Canva)


Meta, Induk perusahaan Facebook, merencanakan layoff atau pemecatan terhadap karyawannya di minggu ini seperti yang dilansir The Wall Street Journal

Menurut orang-orang yang berhubungan dengan hal ini, pemecatan yang dilakukan Meta menjadi putaran terbesar setelah perusahaan-perusahaan teknologi berkembang pesat post-pandemi.

Layoff akan berdampak ke ribuan karyawan dan direncanakan adanya pengumuman pemecatan di hari Rabu. 

Hingga akhir September 2022 diketahui Meta memiliki lebih dari 87.000 karyawan.

Baca Juga: Induk Facebook Meta Sepakat Selesaikan Gugatan Soal Cambridge Analytica
 

PHK Pertama dalam 18 Tahun



Meta sudah berdiri selama kurang lebih 18 tahun. Selama itu pula Meta berkembang pesat dan belum pernah mengalami pengurangan karyawan. 

Meta menjadi perusahaan teknologi kedua yang melakukan layoff dalam waktu dekat setelah Twitter. 
Meskipun persentase layoff lebih kecil daripada Twitter, jumlah karyawan Meta yang akan kehilangan pekerjaan bisa jadi yang terbesar di perusahaan teknologi dalam setahun.

Baca Juga: Cegah Karyawannya Pindah ke Meta, Apple Tak Sungkan Kasih Bonus hingga Rp2,5 Miliar

Sebelum rumor layoff, petinggi Meta telah mengisyaratkan karyawannya untuk membatalkan perjalanan yang tidak penting di minggu ini. 

The Wall Street Journal juga telah memberitakan pada bulan September bahwa Meta berencana untuk memotong anggaran setidaknya 10 persen melalui reduksi staff.
 

Saham Meta


Saham Meta menjadi salah satu saham perusahaan teknologi yang memiliki banyak peminat. Namun, selama satu tahun ini sahamnya mengalami penurunan lebih dari 70 persen. 

Melihat penurunan sahamnya, meta menyoroti tren ekonomi makro yang memburuk. Akibatnya investor takut dan khawatir melihat finansial dan pengeluaran Meta. 

Bulan lalu, venture capital bernama Altimeter Capital mengatakan dalam sebuah surat terbuka kepada Zuckerberg bahwa Meta harus memangkas staf dan mengurangi ambisi metaversenya. 

Surat terbuka ini juga menjadi cerminan meningkatnya ketidakpuasan di antara para pemegang saham.
Pengeluaran Meta juga meningkat tajam, menyebabkan arus kas bebasnya turun 98% di kuartal terakhir. 

Baca Juga: #FunFact: Facebook Bukan Satu-Satunya, Sejumlah Perusahaan Ini Juga Terjun ke Metaverse

Beberapa pengeluaran perusahaan berasal dari investasi besar dalam daya komputasi tambahan dan artificial intelligent.

Tetapi sebagian besar biaya Meta yang menggelembung berasal dari komitmen Zuckerberg terhadap Reality Labs, sebuah divisi yang bertanggung jawab atas augmented-reality serta pembuatan metaverse.

Mau tulisanmu dimuat juga di Bisnis Muda? Kamu juga bisa tulis pengalamanmu terkait investasi, wirausaha, keuangan, hingga lifestyle di Bisnis Muda dengan klik “Mulai Menulis”.
 
Submit artikelnya, kumpulkan poinnya, dan dapatkan hadiahnya!
 
Gabung juga yuk di komunitas Telegram kami! Klik di sini untuk bergabung.