Investor Pemula Hati-Hati Dividen Trap, Ini Tips Menghindarinya!

Dividen Trap (Ilustrasi: Canva)

Dividen Trap (Ilustrasi: Canva)

Like

Di awal tahun seperti saat ini mulai banyak emiten yang merilis laporan keuangannya. Banyak juga yang menyatakan komitmennya untuk membagikan dividen. Situasi ini perlu diwaspadai investor agar tidak hanyut dalam dividen trap.

Investor mana yang tidak senang dengan adanya dividen? Be-emers pasti salah satu yang turut senang kan? Dividen adalah pembagian laba kepada pemegang saham berdasarkan banyaknya saham yang dimiliki. 

Pembagian ini akan mengurangi laba ditahan dan kas yang tersedia bagi perusahaan, tapi distribusi keuntungan kepada para pemilik memang adalah tujuan utama suatu bisnis.

Ada empat jenis dividen. Pertama dividen tunai yang jadi metode paling umum untuk pembagian keuntungan. Dibayarkan dalam bentuk tunai dan dikenai pajak pada tahun pengeluarannya. 

Kedua dividen saham, cukup umum dilakukan dan dibayarkan dalam bentuk saham tambahan, biasanya dihitung berdasarkan proporsi terhadap jumlah saham yang dimiliki. Contohnya, setiap 100 saham yang dimiliki, dibagikan 5 saham tambahan. 


Metode ini mirip dengan stock split karena dilakukan dengan cara menambah jumlah saham sambil mengurangi nilai tiap saham sehingga tidak mengubah kapitalisasi pasar.

Ketiga dividen properti yang dibayarkan dalam bentuk aset. Pembagian dividen dengan cara ini jarang dilakukan. Keempat dividen interim, dibagikan sebelum tahun buku perseroan berakhir. 

Baca Juga: Keuntungan Investasi Dividen VS Capital Gain, Mana yang Lebih Cuan?

Biasanya yang ditunggu-tunggu investor adalah dividen saham karena akan memperbanyak aset saham yang dimiliki. Apalagi jika saham-sahamnya termasuk saham dengan kinerja tinggi dan kinerja emitennya baik.

Namun, jika investor terlalu larut dalam pembagian dividen ini mereka bisa masuk dalam dividen trap atau jebakan dividen. Dividend trap sendiri merupakan situasi ketika harga saham suatu emiten turun karena pembagian dividen. 

Seringkali, kondisi semacam ini membuat harga saham akan jatuh pada tanggal ex-date dividen, sehingga investor kesulitan untuk melakukan profit taking. Lantas, apa yang harus dilakukan agar terhindar dari dividen trap?
 

Pelajari Rekam Historis


Mengutip dari Bisnis.com, agar investor terhindar dari dividen trap bisa dengan melakukan hal-hal mendasar seperti mempelajari rekam historis riwayat suatu emiten dalam membagi dividen dari tahun ke tahun. 

Penting bagi investor untuk melihat apakah dividen dan yield yang ditawarkan tahun ini sepadan dengan tren perusahaan yang sama tahun sebelumnya.

"Investor yang telah mengamati ciri-ciri tersebut seharusnya telah mengakumulasi dari beberapa hari sebelum RUPS, sehingga yield dividen yang didapatkan akan lebih besar," tulis Ratih Mustikoningsih, Financial Expert, dalam risetnya.

Dari mempelajari rekam historisnya investor jadi bisa mengetahui bagaimana perbandingan kinerja keuangan dengan dividen yang ditawarkan. Jadi, investor tidak terjebak dan menunggu-nunggu hingga melewatkan kesempatan lain. 

Mau tulisanmu dimuat juga di Bisnis Muda? Kamu juga bisa tulis pengalamanmu terkait investasi, wirausaha, keuangan, hingga lifestyle di Bisnis Muda dengan klik “Mulai Menulis”.
 
Submit artikelnya, kumpulkan poinnya, dan dapatkan hadiahnya!
 
Gabung juga yuk di komunitas Telegram kami! Klik di sini untuk bergabung.