Update Saham Bisnis Muda, Edisi 29 Juli 2020

Update Saham Bisnis Muda

Update Saham Bisnis Muda

Like

IHSG membara di zona merah sepanjang sesi I perdagangan bursa hari ini (29/7). Bahkan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat terpental dari level 5.100.

Sekitar 20 menit usai pembukaan bursa, IHSG langsung terjun bebas 0,50 persen ke level 5.087,61. Meski begitu, pukul 10:00 WIB, IHSG kembali ke level 5.110,19.

Hingga akhir sesi pertama perdagangan bursa hari ini, IHSG terpantau masih parkir di zona merah. Dengan mengalami koreksi hingga -0,22 persen, IHSG terparkir ke level 5.101,73.

Adapun, terkoreksinya IHSG di Rabu pagi ini telah membawa 4 dari 10 sektor bergerak negatif. Sektor finansial memimpin tekanan laju IHSG hari ini dengan terjun hingga -11,31.

Hal itu juga dialami oleh sektor aneka industri yang mengalami koreksi -9,98 persen. Sementara itu, sektor konsumer justru melesat hingga 16,91 persen.


Akankah IHSG kembali rebound?
 

Kinerja Emiten

Meski kinerja penjualan enggak cemerlang, rupanya hal itu kadang enggak mempengaruhi pencapaian untuk meraih cuan lho.. Soalnya, sejumlah emiten justru berhasil mencatatkan laba di tengah tergerusnya kinerja pendapatan.

PT Merck Tbk (MERK) dan PT panca Budi Idaman Tbk (PBID) mengalami hal tersebut. Keduanya berhasil meraih pertumbuhan laba, walaupun penjualannya mengalami sejumlah tantangan yang cukup berat.

Berdasarkan data di Harian Bisnis Indonesia kemarin (28/7), laba emiten farmasi MERK melesat hingga 424,78 persen lho, Be-emers! MERK meraih laba sebesar Rp32,12 miliar di semester I/2020.

Padahal, diketahui bahwa pendapatan MERK, di periode yang sama, justru terkoreksi hingga 10,72 persen. Adanya tekanan beban pokok penjualan menjadi pemicu MERK tetap bisa meraih cuan.

Begitu juga dengan PBID, emiten plastik ini juga berhasil meraih peningkatan laba bersih di semester I/2020. Dari laman Bisnis.com, PBID tercatat meraih laba bersih senilai Rp139,86 miliar.

Meski penjualannya anjlok hingga 17,99 persen, PBID berhasil melakukan efisiensi dan mampu menekan beban pokok penjualan 23 persen secara year-on-year. Adapun, penjualan plastik kemasan dan biji plastik masih jadi penopang penjualan PBID.

Yuk, cek juga kabar lain seputar pasar modal berikut ini: