Ramai Emiten Lakukan Rights Issue, Mana yang Paling Menarik?

Trade - Canva

Like

Meski sudah melantai di bursa, perusahaan terbuka atau emiten tetap bisa menerbitkan saham baru lho. Salah satunya, yakni dengan melakukan aksi Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau yang lebih dikenal dengan rights issue.

Melalui aksi rights issue, investor yang sudah masuk di perusahaan tersebut menjadi prioritas utama untuk mendapatkan harga saham baru, sebelum akhirnya ditawarkan ke investor baru.

Nah, dikutip dari laman Bisnis, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat ada 10 emiten yang telah mengantongi izin efektif untuk menggelar rights issue hingga pekan keempat Agustus 2020.

Adapun, emiten melakukan aksi itu dalam waktu dekat ini antara lain ada PT Acset Indonusa Tbk. (ACST) dan PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk. (CMNP).

Baca Juga: Trading Saham, Tapi Masih Bingung? Ini Tips Bagi Pemula
 

Acset Indonusa

Baru banget merampungkan rights issue, ACST telah berhasil menawarkan 5,72 miliar lembar saham baru, dengan harga pelaksanaan Rp262.


Menurut Corporate Secretary & Investor Relations Acset Indonusa Maria Cesilia Hapsari, hasil pendanaan dari aksi tersebut bakal digunakan untuk melunasi sebagian shareholder loan emiten.

Adapun, ACST diketahui punya utang nih sama pemegang saham United Tractors (UNTR). Saldo pokok pinjaman terutang tersebut senilai Rp2,04 triliun per 15 September 2020. Nanti, ketika dibayar sebagian, saldo pokok pinjaman terutang akan menjadi Rp544,75 miliar.
 

Citra Marga Nusaphala Persada

Sementara itu, CMNP juga bakal melakukan aksi rights issue nih, Be-emers. 

Dalam prospektusnya, cum rights CMNP di pasar reguler dan negosiasi bakal dilakukan pada 7 Oktober 2020 dan di pasar tunai 9 Oktober 2020. Sedangkan periode perdagangannya akan berlangsung dari tanggal 13 hingga 21 Oktober 2020.

CMNP diketahui bakal menawarkan sebanyak-banyaknya 1,81 miliar lembar saham baru, dengan harga pelaksanaan Rp700. Hasil pendanaan melalui aksi tersebut pun mencapai Rp1,39 triliun.

Pihaknya menilai, pendanaan melalui aksi rights issue jadi alternatif yang paling baik bagi perseroan dibandingkan dengan menggunakan pendanaan lainnya. Selain itu, dana yang akan dihimpun tersebut bakal digunakan untuk membiayai proyek-proyek yang sedang digarap.
 

Cermati Tujuan Terlebih Dahulu

Menurut Head Equity Trading MNC Sekuritas Medan Frankie Wijoyo, ada baiknya, kamu mencermati terlebih dahulu tujuan dari aksi rights issue para emiten. Pastikan, tujuan emiten adalah utamanya untuk perkembangan usaha ketimbang untuk bertahan.

Apalagi, sentimen negatif terhadap rights issue umumnya bisa berdampak ke harga saham setelah eksekusi lho! Soalnya, emiten yang mencetak saham baru bisa membuat dilusi harga saham sebelumnya, sehingga bisa bikin harga menurun.

Baca Juga: Produsen Sari Roti Bakal Jual Saham Treasuri, Apa Itu?