Startup Digitalisasi UMKM ini Dapat Pendanaan Seri A, Untuk Apa Saja Dananya?

Entrepreneur - Canva

Like

Saat ini, para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dituntut untuk go digital. Hal itu dilakukan agar enggak ketinggalan dan bisa bersaing secara sehat dengan pelaku usaha lainnya.

Seiring dengan hal itu, banyak perusahaan rintisan yang turut mengambil peran untuk terus mendukung UMKM go digital. Salah satunya, yakni BukuKas.

Perusahaan rintisan tersebut memiliki aplikasi keuangan gratis yang bisa dimanfaatkan oleh pelaku UMKM secara digital.

Nah, baru-baru ini, diketahui kalau BukuKas baru saja mendapatkan pendanaan Seri A lho, Be-emers! Pendanaan senilai US$10 juta itu dipimpin oleh Sequoia Capital India.

Selain itu, sejumlah investor atau perusahaan modal ventura lain yang terlibat antara lain Saison Capital, January Capital, Founderbank Capital, Cambium Grove, Endeavor Catalyst dan Amrish Rau.


Dengan masuknya pendanaan ini, BukuKas kini telah berhasil mengumpulkan pendanaan senilai total US$22 juta nih, Be-emers.

Untuk apa saja ya dana tersebut?

Baca Juga: Waw! Startup Aplikasi Kasir ini Baru dapat Pendanaan Seri A+

Menurut CEO dan Co-Founder BukuKas Krishnan Menon, dikutip dari Bisnis, suntikan dana itu rencananya bakal digunakan untuk mempercepat akuisisi merchant, serta memperkuat tim engineering dan produk BukuKas di kedua kantornya. Adapun, BukuKas punya dua kantor yang berlokasi di Jakarta dan Bangalore, India.

Selain itu, BukuKas juga berencana untuk memperluas jangkauan layanan yang ditawarkan kepada pedagang-pedagang. Hal itu dilakukan agar sejalan dengan visi perusahaan, yakni untuk menyediakan perangkat lunak yang menyeluruh bagi pelaku UMKM.

Bagi Krishnan, meskipun BukuKas telah berkembang cukup pesat tahun ini, ia menilai kalau pihaknya justru baru saja “memulai”. Pendanaan ini dinilai jadi langkah penting buat BukuKas untuk memberdayakan 60 juta pedagang kecil dan pengecer di Indonesia agar beralih ke digital.

Diketahui, perusahaan rintisan yang eksis sejak 2019 ini telah telah menjadi platform terdepan untuk mengelola keuangan dan bisnis para pelaku UMKM di Indonesia lho.

Bahkan, hingga November 2020, BukuKas tercatat punya 3,5 juta pedagang kecil dan pengecer yang terdaftar sebagai pengguna aplikasi, serta melampaui 1,8 juta pengguna aktif bulanan (Monthly Active Users).

Adapun, meski aplikasi pembukuan digital merupakan sektor yang tergolong kompetitif, BukuKas rupanya telah meraih posisi kepemimpinan yang kuat di industri ini hanya dalam waktu setahun setelah diluncurkan, baik dalam skala pengguna maupun engagement.

Baca Juga: Dapat Pendanaan US$25 Juta, Ini Rencana Platform Sekuritas Ajaib