Traveloka Siap IPO di Bursa AS, Ini Skema dan Tantangannya

Travel - Canva

Like

Perusahaan rintisan (startup) di sektor digital travel sempat mengalami tekanan yang cukup dalam akibat pandemi Covid-19. Namun, hal itu rupanya enggak menghentikan langkah Traveloka untuk melantai di bursa saham lho!

Traveloka dikabarkan bakal siap untuk melakukan Initial Public Offering (IPO) nih, Be-emers. Langkah Traveloka untuk menjadi perusahaan terbuka di Amerika Serikat pun bakal dimulai tahun 2021 ini.

Kalau menurut CEO dan Co-Founder Traveloka Ferry Unardi, diketahui dari Bloomberg, pihaknya cukup optimis kalau bisnis yang dijalani traveloka bakal bangkit dengan adanya penyesuaian bisnis, terutama dengan menjajaki bursa saham.

Sebenarnya sih, rencana IPO ini sudah lama ingin dilakukan Traveloka. Namun, pandemi terpaksa membuat rencana ini sempat tertunda.

Lalu, skema dan tantangan apa yang bakal dihadapi Traveloka saat IPO nanti?


Baca Juga: Ferry Unardi: Pendiri Traveloka yang Selalu Mengamati Sekelilingnya dengan Cermat
 

Skema IPO Traveloka

Diketahui dari Bisnis, Traveloka rencananya bakal IPO di bursa Amerika Serikat melalui perusahaan akuisisi cek kosong atau special purpose acquisition company (SPAC). Bagi Ferry, skema SPAC dinilai sangat efisien buat Traveloka melantai di bursa AS.

Di satu sisi, ia juga menilai, kalau Traveloka bisa melantai di bursa AS lebih cepat, mereka pun juga bisa segera fokus untuk IPO di Bursa Efek Indonesia (BEI) lho, Be-emers!

Dengan kata lain, Traveloka berencana buat melakukan dual listing. Lewat SPAC, memungkinkan Traveloka menggunakan dana yang diperoleh dari IPO untuk membeli perusahaan swasta yang kemudian mengambil alih listing.

Adapun, langkah yang diambil Traveloka ini sekaligus menambah daftar startup yang IPO dengan skema SPAC. Sebelumnya, Gojek yang notabene bakal merger dengan Tokopedia juga dikabarkan berencana IPO dengan SPAC.
 

Tantangan Traveloka saat IPO

Sementara itu, dilansir dari Bisnis, Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Nailul Huda menilai langkah IPO yang dilakukan Traveloka di bursa AS sudah cukup tepat.

Soalnya, ia menilai, peraturan di Indonesia masih lebih ketat dan belum berpengalaman dalam melistingkan perusahaan digital. Makanya, proses untuk menjadi perusahaan terbuka pun dinilai lebih cepat dilakukan di bursa AS.

Meski begitu, Nailul berpendapat, Traveloka bisa saja bakal menghadapi tantangan lain saat IPO nanti. Tantangan tersebut yakni menjaga nilai saham untuk makin meningkat.

Seperti yang diketahui, sejumlah startup yang IPo seperti Weworks dan Lyft sempat gagal menjaga harga sahamnya setelah IPO.

Terkait skema IPO Traveloka yang dilakukan melalui SPAC, Nailul menilai kalau hal itu memang lebih mudah dilakukan. Namun, ia mengaku belum tahu secara signifikan keuntungannya.

Adapun, dengan SPAC, perusahaan yang ingin IPO bakal melewati proses seperti mendirikan perusahaan baru. Nanti, uang hasil IPo itu bisa digunakan oleh perusahaan pembuatnya deh.

Baca Juga: Sempat Terdampak Pandemi, Traveloka Mulai Galang Pendanaan Lagi