Perlu Enggak Sih Menyimpan Mata Uang Asing Sebagai Investasi?

Menyimpan Mata Uang Asing sebagai Investasi - Canva

Like

Menyimpan uang atau menabung tentunya jadi penting untuk menjaga keuangan kamu. Lalu, gimana kalau menabung dalam mata uang asing? Benarkah bisa jadi investasi yang cuan?

Menabung dalam mata uang asing sering banget dinilai lebih menguntungkan karena nilainya yang lebih tinggi dari Rupiah. Misalnya, mata uang euro, poundsterling, dolar, hingga yen.

Bahkan, menabung mata uang asing, atau yang juga biasa disebut sebagai valuta asing (valas), juga bisa menjadi pilihan alternatif investasi yang dianggap menguntungkan lho, Be-emers. Kok bisa?

Baca Juga: Reksa Dana Dollar AS, Apa Bedanya dengan Reksa Dana Rupiah?

 

Menyimpan Mata Uang Asing sebagai Investasi - Canva

 

Keuntungan dan Risiko Menabung dalam Mata Uang Asing

Di antara banyak mata uang asing, dolar AS menjadi yang paling umum dijadikan tabungan sekaligus investasi. Meski begitu, menabung dalam mata uang asing tentu juga punya keuntungan dan risikonya nih.


Keuntungan menabung mata uang dolar AS:
  • Tenang saat ke luar negeri
  • Kalau kamu memilih mata uang dolar AS, kamu sebenarnya enggak perlu khawatir akan biaya selisih kurs yang besar saat pergi ke luar negeri. Selain itu, tabungan dolar AS juga bisa jadi sumber dana kamu di luar negeri.
  • Cenderung stabil
  • Selain itu, fluktuasi kurs dolar AS juga enggak terlalu tajam. Makanya, banyak orang yang tertarik menabung dan berinvestasi dolar AS.

Meski begitu, menabung dalam mata uang asing juga enggak luput dari sejumlah risiko lho. Risiko tersebut antara lain:
  • Tabungan dolar AS biasanya punya batas minimum yang cukup tinggi
  • Bunga pada tabungan valas cenderung lebih rendah
  • Biaya admin yang tinggi dari tabungan biasa.
  • Ada sejumlah biaya yang mesti kamu keluarkan ketika punya tabungan valas, seperti biaya setoran, penarikan, layanan bulanan, transaksi, hingga biaya pinalti.

Wah, ternyata menabung dalam mata uang asing itu enggak semudah yang dibayangkan ya. Apalagi kalau kamu menyimpan atau menabung mata uang asing secara konvensional.

Misalnya, kamu simpan dalam kotak, brankas, atau celengan. Risiko yang paling utama adalah uang dalam mata uang asing akan rentan rusak.

Selain itu, misalnya kalau kamu menyimpan dolar AS dalam bentuk fisik terlalu lama, besar kemungkinan, kamu malah enggak bisa menukarkannya kembali dalam bentuk rupiah karena sudah enggak laku lagi. Sama seperti rupiah, mata uang asing juga selalu memperbaharui desain uangnya lho.

Baca Juga: Pilih Simpan Mata Uang Asing atau Emas untuk Lindungi Nilai Keuangan Pribadi?

 

Menyimpan Mata Uang Asing sebagai Investasi - Canva

 

Bunga Mata Uang Asing Lebih Rendah

Ketika kamu memutuskan untuk menabung mata uang asing di bank, maka hal itu tentu lebih aman. Sayangnya, bunga dari tabungan mata uang asing atau valas di bank lebih rendah nih, Be-emers.

Sebenarnya, dalam menyimpang mata uang asing di bank, kamu bisa membuka rekening valas atau deposito valas. Apa bedanya?

Rekening valas merupakan rekening yang ditujukan untuk menabung dalam mata uang asing. Selain itu, tabungan valas memungkinkan kamu untuk bertransaksi dalam berbagai mata uang asing.

Sedangkan deposito valas merupakan simpanan berjangka, yang mana terdapat berbagai pilihan mata uang asing. Deposito valas ini dilakukan dengan jangka waktu tertentu sesuai dengan perjanjian antara nasabah dengan pihak bank.

Bisanya sih, deposito valas punya tenor dari 1 hingga 24 bulan lho, Be-emers. Nah, deposito valas ini biasanya mengikuti suku bunga internasional.

Namun, lagi-lagi, suku bunganya lebih rendah dari deposito dalam mata uang rupiah.

Berdasarkan Laporan Harian Bank Umum (LHBU) Bank Indonesia, hingga Kamis (8/4), berikut penawaran bunga deposito dari sejumlah bank besar di Indonesia:
 
Bank 1 Bulan 3 Bulan 6 Bulan
BRI 3.25% 3.25% 3.25%
BNI 3,13% 3,13% 3,13%
Bank Mandiri 2.88% 3.25% 0.75%
BCA 2.85% 2.85% 2.85%



Jadi, kamu tertarik enggak nih buat menabung atau berinvestasi di mata uang asing?