Axiata Group Akuisisi 68% Saham Perusahaan Fintech P2P Indonesia

(Sumber: Axiata.com)

Like

Axiata Digital melalui Boost Holdings, memperluas operasinya ke Indonesia dengan membeli 68 persen saham PT Creative Mobile Adventure (KIMO). Boost Holdings Sdn Bhd pun berharap akuisisi KIMO akan menjadi mesin pertumbuhan utama bagi Boost Holdings.

Dilansir dari The Star, pada hari Senin PT Creative Mobile Adventure mengoperasikan bisnis pembiayaan model rantai pasokan telekomunikasi di bawah merek KIMO dengan jumlah terbatas lisensi pembiayaan digital penuh peer-to-peer yang diterbitkan oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan)

Boost Holding berharap, akuisisi pemegang lisensi peer-to-peer yang mengoperasikan platform pinjaman di Indonesia akan menjadi mesin pertumbuhan utama bagi Boost Holdings untuk memperluas jangkauannya ke usaha mikro dan kecil yang kurang terlayani secara regional.

Menurut CEO Boost Holdings Sheyantha Abeykoon dalam keterangan resminya, Senin (24/05/2021), aksi akuisisi ini penting ini karena memungkinkan perseroan untuk mengukur operasi secara regional dan cepat melalui entitas yang mapan dan mengakses ekosistem pembiayaan mikro.

Dia juga mengatakan Indonesia adalah pasar penting untuk Boost Holdings karena sudah memiliki 550.000 pedagang di lapangan dan menyalurkan lebih dari 26.000 pinjaman sejak 2019 melalui platform mitra.


Boost Holdings menyalurkan lebih dari RM207 juta melalui pembiayaan mikro dan penyedia layanan asuransi mikro Aspirasi untuk memberi manfaat bagi 9.176 usaha mikro yang unik di tahun lalu saja.

Mereka mengatakan bahwa data internal dan kemampuan pembelajaran mesin dimanfaatkan untuk memberikan perjalanan aplikasi 3 menit dengan proses persetujuan yang cepat. Hal ini memungkinkan pencairan dana yang cepat dalam waktu 48 jam setelah persetujuan untuk memberikan pembiayaan kepada UKM mikro yang membutuhkannya.

Belum lama, perusahaan malaysia ini juga mendapat suntikan dana dari Softbank. Perusahaan pengolahan data dan AI (kecerdasan buatan) bagian dari Axiata Group, yakni ADA memperoleh kucuran investasi dari SoftBank Corp senilai USD60 juta. Investasi tersebut guna memperluas dan mempercepat bisnis pemasaran digital berbasis data milik ADA di kawasan Asia, termasuk Indonesia.

Melalui investasi tersebut, SoftBank akan memiliki 23,07 persen kepemilikan saham di ADA. Sementara Axiata Digital Services tetap menjadi pemegang saham terbesar dengan persentase 63,47 persen.

Baca Juga: XL Axiata Prediksi Teknologi 5G Baru Ada di Indonesia 5 Tahun Lagi, Kenapa Ya?