Gimana Sih Cara Beli Saham IPO?

Saham Illustration Web Bisnis Muda - Canva

Like

Di masa kini, membeli saham telah menjadi hal yang sangat menggiurkan. Tentu saja tujuan utamanya adalah untuk berinvestasi dan mendapat keuntungan yang lebih besar. Untuk itu, kali ini, kita akan bahas cara membeli saham IPO yang menarik untuk diketahui, lho!

Jika kamu punya uang, daripada uang di tabungan hanya diam di tempat, lebih baik kamu mulai berinvestasi, salah satunya dengan membeli saham IPO. Saham IPO (Initial Public Offering) merupakan kondisi ketika perusahaan akan menjual sebagian sahamnya kepada publik atau masyarakat. Ini tentunya jadi momen yang paling ditunggu banyak orang untuk menggandakan uang yang mereka miliki.

Sudah ada banyak perusahaan yang mempublikasikan saham perusahaannya dan berstatus IPO. Nah, cara membeli saham IPO juga lebih mudah, lho. Selain itu, calon investor juga boleh saja menawar dan menjualnya.
 

Grafik Nilai Saham Illustration Web BIsnis Muda - Canva


Jadi, jika kamu ingin mulai membeli saham IPO, kamu juga harus paham bahwa saham ini bukanlah milik individu, melainkan saham ini milik perusahaan dan sudah bisa menjadi milik publik.

Kalau kamu masih bingung, yuk simak bersama cara membeli saham IPO!
  • Observasi Nilai

Sebelum memutuskan untuk membeli saham, kamu harus melakukan observasi saham. Sebagai investor, kamu wajib melihat kinerja saham melalui grafik historinya. Namun karena IPO belum memiliki histori harga, kamu bisa observasi dari prospektus dan riset terkait yang tersebar di media massa.
 
  • Lihat Jumlah Saham

Biasanya, semakin besar jumlah saham yang dilepas di atas 30 persen, akan semakin baik nilainya. Sebab, akan semakin banyak juga masyarakat yang bisa memiliki saham. Hal ini sejalan dengan teori bahwa transaksi saham akan lebih likuid pada pasar sekunder. Kamu sebagai calon pembeli saham harus jeli, ya!

 
  • Porsi Saham

Jangan lupa untuk cek perbandingan alokasi saham, misal kepada investor asing dan investor lokal, juga untuk investor institusi dan investor ritel. Baiknya, porsi saham ada pada posisi seimbang dan tidak timpang ke salah satu pihak.
 
  • Cermati Tren Pasar

Menurut catatan historis di bursa, beberapa saham IPO dengan fundamental bagus bisa jadi merosot karena release saat tren pasar sedang negatif. Kemungkinan, kondisi ini terjadi karena daya beli trader dan investor sangat mempengaruhi naik turunnya saham IPO. Oleh karena itu, investor harus cermat mengawasi tren pasar yang akan mempengaruhi penawaran dan pembelian dalam kesepakatan yang dilakukan.
 
  • Cek Rekam Jejak

Investor wajib mengetahui track record kinerja penjamin emisi calon emiten. Hal tersebut umumnya dinilai dari tingkat kesuksesan dan nilai oversubscribe (yang mengindikasi bahwa saham tersebut punya banyak peminat). Selain itu, kamu juga sebaiknya mengecek track record penjamin emisi pasca listing. Sehingga, jika harga saham emiten naik, berarti strategi sang penjamin emisi bisa diandalkan dan trusted.
 
  • Laporan Keuangan

Kamu harus menghindari membeli kucing dalam karung, ya! Kamu bisa memeriksa laporan keuangan dari perusahaan untuk bisa melihat kualitas keuangannya. Jangan sampai kamu terkecoh dan membeli saham IPO dari perusahaan yang laporan keuangannya nggak sehat.

Setidaknya, kamu bisa cek laporan keuangan dari 3 tahun terakhir, lalu bandingkan juga dengan perusahaan lain yang sejenis. Indikator yang perlu dicek antara lain PER (Price Earning Ratio) PBV (Price Book Value), dan juga NAV (Net Asset Value).
 
  • Profil Peminat

Sederhananya, semakin banyak peminatnya, semakin banyak pula indikasi sahamnya. Ditambah lagi jika yang berburu adalah investor asing, yang menandakan bahwa mereka melihat ada potensi besar di saham IPO tersebut.

Nah, selain cara-cara di atas, ada beberapa tips bagi pemula untuk membeli saham. Apa aja sih? Baca halaman selanjutnya, ya!