Apa Itu Expense Ratio? Ini Fungsinya dalam Investasi Reksa Dana

Apa Itu Expense ratio dalam Reksa Dana Illustration Bisnis Muda - Image: Canva

Like

Reksa dana jadi salah satu aset yang menarik, terutama untuk kamu yang enggak punya banyak waktu untuk mengelola investasi yang kamu miliki. Eits, tapi sebelumnya, kamu harus paham dulu nih apa itu expense ratio.

Seperti yang kita ketahui, reksa dana memang memudahkan kita dalam berinvestasi. Peran Manajer Investasi dan produk reksa dana pun menjadi hal yang cukup krusial.

Makanya, pemilihan Manajer Investasi (MI) beserta produk reksa dananya pun enggak bisa sembarangan lho, Be-emers. Nah, yang enggak kalah penting, kamu juga harus perhatikan expense ratio sebelum memilih produk reksa dana nih.

Baca Juga: 10 Keuntungan Investasi Reksa Dana
 

Apa Itu Expense Ratio?

Saat kamu baru memulai untuk membeli produk reksa dana, kamu pasti akan menemukan berbagai macam pilihan produk dari berbagai macam Manajer Investasi bukan? Selain itu, saat memilih, kamu juga akan menemukan keterangan berupa “expense ratio” yang nilai/persentasenya berbeda-beda.

Dikutip dari laman Bibit.id, expense ratio atau beban operasi adalah sebuah perbandingan antara beban operasional pengelolaan dana investasi reksa dana dalam satu tahun, dengan rata-rata nilai aset bersih dalam satu tahun.


Dengan kata lain, dilansir dari IDX Channel, expense ratio yakni total biaya yang digunakan MI dalam mengelola produk reksa dana, yang notabene bisa dikumpulkan dalam besaran satu angka.

 

Apa Itu Expense ratio dalam Reksa Dana Illustration Bisnis Muda - Image: Canva

 

Fungsi Expense Ratio

Buat apa sih kita perlu mengetahui beban operasional yang digunakan MI dalam mengelola investasi reksa dana?

Expense ratio itu penting untuk jadi bahan pertimbangan kamu dalam memilih produk reksa dana lho, Be-emers. Soalnya, berdasarkan keterangan di laman Bibit.id, expese ratio jadi tolok ukur untuk melihat seberapa besar biaya yang dikeluarkan MI untuk mengelola reksa dana.

Kalau kamu melihat expense ratio-nya lebih kecil, hal itu mencerminkan keahlian MI dalam mengelola reksa dana kamu dengan lebih efisien. Soalnya, expense ratio ini berfungsi untuk mengukur besaran beba oprasional yang dibebankan pada Nilai Aktiva Bersih (NAB).

Soalnya, kalau pengelolaannya baik, biaya terkait penasihat investasi, distribusi, hingga administrasinya juga bisa terkelola dengan baik.

Sebaliknya, kalau MI melakukan strategi pengelolaan yang memakan biaya transaksi tinggi, memilih broker yang mahal, hingga adanya biaya manajemen dan kustodian yang tinggi, hingga biaya administrasi yang enggak efisien, otomatis expense ratio-nya juga bakal lebih besar.

 

Cara Mengetahui Expense Ratio

Nah, dilansir dari Bareksa, kamu bisa cek laporan keuangan reksa dana untuk mengetahui besaran expense ratio. Besaran dari expense ratio juga umumnya tercantum dalam pembaharuan prospektus reksa dana lho.

Enggak cuma itu, kalau kamu menggunakan platform reksa dana, besaran expense ratio tersebut sudah tercantum di setiap produk reksa dana yang ingin dipilih.

Di satu sisi, kalau kamu memang mau mengitungnya secara manual, ada rumusnya kok. Dikutip Bareksa, rumus expense ratio yaitu total beban operasional investasi dibagi dengan rata-rata NAB. Beban operasional investasi terdiri dari beban pengelolaan investasi, beban pajak penghasilan, beban kustodian, dan beban lainnya.

Baca Juga: Ini Alasan Memilih Reksa Dana sebagai Opsi dalam Berinvestasi