Gojek Gandeng TBS Energi Ciptakan Ekosistem Kendaraan Listrik di Indonesia

Gojek Illustration Web Bisnis Muda - Image: Flickr

Like

Terhitung sejak 2 pekan lalu, PT Aplikasi Karya Anak Bangsa atau Gojek merealiasikan pengujian terhadap 500 unit motor listrik untuk driver dalam rangka mengurangi jejak karbon.

Realisasi pengujian 500 unit motor listrik itu pun yang sekaligus menjadi tahap awal tersebut akan melayani seluruh jasa layanan mulai dari GoRide, GoFood, GoShop hingga GoMart dalam lingkup Jakarta Selatan.

Dengan menggandeng beberapa pihak seperti Pertamina, Gesit dan Gogoro, Gojek memiliki tahap lanjutan agar mencapai 5.000 unit motor listrik dengan jarak tempuh 1 juta kilometer.

Namun komitmen tersebut tak lekang dari beberapa kendala, seperti diantaranya keterbatasan penukaran baterai hingga stasiun pengisian daya yang belum cukup mumpuni.

Dengan cekatan, Gojek kini diketahui langsung menjalin kolaborasi dengan TBS Energi Utama dalam menciptakan ekosistem kendaraan listrik dengan nilai investasi mencapai US$1 miliar, lho, Be-emers!


Baca Juga: Demi Komitmen Carbon Neutral, Gojek Mulai Uji Coba 500 Unit Motor Listrik untuk Driver
 

Join Venture Gojek-TBS Energi Utama Hasilkan Electrum

Melansir dari Bisnis, tepat pada Kamis, (18/11/2021) Gojek resmi melakukan pembentukan Perusahaan Patungan atau Joint Venture (JV) dengan PT TBS Energi Utama Tbk. dengan nama Electrum dalam jumlah investasi senilai US$1 miliar lebih atau sekitar Rp16 triliun.

Penciptaan Electrum sendiri ditujukan untuk pengembangan ekosistem kendaraan listrik atau Electric Vehicle (EV) dengan memiliki fokus berkelanjutan secara konsisten hingga lima tahun kedepan.

Adapun pengembangan ekosistem kendaraan listrik yang dimaksudkan meliputi pembuatan komponen EV, pembuatan teknologi baterai, infrastruktur swap battery hingga charging station.

Selain itu, lewat JV ini juga nantinya Gojek dan TBS Energi Utama akan memberikan skema pinjaman yang memungkinkan driver untuk membeli EV dengan sistem cicilan.

Pandu Patria Sjahrir selaku Wakil Direktur Utama TBS Energi Utama juga memaparkan tahap awal JV tersebut telah ditandai dengan penanaman investasi senilai US$10 juta atau sekitar Rp143 miliar dengan eskalasi hingga US$1 miliar hingga lima tahun kedepan.

Pada keterangan yang sama, Pandu juga menjelaskan keseriusannya membawa TBS Energi Utama untuk menjadikan perseorannya menjadi green business, selaras dengan ambisi Gojek yang juga ingin mewujudkan keseluruhan akomodasinya bertenaga listrik di tahun 2030.

Lebih lanjut lagi, Co-Founder sekaligus CEO Gojek Kevin Aluwi juga menambahkan bahwa lewat kolaborasi ini diharap mampu menjadi katalisator dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia selaras dengan keberlanjutan komitmen net emission zero di tahun 2060.

Gimana menurutmu, Be-emers?

Baca Juga:Pemberhentian Penjualan Sepeda Motor Konvensional, Ini yang Perlu Diketahui tentang Net Zero Emission (NZE)