Sebelum Kerja Di Startup, Pertimbangkan 5 Hal Ini!

Kerja di Startup. (Ilustrasi: Canva)

Like

Bekerja di perusahaan startup pernah menjadi tren sekitar tahun 2015 ke atas. Hingga kini perusahaan startup masih terus berkembang. Bagi kamu yang ingin berkarir di perusahaan startup perlu mengetahui hal-hal berikut. 


Startup muncul seiring perkembangan teknologi pada sekitar tahun 2000an. Kemudian seiring perkembangannya startup semakin diminati.

Bahkan bekerja di perusahaan startup sempat menjadi hal yang diidam-idamkan oleh anak muda sekitar tahun 2015. Tren bekerja di startup bertahan selama beberapa tahun.

Kini pilihan pekerjaan dan perusahaan semakin beragam. Bagi kamu yang tertarik bekerja di perusahaan startup sebaiknya memperhatikan hal-hal berikut. 
 

Sebelum Berkarir di Startup, Pertimbangkan Ini!


Baca Juga: Mengenal Istilah Startup Zombie Unicorn

 

1. Dinamis



Perusahaan startup dikenal juga dengan perusahaan rintisan. Sesuai namanya, perusahaan startup berarti perusahaan yang baru dirintis, masih baru.

Baru dirintis berarti belum memiliki sistem yang stabil, model bisnis yang sudah mapan, dan pasti perlu menemukan cara untuk mendapatkan strategi bisnis yang tepat.

Pencarian ini membuat bekerja di startup menjadi sangat dinamis karena pasti akan banyak terjadi perubahan untuk menemukan strategi dan model bisnis yang paling sesuai.
 

2. Waktu Kerja Fleksibel


Di startup biasanya jam kerjanya tidak terlalu mengikat seperti di korporasi atau perusahaan konvensional. Bahkan kini beberapa startup menerapkan WFA atau work from anywhere.

Sistem ini justru menyebabkan jam kerja yang fleksibel cenderung tidak jelas. Orang lain bisa bekerja hanya dari jam 8 pagi hingga jam 5 sore. 

Namun pekerja startup bisa bekerja hingga larut malam dan sejak pagi sudah memikirkan pekerjaan karena jam kerja yang berbeda antara satu dengan lainnya. 
 

3. Ketidakpastian Keuangan Perusahaan 


Seperti namanya, perusahaan rintisan berarti masih berjuang juga dalam hal finansial. Dalam startup pendanaan mengandalkan dari investor.

Baik dari angel investor atau orang mengidentikan dengan uang pribadi/kerabat, dan investor dari lembaga capital venture.

Keberadaan investor tidak terjamin selamanya, tergantung performa perusahaan/startup dan keuangan investor. Sehingga jelas sekali tidak ada jaminan keuangan startup akan selalu aman dan itu pasti berdampak untuk karyawannya.
 

4. Tunjangan Tidak Pasti


Jika di perusahaan konvensional tunjangan menjadi hal yang pasti, hal ini tidak berlaku di semua perusahaan startup. 

Di perusahaan startup yang masih berusaha dalam hal finansial, mungkin tunjangan seperti uang transportasi, uang makan, atau tunjangan akhir tahun susah didapatkan.

Baca Juga: Fenomena Bubble Burst Makin Kencang, Ini Daftar Terbaru Startup yang Lakukan PHK
 

5. Jobdesc dan KPI Berubah


Berhubungan dengan dinamisnya perusahaan startup, berarti akan sering ada perubahan jobdesc dan KPI. 

Mungkin bulan ini perusahaan berfokus meningkatkan jumlah pengguna, namun bisa jadi pada bulan depan sudah beralih fokus ke peningkatan jumlah transaksi per pengguna. 

Perubahan yang cepat ini membuat karyawan susah fokus untuk mencapai goals tertentu. 

Kalau kamu memilih untuk bekerja di startup atau perusahaan konvensional Be-emers?

Mau tulisanmu dimuat juga di Bisnis Muda? Kamu juga bisa tulis pengalamanmu terkait investasi, wirausaha, keuangan, hingga lifestyle di Bisnis Muda dengan klik “Mulai Menulis”.

Submit artikelnya, kumpulkan poinnya, dan dapatkan hadiahnya!

Gabung juga yuk di komunitas Telegram kami! Klik di sini untuk bergabung.