Survei Karyawan Sebut Elon Musk Penguasa yang PHK karena Ego

Elon Musk. (Foto: Flickr)

Like

Sebelum menjadi CEO Twitter, Elon Musk merupakan pemimpin dari perusahaan otomotif Tesla. Ternyata dalam pandangan karyawannya Elon Musk bukan pemimpin yang baik. Kenapa Tuh?

Elon Musk resmi mengakuisisi Twitter dengan nilai yang tinggi dan segera setelahnya Elon Musk sebagai CEO baru membuat banyak kebijakan.

Sayangnya kebijakan-kebijakan ini mendapat sentimen negatif dan dinilai lebih banyak membawa hal negatif. Padahal terhitung belum ada satu bulan sejak Elon Musk resmi menjabat CEO Twitter.

Bahkan Elon Musk sempat melakukan layoff pada setengah dari karyawan Twitter. Selain itu ada kebijakan-kebijakan terkait Twitter yang menuai protes penggunanya.

Banyaknya protes dan sentimen negatif terkait kepemimpinan Elon Musk membuat survey karyawan terhadap Elon Musk yang telah dilakukan pada tahun 2018 muncul kembali. 
 

Survey Karyawan: Elon Musk Penguasa yang Penuh Ego



Pada tahun 2018, perusahaan otomotif berbasis energi terbarukan milik Elon Musk, Tesla, mengadakan survei kepemimpinan kepada karyawannya. 

Survey ini muncul kembali ke publik karena kepemimpinan Elon Musk sebagai CEO baru Twitter yang dinilai arogan.

Dilansir dari autoblog, karyawan Tesla mengeluh tentang kepemimpinan dan budaya Elon Musk dalam survei tahun 2018 yang diperoleh Insider.

Dalam survei tersebut poin “Elon dan Tim Eksekutif” serta “Peduli dengan Karyawan” menjadi poin yang “panas”

Baca Juga: Elon Musk Mohon Pengiklan Enggak Tinggalkan Twitter, Kenapa Sih?

Survei tersebut direferensikan pada hari pertama kesaksian dalam gugatan pemegang saham terhadap Musk. Pada survei ini karyawan menyuarakan keprihatinan terhadap kepemimpinan Elon Musk.

Mantan chief people officer Tesla, Gabrielle Toledano mengidentifikasi dua masalah utama yang menurut karyawan mereka hadapi: kekhawatiran atas kompensasi dan kekhawatiran tentang kepemimpinan di Tesla, khususnya seputar Elon Musk.

Pilihan tanggapan tentang Elon Musk dan tim eksekutifnya menunjukkan karyawan mengeluh tentang budaya perusahaan, kepemimpinan, keramahan dan komunikasi, jadwal kerja, dan pemecatan.

"Tesla mengeluarkan orang-orang yang sangat berbakat dan bersemangat yang benar-benar percaya pada visi perusahaan dan terus berharap untuk kesuksesannya," tulis seorang pekerja dalam survei tersebut. 

"Elon secara luas dipandang sebagai penguasa yang susah untuk didekati dalam hal pekerjaan dan sering meremehkan kontribusi karyawannya. Bahkan ia dapat memecat orang seenaknya seperti sumber daya yang mudah sekali dibuang,” kata karyawan lain.

Pekerja lain menulis bahwa mereka merasa kapan saja saya atau siapa pun di sekitarnya akan dipecat. Mereka juga tidak berencana bertahan lebih lama lagi di lingkungan kerja yang toxic.

Seorang pekerja mengatakan ego Musk perlu diubah, sementara yang lain mengatakan orang-orang diintimidasi oleh Elon untuk membuat komitmen yang tidak realistis.

Baca Juga: Tesla Tarik Lebih Dari 320.000 Kendaraan dari Pasaran

Mau tulisanmu dimuat juga di Bisnis Muda? Kamu juga bisa tulis pengalamanmu terkait investasi, wirausaha, keuangan, hingga lifestyle di Bisnis Muda dengan klik “Mulai Menulis”.

Submit artikelnya, kumpulkan poinnya, dan dapatkan hadiahnya!

Gabung juga yuk di komunitas Telegram kami! Klik di sini untuk bergabung.