10 Langkah untuk Menghindari Impulsive Buying yang Bisa Kamu Terapkan!

Ilustrasi impulsive buying (Sumber gambar : pexels.com/Ksenia Chernaya)

Like

Impulsive buying adalah perilaku membeli sesuatu tanpa direncanakan. Impulsive buying yang terlalu sering akan menjadi sebuah kebiasaan yang dapat merugikan diri kita.

Perilaku ini biasanya disebabkan beberapa faktor antara lain adalah pengaruh lingkungan, suasana hati, sikap konsumtif dan disebabkan iklan-iklan produk.

Berikut ada beberapa langkah agar kita bisa terhindar dari impulsive buying.



1. Menyusun/Membuat Daftar Belanja

Saat akan berbelanja susunlah sebuah daftar belanja yang berisikan barang-barang yang kita butuhkan dan usahakan patuh pada daftar tersebut.

Patuh pada daftar belanja tersebut akan membantu untuk berhati-hati dalam membelanjakan uang kita.


 

2. Membatasi Akses Marketplace

Membatasi akses akan membantu kita untuk tidak tertarik berbelanja di marketplace. Segera akhiri akses dengan marketplace apabila kita sudah menemukan barang-barang yang kita butuhkan. Selain itu jangan memasang terlalu banyak aplikasi marketplace.  

 

3. Mampu Membedakan Antara Kebutuhan dan Keinginan

Sebelum memutuskan membeli, lebih baik kita berpikir apakah barang tersebut benar-benar berguna untuk kita.

Apabila dirasa belum terlalu membutuhkannya, coba tunggu beberapa hari untuk memantapkan hati.

Terkadang berpikir lagi akan membuat kita sudah tidak menginginkan barang tersebut. 

Baca Juga: Chandrika Chika Terjerat Narkoba! Kenali 7 Risiko Penyalahgunaan Narkoba

 

4. Membayar Secara Tunai

Membayar tunai dipercaya akan membantu kita lebih berhati-hati dalam menggunakan uang. Melihat langsung uang kita keluar dan berkurang akan membuat kita untuk menghemat pengeluaran dan berhati-hati dalam mengeluarkan uang.

 

5. Jangan Belanja Saat Stress

Berbelanja saat hati stres seringkali membuat kita kalap yang pada akhirnya akan membuat kita melakukan impulsive buying.

Lebih baik hindarilah belanja saat stres, carilah kegiatan lain yang lebih positif dan tidak menghabiskan uang disaat stres melanda.

Baca Juga: Memori Manis di Balik THR: Charger Laptop yang Menghidupkan Kreativitas