Ada Saham yang Kena ARB Tapi Enggak Terindikasi UMA dan Suspensi, Kok Bisa?

Trading - Canva

Trading - Canva

Beberapa waktu lalu, ramai saham yang kena Auto Reject Bawah (ARB) nih, Be-emers. Namun, timbul juga pertanyaan, kenapa sih saham yang kena ARB bisa enggak masuk kategori Unusual Market Activity (UMA) maupun suspensi?

Perlu kamu ketahui sebelumnya nih, Be-emers, saat kondisi harga saham menyentuh batas, baik Auto Reject Atas (ARA) maupun ARB, hal itu merupakan salah satu indikator saja sebelum bursa memberi peringatan UMA. Bahkan, menjadi indikator suspensi saham lho.

Lalu, kenapa masih ada saham yang kena ARB tapi enggak terindikasi UMA dan enggak kena suspensi?

Menurut Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan Kristian Manullang, dikutip dari Bisnis, tujuan pemantauan bursa adalah untuk melihat ada tidaknya ketidakwajaran dari transaksi yang terjadi di pasar.

Baca Juga: Forced Sell dan Margin Call Diduga Jadi Pemicu Tren ARB, Apa Itu?

Kristian pun menjelaskan kalau tindakan pengawasan UMA sebenarnya enggak semata-mata tergantung dari ARB maupun ARA.

Lebih tepatnya sih, setiap aktivitas transaksi dari seluruh saham bakal dipantau secara otomatis melalui sistem SMART bursa nih, Be-emers.

Berdasarkan Peraturan Perdagangan No II-A Pasar II.10, bursa melakukan pemantauan terhadap informasi atas setiap efek yang berkaitan dengan:
  • Fluktuasi harga dan volume
  • Frekuensi
  • Order/pesanan
  • Transaksi
  • Pola transaksi
  • Informasi penyelesaian transaksi, dan
  • Informasi lain yang penting dan relevan.

Jadi, sebelum bursa memutuskan untuk memberi UMA atau menghentikan sementara transaksi saham, pihaknya bakal memeriksa parameternya kembali sesuai aturan di atas nih, Be-emers.

Adapun, keputusan seperti UMA atau suspensi terhadap saham tertentu bisa diberikan oleh bursa kalau lebih dari satu parameter itu terpenuhi.

Baca Juga: Ramai Suspensi Saham, Apa yang Harus Dilakukan Investor?