Jadi Tren, Perhatikan Dulu Hal Ini Sebelum Investasi Bitcoin

Bitcoin - Canva

Bitcoin - Canva

Tren investasi di aset mata uang kripto (cryptocurrency) memang lagi tren dalam beberapa waktu belakangan ini. Salah satunya yakni aset Bitcoin.

Bahkan, harga aset bitcoin ini telah pecah rekor sejak akhir tahun lalu lho! Pada Kamis (18/2) lalu, harga aset digital tersebut sempat meroket cukup signifikan hingga US$52,472.16.

Orang paling tajir di dunia, yakni Elon Musk, juga dinilai memberikan pengaruh pada popularitas dan pergerakan Bitcoin. Di hari yang sama, Bos Tesla itu juga telah membeli Bitcoin senilai US$1,5 miliar melalui Tesla Inc.

Elon Musk seringkali “mempopulerkan” Bitcoin dan aset mata uang kripto lainnya di Twitter. Bahkan, Musk mengumumkan kalau kini semua orang bisa membeli mobil Tesla dengan aset Bitcoin.

Baca Juga: Menyatakan Dukungannya di Twitter, Ini Alasan Elon Musk Pilih Bitcoin

Nah, meski lagi tren, tapi kamu sebaiknya enggak cuma ikut-ikutan doang nih, Be-emers. Dikutip dari Bisnis, ada sejumlah hal yang perlu kamu ketahui dan perhatikan sebelum berinvestasi Bitcoin.
 

Amankan Dompet

Meski Bitcoin merupakan aset digital, tapi keberadaannya juga perlu kamu jaga. Kamu pun harus mengamankan aset yang kamu miliki itu.

Meski disertai dengan masalah keamanan, tapi Bitcoin juga memberikan tingkat keamanan yang tinggi jika digunakan dengan benar. Misalnya nih, kamu bisa menggunakan Bitcoin untuk mentransfer dengan cara yang sangat mudah dan memungkinkan kamu mengontrol uang yang dimiliki.
 

Harga Fluktuatif

meski sekarang harga Bitcoin cenderung meroket, tapi sebenarnya harga Bitcoin juga bisa bergerak naik atau turun secara enggak terduga lho. Bahkan, dalam waktu yang singkat!

Makanya, enggak disarankan buat kamu menyimpan tabungan dengan Bitcoin di saat krisis. Sebaiknya sih, lihat Bitcoin sebagai aset berisiko tinggi.
 

Enggak Bisa Dibatalkan

Ingat ya, transaksi Bitcoin itu enggak bisa dibatalkan lho! Meski begitu, dana tersebut bisa dikembalikan oleh orang yang menerima dana.

Untuk itu, kamu perlu hati-hati dalam berbisnis dengan orang serta organisasi yang kamu kenal dan percaya. Pastikan, partner kamu punya reputasi yang mapan dan kredibel.

Kamu perlu tahu nih, Bitcoin bisa mendeteksi kesalahan ketik dan biasanya enggak akan membiarkan kamu mengirim uang ke alamat yang tidak valid karena kesalahan. Namun, cara terbaik adalah dengan punya kontrol untuk keamanan dan redundansi tambahan.
 

Bukan Anonim dan Transaksi Terkonfirmasi

Ingat, semua transaksi Bitcoin disimpan secara publik dan permanen di jaringan. Artinya, siapapun bisa melihat saldo dan transaksi dari alamat Bitcoin manapun.

Meski begitu, identitas pengguna di balik alamat tetap enggak bisa diketahui sampai informasi terungkap selama pembelian atau dalam keadaan lain. Makanya, itulah kenapa alamat Bitcoin hanya boleh digunakan sekali.

Selain itu, setiap konfirmasi membutuhkan waktu antara beberapa detik dan 90 menit, dengan rata-rata 10 menit. Kalau transaksi membayar biaya yang terlalu rendah atau enggak biasa, konfirmasi pertama bisa memakan waktu lebih lama.
 

Eksperimental

Bitcoin itu juga merupakan mata uang baru eksperimental yang sedang dalam pengembangan aktif. Setiap peningkatannya, bikin Bitcoin jadi lebih menarik.

Lebih dari itu, hal tersebut  juga bisa mengungkapkan tantangan baru seiring dengan berkembangnya adopsi Bitcoin.

Kamu juga harus siap dengan masalah dan konsultasikan dengan ahli teknis sebelum melakukan investasi besar apa pun. Namun, perlu diingat bahwa enggak ada yang dapat memprediksi masa depan Bitcoin.
 

Pajak dan Peraturan Pemerintah

Bitcoin bukanlah mata uang resmi. Meski begitu, sebagian besar yurisdiksi masih mengharuskan kamu buat membayar pajak pendapatan, penjualan, penggajian, dan capital gain pada apa pun yang bernilai, termasuk bitcoin.

Baca Juga: Ini Dia Perbedaan Blockchain dan Bitcoin, Yuk Simak!