Cari Peluang Cuan Lewat Buy on Weakness, Apa Itu?

Trading - Canva

Trading - Canva

Ibarat perjalanan hidup yang penuh lika-liku, pergerakan harga saham juga enggak selalu mulus nih, Be-emers. Ada kalanya, bursa mengalami tren penurunan alias bearish.

Harga saham pun bisa saja mengalami penurunan, bahkan bisa sampai kena Auto Reject Bawah (ARB) alias batas maksimal penurunan harga saham. 

Misalnya nih, saat pandemi Covid-19 pertama kali masuk ke Indonesia pada Maret 2020 lalu, banyak saham yang menyentuh ARB. Hal itu sampai membuat Bursa Efek Indonesia (BEI) harus mengubah aturan ARB dari 10 persen jadi 7 persen!

Biasanya nih, investor atau trader kerap panik saat harga saham koleksinya turun drastis. Apalagi buat yang saham jagoannya terjun hingga ke harga Rp50, investor pun kesulitan buat menjual kembali sahamnya alias “nyangkut”. 

Di sisi lain, sebenarnya kamu bisa mengambil peluang cuan saat harga saham mengalami tren penurunan lho, Be-emers. Caranya yakni dengan melakukan Buy on Weakness (BoW).
 

Apa Itu Buy on Weakness?

Buy on Weakness jadi istilah yang cukup populer lho, terutama saat banyak saham yang harganya mengalami penurunan atau biasa disebut “diskon saham”.

Nah, Buy on Weakness sendiri yakni membeli saham saat harganya rendah. Meski begitu, saham tersebut dinilai masih punya prospek yang baik dan bisa kembali naik dalam jangka pendek.

Dilansir dari laman Otoritas Jasa Keuangan (OJK), BoW dilakukan saat harga saham sudah turun ke level tertentu dan aman untuk dibeli. Soalnya, enggak semua saham yang harganya turun itu layak kamu beli dengan strategi Buy on Weakness lho, Be-emers!

Makanya, kamu pun tetap harus melakukan analisis fundamental dan teknikal untuk bisa memilih saham mana yang kira-kira layak untuk kamu beli di saat harganya lagi diskon. Kalau sudah, baru deh kamu bisa melakukan strategi BoW.

Baca Juga: Waspada Tren Bandarmology, Gimana Sih Cara Menganalisis Saham?

Yah, memang sih, enggak mudah untuk menentukan kapan harus melakukan Buy in Weakness. Strategi ini pun enggak luput dari risiko.

Enggak ada salahnya juga untuk bertanya pada investor yang berpengalaman lho, Be-emers. Eits, tapi tetap lakukan analisis untuk baca arah pergerakan saham ya!

Adapun, strategi Buy on Weakness ini juga kerap dilakukan oleh investor ternama seperti Lo Kheng Hong nih. Enggak jarang, Pak Lo memborong saham saat bursa mengalami tren bearish.

Baca Juga: Begini Cara Investasi ala Lo Kheng Hong saat Bursa Anjlok

Kamu tertarik untuk mencoba strategi Buy on Weakness enggak nih, Be-emers?



Buat kamu yang punya cerita, opini, atau artikel menarik lainnya, yuk daftar dan share tulisan kamu di Bisnis Muda sekarang!